Kemlu Klaim Kasus Pelarungan Jenazah ABK Tengah Diselidiki Otoritas China

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 03 Juni 2020 | 13:59 WIB
Kemlu Klaim Kasus Pelarungan Jenazah ABK Tengah Diselidiki Otoritas China
Jasad salah satu abk wni di kapal longxing. [Istimewa]

Suara.com - Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan bahwa KBRI yang berada di Beijing sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri China terkait kasus pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di sekitar perairan Somalia.

Setelah nota diplomatik itu dikirimkan, kabar terbaru yang diperolehnya ialah saat ini otoritas China tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Judha menuturkan, KBRI yang berada di Beijing mengirimkan nota diplomatik tersebut pada 19 Mei 2020. Nota diplomatik tersebut dikirimkan usai mendengar adanya satu WNI yang menjadi ABK kapal Lu Qing Yuan Yu 623 meninggal dunia dan jasadnya dilarung ke perairan Somalia.

"Kami mendapat informasi bahwa proses penyelidikan saat ini masih dilangsungkan oleh otoritas RRT," tutur Judha saat melakukan konferensi pers secara virtual, Rabu (3/6/2020).

Sebelumnya Kemenlu menjelaskan kronologi kasus anak buah kapal (ABK) Indonesia yang meninggal dunia kemudian dilarung di perairan Somalia.

Kasus ini mengemuka setelah video yang memperlihatkan peristiwa pelarungan jenazah ABK bernama Herdianto tersebut, beredar di media sosial dan kemudian ditelusuri oleh Kemlu bersama kementerian/lembaga terkait.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha, ABK kapal Lu Qing Yuan Yu 623 itu meninggal dunia pada 16 Januari 2020 dan kemudian jenazahnya dilarung di perairan Somalia pada 23 Januari 2020.

“Pada saat dicoba dibangunkan oleh sesama ABK WNI, almarhum diketahui sudah meninggal dunia. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kematian,” kata Judha dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Herdianto diduga adalah korban perbudakan dan penganiayaan di kapal berbendera China tersebut.

Dalam unggahan video yang beredar di Facebook, dijelaskan bahwa meskipun sakit dia tetap dipaksa bekerja hingga kakinya lumpuh, sampai akhirnya meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Tersangka TPPO di Kapal China Janjikan ABK Indonesia Bergaji Layak

3 Tersangka TPPO di Kapal China Janjikan ABK Indonesia Bergaji Layak

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 07:12 WIB

4 ABK WNI Meninggal di Kapal China, 3 Diantaranya Dilarung ke Laut

4 ABK WNI Meninggal di Kapal China, 3 Diantaranya Dilarung ke Laut

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 05:30 WIB

ABK WNI yang Dilarung ke Laut Ternyata Direkrut Melalui Perusahaan Bodong

ABK WNI yang Dilarung ke Laut Ternyata Direkrut Melalui Perusahaan Bodong

Jawa Tengah | Rabu, 20 Mei 2020 | 17:22 WIB

Kemlu Jelaskan Kronologi Pelarungan Jenazah ABK WNI di Somalia

Kemlu Jelaskan Kronologi Pelarungan Jenazah ABK WNI di Somalia

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:54 WIB

Perbudakan di Kapal China, WNI: Teman Saya Mati Disimpan di Pendingin Ikan

Perbudakan di Kapal China, WNI: Teman Saya Mati Disimpan di Pendingin Ikan

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 13:27 WIB

Terkini

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:30 WIB

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB