Tiga Agama Beda Pandangan soal Pembukaan Tempat Ibadah di Inggris

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Senin, 08 Juni 2020 | 13:29 WIB
Tiga Agama Beda Pandangan soal Pembukaan Tempat Ibadah di Inggris
Ilustrasi agama. (Shutterstock)

Suara.com - Tiga agama mayoritas di Inggris, Islam, Kristen, dan Yahudi berbeda pandangan terkait keputusan pemerintah untuk kembali membuka tempat ibadah untuk doa individu mulai 15 Juni mendatang.

Menyadur The Guardian, para pemimpin umat Krsiten menyambut baik pengumuman pemerintah Inggris, kendati tokoh Islam dan Yahudi cukup keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Ini adalah awal dari perjalanan gedung-gedung gereja untuk membuka dengan aman sesuai dengan saran pemerintah,” kata uskup London, Sarah Mullally, dikutip dari The Guardian, Senin (8/6/2020).

Para pemimpin muslim dan Yahudi mengatakan pembukaan rumah ibadah khusus untuk doa secara individu atau perorangan tidak sesuai dengan ajaran agama mereka.

Pasalnya, pemerintah mengatakan doa atau ibadah yang dilakukan secara serentak seperti misa, jemaah dan kirtan, untuk sementara belum boleh dilakukan, seiring pelonggaran lockdown bertahap di Inggris.

Sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan mengatakan kebijakan pemerintah kurang jelas dan justru membingungkan komunitas muslim untuk menerapkannya.

"Masjid disediakan terutama untuk ibadah jamaah, sehingga saat ini ada ketidakpastian dan keprihatinan yang signifikan dari para pemimpin masjid tentang bagaimana peraturan baru dapat benar-benar diterapkan," kata Khan.

Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid dan Imam (MINAB), Qari Asim memandang peraturan itu justru menjadi tantangan tersendiri bagi umat muslim karena ibadah kolektif sejatinya tak boleh dilangsungkan meski masjid telah dibuka.

"Perbedaan mendasar antara masjid dan beberapa tempat ibadah lainnya adalah bahwa masjid pertama dan terutama digunakan untuk sholat berjamaah," kata Qari Asim.

baca juga

Qasim lewt MINAB mengungkapkan saran kepada pemerintah agar jangan buru-buru membuka akses masjid apabila ibadah berjamaah masih belum aman untuk dilakukan selama pelonggaran lockdown.

"Masjid hanya terbuka untuk umum ketika sudah aman dan secara hukum diizinkan untuk menggelar shalat berjamaah," kata Qasim.

Sementara Rabi senior Yudaisme Reform, Laura Janner-Klausner, mengatakan sebagian besar sinagog tidak akan dibuka kembali untuk doa pribadi pada 15 Juni.

“Orang Yahudi mengutamakan doa bersama daripada doa individu, dan kami mengutamakan kesucian hidup. Doa individu tidak memiliki status teologis yang sama," kata Janner-Klausner.

“Kebijakan pemerintah terutama terkait dengan gereja dan bukan dengan sinagog, gurdawas, kuil, dan masjid. Yang penting bagi kami adalah bersama, dan sampai kami bisa melakukannya dengan aman, sinagog kami akan tetap tutup," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Covid-19, Arab Saudi Larang Jemaah Shalat di Atap Masjid

Cegah Covid-19, Arab Saudi Larang Jemaah Shalat di Atap Masjid

News | Senin, 08 Juni 2020 | 11:04 WIB

Kementerian Kesehatan India Prediksi Corona Berakhir September Mendatang

Kementerian Kesehatan India Prediksi Corona Berakhir September Mendatang

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 19:18 WIB

Gereja Masih Tutup, GKJ Temon Laksanakan Ibadah di Rumah Jemaat

Gereja Masih Tutup, GKJ Temon Laksanakan Ibadah di Rumah Jemaat

Jogja | Minggu, 07 Juni 2020 | 11:22 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×