Soal Ganjil Genap Sepeda Motor, DPRD DKI akan Panggil Anak Buah Anies

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 09 Juni 2020 | 12:49 WIB
Soal Ganjil Genap Sepeda Motor, DPRD DKI akan Panggil Anak Buah Anies
Ilustrasi ganjil genap di Jakarta. (Suara.com/Angga Budhiyanto)

Suara.com - Rencana Pemprov DKI untuk memberlakukan aturan ganjil genap bagi kendaraan roda dua atau motor mendapatkan respon beragam. Karena itu, DPRD DKI Jakarta akan meminta keterangan langsung dari anak buah Gubernur Anies Baswedan.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan, pihaknya perlu mendapatkan keterangan lebih lanjut dari pihak yang bertanggung jawab soal ini, yakni Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo. Rencananya pemanggilan Syafrin akan dilakukan pekan ini.

"Kita panggil Kadishub ingin tau alasannya apa, latar belakangnya apa, pertimbangannya apa. Biar ini bisa dijelaskan ke masyarakat, disosialisasikan seandainya memang itu mau diterapkan," ujar Aziz saat dihubungi, Selasa (9/6/2020).

Aziz berpandangan, penerapan ganjil genap sepeda motor perlu dipertanyakan. Pasalnya, motor merupakan kendaraan untuk kalangan menengah ke bawah.

"Roda dua itu kan transport untuk kalangan menengah ke bawah. Kalau ada gage ini kan mungkin secara ekonomi juga berdampak ke mereka," katanya.

Selain itu, ia menilai seharusnya dalam kondisi pandemi corona, kendaraan pribadi lebih diutamakan. Terlebih lagi kondisi angkutan umum sekarang ini sejak perkantoran dibuka, semakin padat dan justru meningkatkan risiko penularan corona.

"Kita liat sekarang ini saya dapat laporan banyak, kendaraan umum itu justru berjejal-jejal sudah mulai kondisi seperti normal orang sudah menggunakannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan belum mau menerapkan aturan ganjil-genap (gage) kendaraan bermotor. Menurutnya aturan ini akan diterapkan ketika kegiatan masyarakat di luar rumah sudah terlalu banyak dan tak terkendali.

Anies mengatakan kebijakan gage ini bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk yang bepergian. Kendaraan roda empat dan dua tak bisa melintasi ruas jalan yang terkena aturan ini.

baca juga

"Kebijakan itu (gage) dilakukan jika dipandang perlu ada pengendalian jumlah penduduk di luar rumah karena ternyata yang keluar rumah lebih banyak daripada yang bisa dikendalikan," ujar Anies di terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Pengguna Jalan Raya: Bila Kasus Covid-19 Naik, Berlaku Ganjil Genap

Dear Pengguna Jalan Raya: Bila Kasus Covid-19 Naik, Berlaku Ganjil Genap

Otomotif | Senin, 08 Juni 2020 | 15:05 WIB

Anies Tunggu Warga Jakarta Tak Terkendali untuk Berlakukan Ganjil Genap

Anies Tunggu Warga Jakarta Tak Terkendali untuk Berlakukan Ganjil Genap

News | Senin, 08 Juni 2020 | 12:33 WIB

Ganjil Genap Motor di Jakarta, Polisi Tunggu Arahan Anies

Ganjil Genap Motor di Jakarta, Polisi Tunggu Arahan Anies

News | Senin, 08 Juni 2020 | 12:17 WIB

Masa PSBB Transisi, Pengendara Motor di Jakarta Kena Aturan Ganjil-Genap

Masa PSBB Transisi, Pengendara Motor di Jakarta Kena Aturan Ganjil-Genap

News | Sabtu, 06 Juni 2020 | 13:06 WIB

DKI Jakarta Masih Status PSBB, Ganjil Genap Belum Berlaku Hari Ini

DKI Jakarta Masih Status PSBB, Ganjil Genap Belum Berlaku Hari Ini

Otomotif | Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:46 WIB

Sistem Ganjil Genap Berencana Diberlakukan Kembali 4 Juni 2020

Sistem Ganjil Genap Berencana Diberlakukan Kembali 4 Juni 2020

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 11:47 WIB

Pandemi Reda, Beijing Kembali Berlakukan Pembatasan Kendaraan Bermotor

Pandemi Reda, Beijing Kembali Berlakukan Pembatasan Kendaraan Bermotor

Otomotif | Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:35 WIB

Terkini

Data: Mayoritas Suara Warganet X Positif soal Isu Ijazah Gibran, Lho Kenapa?

Data: Mayoritas Suara Warganet X Positif soal Isu Ijazah Gibran, Lho Kenapa?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:12 WIB

8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Mitos Mobil Listrik Cuma Tahan 10 Tahun Terpatahkan Riset Terbaru

Mitos Mobil Listrik Cuma Tahan 10 Tahun Terpatahkan Riset Terbaru

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08 WIB

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:55 WIB

UMKM RI Bidik Pasar Global

UMKM RI Bidik Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×