Array

Amankan Unjuk Rasa Kematian George Floyd, Tiga Polisi Cedera

Jum'at, 05 Juni 2020 | 14:16 WIB
Amankan Unjuk Rasa Kematian George Floyd, Tiga Polisi Cedera
Mural untuk George Floyd oleh seniman asal Suriah. (Anadolu Agency/ Izzeddin Idilbi)

Suara.com - Unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian George Floyd terus berlanjut. Seiring dengan menyebarnya aksi protes, korban-korban mulai berjatuhan atas kejadian ini.

Tak hanya rakyat sipil, polisi yang mengamankan unjuk rasa juga mengalami cedera.

Menyadur ABC News pada Jumat (05/05/2020), seorang polisi yang sedang mengamankan kota Brooklyn saat jam malam ditikam di bagian leher.

Komisaris Polisi NYPD Demot Shea menyebut aksi ini sebagai "serangan pengecut, tercela, tanpa alasan terhadap seorang petugas polisi yang tidak berdaya."

"Syukurlah kita tidak merencanakan pemakaman sekarang," kata Shea.

Demonstrasi protes kematian George Floyd di Manhattan, New York. (Anadolu Agency/Mostafa Bassim)
Demonstrasi protes kematian George Floyd. (Anadolu Agency/Mostafa Bassim)

Setelah penikaman, terdengar sekitar 20 kali suara tembakan di tempat kejadian. Tidak jelas dari mana asal suara tembakan itu namun dari laporan yang disusun New York Post, ada dua orang polisi lain yang terluka akibat insiden tersebut.

Dari kesaksian warga Flatbush, ada setidaknya dua polisi keluar dari mobil dan memulai tembakan. Warga bernama Jean Jones ini mengaku sedang berkendara di lingkungan East 21 dekat Church Avenue.

"Saya melihat mereka menembak dan kemudian dua petugas itu bersembunyi di belakang mobilnya, seperti berusaha agar tidak tertembak. Itu jumlah yang banyak. Saya mengkhawatirkan para polisi. Sangat disayangkan hal-hal semacam itu bertambah buruk," ungkapnya.

Aksi damai warga dan polisi di Santa Cruz, California untuk mengenang kematian George Floyd.[Instagram/@santacruzpolice]
Ilustrasi aksi damai warga dan polisi di Santa Cruz, California untuk mengenang kematian George Floyd.[Instagram/@santacruzpolice]

Sementara itu, penasihat publik Jumaane Williams mencuitkan komentarnya di Twitter tentang cara petugas mengatasi pengunjuk rasa yang melakukan aksi damai. Menurutnya cara itu 'sangat menjijikkan'.

Baca Juga: Ayah Pria Bertato Indonesia di Kerusuhan AS Buka Suara: Tolong Dimaafkan

"Kekuatan yang digunakan pada demonstran non-kekerasan menjijikkan. Tidak ada penjarahan / tidak ada kebakaran. (hanya) nyanyian (sebagai) protes damai. @NYPDnews hanya memberlakukan jam malam yang tidak disarankan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI