Menteri Muhadjir Sebut Empat Provisi Berstatus Dalam Pengawasan Covid-19

Chandra Iswinarno

Minggu, 07 Juni 2020 | 20:05 WIB
Menteri Muhadjir Sebut Empat Provisi Berstatus Dalam Pengawasan Covid-19
Menko PMK Muhadjir Effendy. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Suara.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan ada empat provinsi yang masuk dalam kategori provinsi dalam pengawasan  atau PDP. Keempat provinsi tersebut masuk dalam kategori PDP lantaran angka kasus penularan Covid-19 di wilayahnya tergolong tinggi.

Muhadjir menuturkan jika dirinya bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan pengawasan terhadap empat provinsi dengan status PDP itu. Keempat provinsi dengan status PDP itu, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan

"Pengawasan perlu dilakukan karena kasus penularan di keempat provinsi itu tergolong tinggi,” kata Muhadjir saat melakukan kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/6/2020).

Dalam kunjungannya, Muhadjir pun meminta pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut melibatkan parah ahli dalam upaya mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19. Menurut Muhadjir, pelibatan berbagai pihak dapat turut membantu dalam menekan angka penyebaran virus tersebut.

“Saya hanya ingin meminta agar disamping melibatkan ahli epidemiologi juga bisa dilibatkan pakar sosiologi, psikologi, ekonomi agar kita lebih tepat dalam mengambil keputusan,” ujar Muhadjir.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengemukakan setidaknya ada empat wilayah yang angka kasus dan penularannya tinggi di Sulawesi Selatan. Keempat wilayah tersebut ialah Makassar, Gowa, Maros, dan Luwu Timur. 

Nurdin lantas mengaku jika pihaknya telah melakukan intervensi secara maksimal sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Upaya-upaya yang telah dilakukan itu di antarnya melakukan testing secara masif, membentuk wisata Covid-19, dan peningkatan fasilitas kesehatan.

Dia lantas mengklaim, dari hasil intervensi yang dilakukan itu membuahkan hasil yang menggembirakan. Nurudin menyebut setidaknya kekinian tingkat penularan yang terjadi di Sulawesi Selatan bisa ditekan menjadi 0,95.

“Kami memperbanyak laboratorium dari tiga menjadi tujuh, sehingga jumlah testing bisa mencapai 800 spesimen per hari. Wisata Covid-19 selain dimaksudkan untuk melakukan edukasi, juga menyediakan hotel sebagai tempat karantina,” katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugus Tugas Covid-19 Akan Umumkan Hasil Kajian Kasus di Daerah Tiap Senin

Gugus Tugas Covid-19 Akan Umumkan Hasil Kajian Kasus di Daerah Tiap Senin

News | Sabtu, 06 Juni 2020 | 18:58 WIB

Gugus Tugas Persilakan Daerah Zona Kuning Mulai New Normal Pekan Depan

Gugus Tugas Persilakan Daerah Zona Kuning Mulai New Normal Pekan Depan

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 17:10 WIB

RS Penyakit Menular Rampung 2 Pekan, Muhadjir: Dioperasikan Jika Terpaksa

RS Penyakit Menular Rampung 2 Pekan, Muhadjir: Dioperasikan Jika Terpaksa

News | Senin, 09 Maret 2020 | 21:34 WIB

Dana Desa Tidak Tepat Sasaran, Menteri Muhadjir Salahkan Data

Dana Desa Tidak Tepat Sasaran, Menteri Muhadjir Salahkan Data

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 19:06 WIB

Kunjungi Gudang BNPB, Menko PMK Muhadjir Dikeluhkan Warga soal Air Bersih

Kunjungi Gudang BNPB, Menko PMK Muhadjir Dikeluhkan Warga soal Air Bersih

News | Sabtu, 04 Januari 2020 | 18:48 WIB

Terkini

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:41 WIB

×