Banyak Pasien Corona Sembuh, Walkot Bengkulu: Virus Biasa Tak Perlu 'Lebay'

Dany Garjito, Farah Nabilla

Kamis, 11 Juni 2020 | 10:44 WIB
Banyak Pasien Corona Sembuh, Walkot Bengkulu: Virus Biasa Tak Perlu 'Lebay'
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Suara.com/Iqbal)

Suara.com - Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengonfirmasi kabar sembuhnya pasien terakhir virus corona yang dirawat di RSHD Kota Bengkulu. Ia mengatakan bahwa Covid-19 adalah virus biasa dan bukan virus mematikan.

Helmi bersyukur bahwa akhirnya satu daftar terakhir pasien corona sembuh. Sebelumnya RSHD Bengkulu telah mengizinkan tiga pasien Covid-19 untuk pulang setelah dinyatakan sembuh.

"Kita bersyukur kepada Allah atas diberikan kesembuhan terhadap satu pasien positif Covid-19 di RSHD. Ini pasien terakhir yang sembuh. Sebelumnya tiga pasien di RSHD sudah sembuh dan kita lepas bersama," kata Helmi dikutip Suara.com dari Media Center Kota Bengkulu, Kamis (11/6/2020).

Helmi mengatakan kasus kesembuhan para pasien ini menunjukkan bahwa virus Covid-19 bukan merupakan virus yang berbahaya. Ia juga menyatakan agar masyarakat tidak perlu takut karena penyakit virus corona bisa disembuhkan.

"Pesannya adalah Covid-19 ini virus biasa bukan virus mematikan seperti yang awal-awal kita dengar dan lihat dari media sosial. Ini virus biasa, tidak perlu lebai apalagi kita menjadi negatif terhadap orang yang terpapar Covid019," bunyi keterangan Helmi di mediacenter.bengkulukota.go.id.

Kendati demikian, Helmi juga menyarankan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pencegahan penularan virus corona untuk menyambut tatanan kenormalan baru.

"Tetap perlu jaga jarak tapi bukan untuk menjauhi, apalagi memusuhi. Ayo kita hidup normal kembali. Terhadap kesembuhan pasien, kita ucapkan selamat dan kita bersyukur, bangga serta mengucapkan terima kasih kepada RSHD yang telah berjuang maksimal untuk membantu proses penyembuhan empat orang pasien itu," kata Helmi dalam rilisnya.

Sementara itu, pihak RSHD Bengkulu mengonfirmasi atas kabar sembuhnya pasien Covid-19 yang mereka rawat.

Pihak rumah sakit mengatakan pasien yang merupakan salah satu petugas kesehatan di RSHD tersebut telah dinyatakan sembuh namun belum diperbolehkan pulang lantaran masih harus menunggu hasil uji swab dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Kedua Virus Corona dapat Dicegah Apabila Semua Orang Pakai Ini

Gelombang Kedua Virus Corona dapat Dicegah Apabila Semua Orang Pakai Ini

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 09:01 WIB

Unggah Biaya Perawatan COVID-19 Hingga Rp 200 Juta, Netizen: Meninggal Aja

Unggah Biaya Perawatan COVID-19 Hingga Rp 200 Juta, Netizen: Meninggal Aja

Jogja | Kamis, 11 Juni 2020 | 08:48 WIB

Driver Ojol Tewas Dijambret Positif Corona, Begini Reaksi Gugus Tugas

Driver Ojol Tewas Dijambret Positif Corona, Begini Reaksi Gugus Tugas

Jatim | Kamis, 11 Juni 2020 | 07:54 WIB

Pil Antivirus Murah Ini Diklaim Hentikan Pasien Covid-19 dengan Pneumonia

Pil Antivirus Murah Ini Diklaim Hentikan Pasien Covid-19 dengan Pneumonia

Tekno | Kamis, 11 Juni 2020 | 07:30 WIB

Mengapa Nilai Reproduksi Virus R Jadi Indikator Penting Penularan Covid-19?

Mengapa Nilai Reproduksi Virus R Jadi Indikator Penting Penularan Covid-19?

Video | Kamis, 11 Juni 2020 | 06:00 WIB

8423 Orang di Jakarta kena Corona, Penambahan Terbanyak Setelah Kantor Buka

8423 Orang di Jakarta kena Corona, Penambahan Terbanyak Setelah Kantor Buka

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 23:08 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×