Pemerintah Berencana Buka 9 Sektor Ekonomi di Zona Hijau Covid-19

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 18 Juni 2020 | 12:53 WIB
Pemerintah Berencana Buka 9 Sektor Ekonomi di Zona Hijau Covid-19
Ilustrasi skenario pemulihan ekonomi Indonesia terkait dampak pandemi Covid-19. [Suara.com]

Suara.com - Pemerintah berencana membuka kembali sembilan sektor ekonomi di era kenormalan baru. Namun, sektor kegiatan ekonomi yang akan dibuka tersebut disyaratkan berada di wilayah zona hijau.

Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan SDA Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi mengatakan, sembilan sektor ekonomi tidak dibuka secara bersamaan karena yang bakal dibuka harus berada di wilayah yang berstatus zona hijau.

"Pertama, wilayahnya harus betul-betul kategorinya tidak dampak atau resikonya rendah. Kita tidak ingin justru memancing hal-hal yang baru dengan penularan," ujar Edi dalam diskusi bertema 'Prakondisi Pembukaan 9 Sektor Ekonomi' melalui siaran Youtube BNPB, Kamis (18/6/2020.

Kemudian, kata Edi, pemilihan pembukaan sektor ekonomi di wilayah zona hijau berdasarkan juga dengan pertimbangan aspek kesehatan. Selain itu, juga kesiapan protokol kesehatan di sektor ekonomi yang akan dibuka.

"Tahap kedua adalah kita memilih sektor di wilayah tersebut yang tadi mempertimbangkan aspek kesehatan dari sektor itu juga dari sisi ekonominya keterkaitan ekonominya. Dan kita mempersiapkan bahwa di sektor itu harus ada syarat-syarat protokol kesehatan dan SOP yang sudah dipraktekkan," ucap dia.

Tak hanya itu, Edi mengatakan pemerintah bersinergi dengan pemerintah daerah dan TNI-Polri juga akan memastikan kedisiplinan dari masyarakat di sektor-sektor ekonomi yang akan dibuka.

"Sehingga nanti disini lembaga pemerintah membina sektor bersama pemerintah daerah dibantu TNI-Polri memastikan kedisiplinan dari masyarakat di sektor-sektor ekonomi yang akan dibuka tadi," tutur Edi.

Edi mengingatkan dalam pembukaan sektor ekonomi tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya kata Edi, kondisi saat ini belum normal lantaran belum ditemukan vaksin Covid-19

"Kondisi saat ini belum normal Kenapa karena ada ancaman infeksi Covid-19 ini normalnya ada nanti kalau vaksin atau obatnya sudah ditemukan itu benar-benar normal. Oleh karena itu kita harus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Jangan sampai kita mendapatkan infeksi (Covid-19) justru dengan adanya aktivitas yang tadi dijalankan," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Pembukaan 9 Sektor Ekonomi, Ini Penjelaskan Kemenko Perekonomian

Soal Pembukaan 9 Sektor Ekonomi, Ini Penjelaskan Kemenko Perekonomian

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2020 | 12:10 WIB

Tips Berkendara Aman Bagi Bikers di Era New Normal

Tips Berkendara Aman Bagi Bikers di Era New Normal

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2020 | 11:55 WIB

Kemenpora Lantik Eselon III dan IV dengan Protokol Kesehatan

Kemenpora Lantik Eselon III dan IV dengan Protokol Kesehatan

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 09:21 WIB

Terkini

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

×