Pungut Pajak Lalu Utang, Masinton: Jangan Negara Ini Lebih Sadis dari VOC

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 17 Juni 2020 | 06:28 WIB
Pungut Pajak Lalu Utang, Masinton: Jangan Negara Ini Lebih Sadis dari VOC
Masinton Pasaribu, anggota Komisi III DPR RI. (Suara.com/Tio).

Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, negara Indonesia perlu diawasi. Jangan sampai nantinya memiliki sifat serupa Verrenigde Oostindische Compagnie atau VOC di zaman penjajahan Belanda.

Menurut dia, pengawasan harus dilakukan terhadap pihak-pihak yang saat ini diketahui terlibat aktif dalan pengelolaan penanganan Covid-19, termasuk menyoal anggaran.

"Nah itu yang menurut saya sebagai pemikiran kenapa kemarin saya joke, joke ngobrol sama mas Bamsoet, mas saya bicara dalam kerisauan saya sebagai manusia Indonesia, orang Indonesia," kata Masinton dalam webinar yang diselenggarakan DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) seputar pandemi Covid-19 di Mata Aktivis Lintas Generasi, Selasa (16/6/2020) malam.

"Gue bilang, meskipun saya berada dalam partai pemerintah, tapi saya melihat pemerintahan hari ini juga arahnya kalau kita gak awasin, pemerintah ini tidak tunggal ya, dia koalisi apa segala macam harus kita awasi betul bagaimana negara harus bener. Jangan lebih parah dari VOC saya katakan," sambung Masinton.

Dia kemudian menjelaskan soal VOC yang dimaksud. Di mana VOC pada saat itu memiliki kebiasaan untuk menarik pajak dari rakyat, namun di lain sisi, VOC tidak mengutang. Ia kemudian mengingatkan hal tersebut jangan sampai terjadi di Indonesia, di mana negara mengambil pajak tetapi utang ke luar negeri terus berjalan.

"Kalau VOC mungut pajak berbisnis tapi tidak ngutang. Nah kita pemerintahan di alam merdeka ini gak boleh dong lebih parah dari VOC, mungutin dari rakyat terus ngutang-ngutang juga gitu. Nah itu yang menurut saya concern kita harus mengawal bagaimana kita mewujudkan kemandirian dan kedaulatan nasional itu," papar Masinton.

Namun pada penjelasan berikutnya, Masinton mengatakan, kata pemerintahan yang ia gunakan sebelumnya tidak spesifik mengarah kepada pemerintah Presiden Joko Widodo. Menurutnya apa yang ia maksud ialah sebuah negara.

"Negara, maksud saya negara Indonesia merdeka itu jangan lagi berperilaku lebih sadis dari VOC tadi. Kalau VOC kan hanya sekadar memungut. Nah ini kita negara Indonesia merdeka udah mungut juga dari rakyat, ngutang juga ke luar negeri," katanya lagi.

Sebelumnya, terkait Covid-19 ia memandang bahwa pandemi ini bagaikan kotak pandora bagi Indonesia. Di mana hal-hal yang sebelumnya tertutup atau tidak diketahui, justru menjadi terbuka ketika Indonesia dilanda wabah corona.

baca juga

"Ini sebagai kotak pandora yang membuka bahwa bangsa kita ini jauh dari kemandiran selama ini, semuanya ketergantungan bahkan sampai masker sekalipun kita produksi ada di dalam negeri yang memproduksi tetapi dibawa ke luar dan kemudian ketika kita mengalami krisis yang sama di berbagai belahan dunia, kita kesulitan dalam aspek pengadaannya itu termasuk pengadaan peralatan-peralatan lainnya," tutur Masinton.

Selain itu, Masinton memandang, pandemi ini tidak hanya dipandang seluruh masyarakat sebagai musibah. Bagi segelintir elite, mereka malah menganggap pandemi merupakan 'berkah'. Karena hal itu pula yang mendasari pernyataan Masinton soal harus adanya pengawasan kepada mereka yang terlibat dalam penanganan anggaran Covid-19.

"Mayoritas-mayoritasnya masyarakat, pandemi ini adalah musibah. Namun segelintir dari segelintir elite, ini berkah gitu, yang mengelola anggaran ratusan triliun ini buat mereka berkah. Ini yang menurut saya perlu kita awasi betul," ujar Masinton.

"Jangan sampai kita tadi semangatnya ingin bergotong royong buat bangsa ini, buat menyelamatkan kemanusiaan, menyelamatkan bangsa, namun segelintir orang memanfaatkan potensi-potensi, celah-celah dari pandemi ini. Apalagi terkait pengelolaan anggaran," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Sebut Pekerja Masih Berkerumun Saat Jam Istirahat Makan Siang

Pemerintah Sebut Pekerja Masih Berkerumun Saat Jam Istirahat Makan Siang

News | Selasa, 16 Juni 2020 | 10:20 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Selasa, 16 Juni 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Selasa, 16 Juni 2020

Video | Selasa, 16 Juni 2020 | 15:31 WIB

Lab Banyak Libur di Akhir Pekan, Jumlah Spesimen Covid Diperiksa Turun

Lab Banyak Libur di Akhir Pekan, Jumlah Spesimen Covid Diperiksa Turun

News | Senin, 15 Juni 2020 | 16:18 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 15 Juni 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Senin, 15 Juni 2020

Video | Senin, 15 Juni 2020 | 15:32 WIB

Presiden Jokowi Minta Pelaku Korupsi Anggaran Covid-19 Digigit

Presiden Jokowi Minta Pelaku Korupsi Anggaran Covid-19 Digigit

News | Senin, 15 Juni 2020 | 11:27 WIB

Bayi Dua Tahun Asal Bantul Positif COVID-19, Riwayat Perjalanan dari Bekasi

Bayi Dua Tahun Asal Bantul Positif COVID-19, Riwayat Perjalanan dari Bekasi

Jogja | Minggu, 14 Juni 2020 | 19:43 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Minggu, 14 Juni 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Minggu, 14 Juni 2020

Video | Minggu, 14 Juni 2020 | 15:32 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB