Kematian Dokter Hu Weifang akibat Covid-19 Picu Kemarahan Publik China

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 05 Juni 2020 | 16:54 WIB
Kematian Dokter Hu Weifang akibat Covid-19 Picu Kemarahan Publik China
Kulit dokter berubah warna akibat covid. (dok: CCTV)

Suara.com - Hu Weifang, dokter spesialis urologi yang kulitnya mengitam, akhirnya menghembuskan nafas terakhir akibat Covid-19. Kematiannya menambah panjang daftar tenaga medis yang meninggal akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan.

Suara.com menyadur The Guardian pada Jumat (5/6/2020), kematian seorang dokter di "rumah sakit whistleblower" Wuhan juga memicu gelombang kemarahan publik karena tidak melindungi petugas kesehatan dalam menghadapi wabah virus corona.

Hu Weifeng, seorang dokter ahli di Rumah Sakit Pusat Wuhan, meninggal karena virus itu pada Selasa (2/6/2020) setelah pertempurannya selama empat bulan. Hu adalah dokter keenam dari rumah sakit tempat Li Wenliang, dokter yang pertama kali mengabarkan adanya virus corona, meninggal oleh Covid-19.

Menurut pengakuan Ai Fen, dokter lain yang bertugas di rumah sakit tersebut mengatakan pihak berwenang memberi tahu kepada staf rumah sakit untuk tidak memakai alat pelindung agar tidak menimbulkan kepanikan.

Pihak berwenang juga menegurnya karena "merusak stabilitas" ketika dia mencoba memperingatkan orang lain tentang virus tersebut.

Li Wenliang juga berusaha memperingatkan teman dan kolega pada bulan Desember 2019 yang berakhir dengan 'dihukum'. Hal tersebut menyebabkan gelombang kemarahan publik yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pihak berwenang di China.

Sebuah tagar tentang kematian Hu Weifang menjadi viral di media sosial China yakni Weibo dengan lebih dari 400 juta dibagikan serta mendapat 46.000 komentar pada hari Rabu (3/6/2020).

Kulit dokter berubah warna akibat covid. (dok: CCTV)
Kulit dokter berubah warna akibat covid. (dok: CCTV)

Banyak dari mereka bertanya mengapa pejabat di Rumah Sakit Pusat Wuhan tidak dihukum, khususnya Cai Li, kepala komite partai Komunis yang bertugas di rumah sakit tersebut.

"Dari Li Wenliang hingga Hu Weifeng, Rumah Sakit Pusat Wuhan paling banyak kehilangan staf medis selama wabah. Mereka dibunuh oleh para pemimpin rumah sakit," tulis seorang pengguna media sosial Weibo dikutip dari The Guardian.

baca juga

"Pejabat Wuhan semuanya telah diganti. Bagaimana dengan kepemimpinan rumah sakit pusat?" seorang pengguna internet bertanya, merujuk pada jumlah pejabat tingkat kota dan provinsi yang telah dipecat atas penanganan Covid-19 yang mereka lakukan.

"Bahkan Cai Li tidak sedang diselidiki. Apakah dokter dan perawat ini akan mati sia-sia?" tulis pengguna Weibo lainnya.

Sementara itu, sebagian besar warganet memposting emoji lilin dan berterima kasih kepada Hu atas pengorbanannya.

Banyak dari warganet juga menyalahkan bahwa Cai adalah bagian dari sistem yang berusaha untuk menutup-nutupi peringatan yang dikeluarkan Li dan Ai kepada staf medis dan penduduk Wuhan akan bahaya Covid-19.

"Orang-orang tidak dapat berperang melawan sistem otoriter dan satu demi satu dari mereka dikorbankan," kata salah satu warganet.

Menurut media China, ketika dokter Hu masih siuman, dia memberi tahu orang-orang di sekitarnya: "Saya merasa seperti perahu kecil di tengah lautan. Setiap saat saya bisa tenggelam."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Aksi Polisi Rasis, Kota Minneapolis AS Rugi  Ratusan Miliar Dolar

Akibat Aksi Polisi Rasis, Kota Minneapolis AS Rugi Ratusan Miliar Dolar

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:24 WIB

Amankan Unjuk Rasa Kematian George Floyd, Tiga Polisi Cedera

Amankan Unjuk Rasa Kematian George Floyd, Tiga Polisi Cedera

News | Jum'at, 05 Juni 2020 | 14:16 WIB

Jadi Korban Rasisme, Tyson Fury Pernah Ditolak Masuk Restoran

Jadi Korban Rasisme, Tyson Fury Pernah Ditolak Masuk Restoran

Sport | Jum'at, 05 Juni 2020 | 11:18 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×