Dear Pak Anies, PSBB Jakarta Bikin Miskin Kuli Bangunan di Pandeglang

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Juni 2020 | 16:28 WIB
Dear Pak Anies, PSBB Jakarta Bikin Miskin Kuli Bangunan di Pandeglang
Satu kepala keluarga di Kampung Kadu Maung, Desa Babakanlor, Kabupaten Pandeglang terpaksa harus hidup dan tinggal di rumah yang sudah tak layak huni selama belasan tahun. (Suara.com/Saefullah)

Suara.com - Pembantasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jakarta bikin kuli bangunan di Pandeglang Banten makin miskin. Keluarga sang kuli bangunan sudah miskin sejak dulu, tapi makin miskin.

Rumahnya sekarang hampir ambruk karena tidak punya uang. Bahkan untuk makan sekali pun.

Cerita itu datang dari satu kepala keluarga di Kampung Kadu Maung, Desa Babakanlor, Kabupaten Pandeglang terpaksa harus hidup dan tinggal di rumah yang sudah tak layak huni selama belasan tahun.

Keadaan ekonomi membuat keluarga ini tak bisa memperbaiki tempat tinggalnya yang sudah lapuk dimakan usai.

Keluarga ini ada Pasangan suami istri (Pasturi) Rohman Subhi(45) dan Aminah (44). Di rumah itu Pasturi ini membesarkan empat anaknya. Dua dari empat anaknya masih duduk di bangku SD dan SMK, sementara anak pertama dan keduanya sudah berumahtangga, terkadang masih tinggal bersama Rohman.

Kondisi rumah Rohman berukuran 5X6 meter persegi itu kondisinya sudah memprihatinkan. Beberapa bagian rumah yang terbuat dari bilik bambu dan kayu sudah terlihat rusak parah, bilik bambu sudah banyak ditempeli koran bekas untuk menutupi angin.

Di sebelah kiri rumahnya sebuah tiang yang terbuat dari bambu sebagai penahan agar rumahnya tak ambruk.

Saat dikunjungi SuaraJabar.id, pada Senin (15/6/2020) Rohman dan Aminah bercerita, jika rumah tersebut sudah hampir 15 tahun mereka tempati. Lantaran struktur bangunan rumah termasuk atap rusak, sehingga dengan mudah air hujan masuk ke dalam.

"Kurang lebih 15 tahun kurang dari pertama ngisi (belum pernah diperbaiki) paling nambah kamar," kata Aminah kepada SuaraBanten.id.

Rumah berukuran 5x6 meter persegi tersebut, terdapat ruang tamu dan tiga kamar, satu kamarnya hanya berukuran diperkirakan 1 meter yang biasa digunakan oleh Rohman beristirahat bersebelahan dengan kamar mandi dan dapur.

Jika anak-anak dan cucu-cucu kumpul, rumah tersebut diisi oleh sepuluh orang. Mereka pun harus berdesak-desakan saat tidur, apalagi saat musim hujan, kamar yang bersebelahan dengan kamar mandi tak bisa dipakai lantaran kebocoran.

"Kalau lagi kumpulan semua 10 orang, (anak dan cucunya, tidurnya) di bagi, ada yang di kamar. Ada yang dipertengahan juga. Kecuali kalau lagi muslim hujan yang di belakang pindah ke sini (ke tengah) bocor kalau hujan nggak bisa diperbaiki," ujar Aminah.

Warga yang mendapatkan program Keluarga Harapan (PKH) ini tak kecil hati ingin memperbaiki rumahnya supaya bisa nyaman beristirahat.

Sayang, hingga kini hal itu hanya masih sebagai harapan, lantaran penghasilan Rohman sebagai kuli bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau keinginan untuk memperbaiki ada, kalau lihat rumah kaya gini dari dulu juga pengen, di rubah. Tapi yang namanya kebutuhan. Kalau ada rejeki ya buat sehari-hari doang. Yang namanya hidup di proyek kadang-kadang ada kadang nggak ada. Kadang adanya satu hari liburannya satu minggu," ungkap Rohman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suami Istri Miskin Besarkan 4 Anak di Rumah Bambu, Bisa Ambruk Ditiup Angin

Suami Istri Miskin Besarkan 4 Anak di Rumah Bambu, Bisa Ambruk Ditiup Angin

Banten | Senin, 15 Juni 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB