alexametrics

Setahun Kabinet Jokowi, Survei ASI: 75,6 Persen Publik Ingin Ada Reshuffle

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Setahun Kabinet Jokowi, Survei ASI: 75,6 Persen Publik Ingin Ada Reshuffle
Hasil Survei Arus Survei Indonesia.

Survei tersebut dilakukan pada 9 Juni hingga 12 Juni 2020, dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Suara.com - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI)  menggelar survei untuk menilai kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin jelang satu tahun masa periodenya. Hasilnya, sebanyak 55,1 persen responden cukup setuju dengan pergantian menteri atau reshuffle dalam Kabinet Indonesia Maju. 

Seribu responden terlibat dalam survei tersebut dan mendapatkan beragam pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diajukan ialah terkait dengan perombakan kabinet Jokowi-Maruf Amin. 

"Sebanyak 75,6 persen (gabungan sangat setuju dan cukup setuju) publik mengatakan setuju," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Rifan dalam keterangan persnya, Jumat (19/6/2020). 

"Artinya publik menginginkan performa kinerja menteri yang ada saat ini harus lebih baik lagi," tambahnya. 

Baca Juga: Jokowi Pastikan Tak Ada Reshuffle Menteri: Belum Berpikir ke Sana

Untuk diketahui, 75,6 persen itu berasal dari 20,5 persen responden yang sangat setuju dan 55,1 persen cukup setuju. Sedangkan untuk yang kurang setuju dipilih oleh 14,9 persen responden. 

Dua persen responden lainnya memilih sangat tidak setuju dan 7,5 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab. 

Survei tersebut dilakukan pada 9 Juni hingga 12 Juni 2020, dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. 

Survei dilakukan dengan cara telesurvei, yakni responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode pengambilan survei ialah Multistage Random Sampling. 

Margin of error untuk survei ini kurang lebih 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Beredar Isu Jokowi Rombak Kabinet, Istana: Lagi Kerja Kencang Kok Reshuffle

Komentar