Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi

Vania Rossa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:51 WIB
Lepas dari Orde Baru, Indonesia Belum Berani Masuk Rumah Demokrasi
Pengamat politik Rocky Gerung. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Rocky Gerung menyoroti kegagalan reformasi dan transisi demokrasi dalam acara diskusi kampus di UII Yogyakarta pada 22 Mei 2026.
  • Ia mengkritik gejala pelibatan militer dalam ranah sipil yang dinilai dapat menciptakan rasa aman semu bagi masyarakat Indonesia.
  • Rocky menegaskan perlunya memperkuat argumen dan nilai sipil melalui forum diskusi untuk mengembalikan semangat demokrasi yang mulai melemah.

Suara.com - Cita-cita reformasi lahir dari kepercayaan masyarakat pada nilai-nilai demokrasi. Karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap cita-cita reformasi sepantasnya juga menjadi ruh bagi setiap periode pemerintahan.

Namun, pandangan berbeda disampaikan akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung. Ia menilai ada ketidakpercayaan terhadap masyarakat, serta perlunya adanya pihak yang didiskualifikasi dalam situasi politik saat ini.

“Kondisi ini mengingatkan kita pada situasi pada 1998, ketika kegelisahan yang sama dihadapi Soeharto. Lalu diambil keputusan step down (pengunduran diri), lalu kita tepuk tangan. Padahal tepuk tangan kita itulah yang merusak arah gerakan mahasiswa pada waktu itu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebelum reformasi, ideologi mahasiswa saat itu adalah “revolusi”. Kemudian istilah “reformasi” — yang menurutnya memiliki makna lebih lembek — menggantikan “revolusi”.

Rocky menjelaskan, revolusi berarti perubahan kimia dan kualitatif yang bersifat total. Sedangkan reformasi adalah perubahan fisika yang berfokus pada perubahan ciri-ciri.

“Jadi kita gagal mempertahankan genealogi (asal-usul) dari gerakan ini,” katanya dalam acara “Terus Terang Goes to Campus UII Yogyakarta #1”, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Jumat (22/5/2026).

Keluar dari Orde Baru?

Ia mengungkapkan adanya transisi demokrasi yang terhambat karena situasi saat ini sudah keluar dari Orde Baru, tetapi belum berani masuk ke “rumah demokrasi”.

“Karena di depan kita lalu lalang tentara, lalu lalang parcok,” katanya, sebagai penjelasan atas ketidakberanian tersebut.

baca juga

Bagi Rocky, saat ini terdapat gejala creeping militarism. Ia menyinggung pengiriman batalion teritorial pembangunan TNI yang berhasil menurunkan tingkat kejahatan begal.

Ia menilai hal tersebut masih berada dalam koridor keamanan dan ketertiban masyarakat yang menjadi kewenangan Polri, bukan TNI. Menurutnya, adanya ketakutan di masyarakat membuat kehadiran tentara semakin dekat dengan lingkungan sipil.

Ia menambahkan, kehadiran tentara memang dapat memberi rasa aman, namun rasa aman tersebut bisa saja bersifat semu. Ada kekhawatiran mengapa penjagaan dilakukan secara ketat oleh militer.

Ia menegaskan bahwa rasa aman sejati lahir dari persahabatan sosial yang mampu menghidupkan demokrasi deliberatif atau musyawarah sebagai inti pengambilan keputusan politik.

Kehadiran militer, menurutnya, hanya bisa dihentikan oleh masyarakat sipil. “Yang supreme (paling utama) dalam demokrasi bukan orang sipil, tapi nilai sipil,” tegasnya.

Legitimasi tentara dalam menggunakan senjata, bagi Rocky, harus tetap tunduk pada nilai sipil, kecuali dalam situasi perang. Tentara adalah alat pertahanan negara.

Untuk mengembalikan semangat reformasi, Rocky menilai ada pelemahan masyarakat sipil. Karena itu, forum diskusi dan seminar kebangsaan diperlukan untuk memperkuat demokrasi.

“Kita semua ini hidup di dalam kondisi tanpa argumen. Akibatnya apa? Kita jualan sentimen,” pungkasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Refleksi 21 Mei: Bayang-Bayang '98 di Tengah Rupiah Rp17.700

Refleksi 21 Mei: Bayang-Bayang '98 di Tengah Rupiah Rp17.700

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:44 WIB

Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan

Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:20 WIB

'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi

'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Saat KPK Usut Audit BPK Sumsel, Begini Rapor WTP Muara Enim, PALI dan Empat Lawang

Saat KPK Usut Audit BPK Sumsel, Begini Rapor WTP Muara Enim, PALI dan Empat Lawang

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:02 WIB

BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi

BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional

Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional

Bogor | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Review Toko Buku Abadi: Novel Unik dengan Alur Cerdas dan Banyak Perspektif

Review Toko Buku Abadi: Novel Unik dengan Alur Cerdas dan Banyak Perspektif

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Mengapa Daun Berwarna Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya

Mengapa Daun Berwarna Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?

Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:59 WIB

BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026

BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026

Bekaci | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Vivo X500 Pro Tertangkap Kamera, Desain Ponsel Flagship Ini Mulai Terungkap

Vivo X500 Pro Tertangkap Kamera, Desain Ponsel Flagship Ini Mulai Terungkap

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli: Kesalahan Administrasi Tak Batalkan Status Tersangka

Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli: Kesalahan Administrasi Tak Batalkan Status Tersangka

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:55 WIB

BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi

BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi

Surakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:53 WIB

×