Persediaan Miras Habis, Monyet Pemabuk Ngamuk dan Bunuh Orang

Dany Garjito, Arief Apriadi

Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:24 WIB
Persediaan Miras Habis, Monyet Pemabuk Ngamuk dan Bunuh Orang
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Suara.com - Apa yang terjadi di Mirzapur, Uttar Pradesh, India mungkin sulit dipercaya. Seekor monyet pemabuk mengamuk hingga membunuh seorang warga.

Menyadur The Daily Mail, monyet bernama Kalua itu merupakan pecandu alkohol. Primata berusia enam tahun itu jadi pemabuk karena kerap diberi minuman keras oleh pemiliknya.

Saat pemiliknya meninggal dunia, hewan liar itu tidak lagi mendapatkan persediaan minuman keras. Dia mengamuk di jalanan dengan murka yang luar biasa.

Selain menghilangkan satu nyawa manusia, monyet yang diduga kanibal lantaran kerap diberi daging sesamanya itu juga melukai 250 orang yang mayoritas wanita dan anak-anak.

Mobil melintasi papan larangan memberi makan satwa di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Mobil melintasi papan larangan memberi makan satwa di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Akibat ulahnya, Kalua akhirnya ditangkap dan dibawa ke Kebun Binatang Kanpur. Dengan prilaku agresif dan abnormal--tidak mau makan sayuran--pihak kebun binatang memutuskan untuk mengasingkan sang monyet di dalam kandang khusus hingga sisa hidupnya.

"Kami menahannya di isolasi selama beberapa bulan dan kemudian memindahkannya ke kandang terpisah," kata dokter kebun binatang, Mohd Nasir dikutip New York Post, Jumat (19/6/2020).

Kejadian menggemparkan yang dilakukan Kalua sepertinya tidak terjadi baru-baru ini. Sebab sang dokter mengatakan monyet itu sudah berada di dalam kebun binatang selama tiga tahun.

Namun, karena perilakunya yang tetap buas dan cenderung berbahaya bagi monyet lain maupun manusia, kebun binatang setempat baru-baru ini memutuskan untuk menjatuhkan 'hukuman seumur hidup'.

"Tidak ada perubahan dalam perilakunya. Sudah tiga tahun sejak dia dibawa ke sini. Sekarang sudah diputuskan dia akan tetap dalam ditawan seumur hidup," beber Nasir.

baca juga

Kejadian mengejutkan yang dilakukan monyet di India tak kali ini saja terjadi. Pada akhir bulan lalu, kawanan monyet berhasil mencuri sampel darah untuk pengujian virus Corona.

Setelah melarikan diri dengan tiga sampel di Meerut, dekat New Delhi, monyet-monyet berlari ke pohon terdekat dan satu kemudian mencoba mengunyah hasil rampasannya.

Ketiga sampel itu pada akhirnya mampu diselamatkan dan tidak mengalami kerusakan, sebagaimana laporan kepala pengawas perguruan tinggi Meerut Medical Dheeraj Raj kepada AFP beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sengketa India-China: Mengapa Lembah Sungai Galwan Diperebutkan?

Sengketa India-China: Mengapa Lembah Sungai Galwan Diperebutkan?

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 05:00 WIB

Dikira Tewas, Tentara Ini Tetiba Telepon Istri Kabarkan Masih Hidup

Dikira Tewas, Tentara Ini Tetiba Telepon Istri Kabarkan Masih Hidup

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 22:21 WIB

Monyet Curi Sampel Darah Pasien Covid-19, India Panik

Monyet Curi Sampel Darah Pasien Covid-19, India Panik

Tekno | Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:54 WIB

India Mulai Produksi Vaksin Covid-19 yang Baru Terbukti Manjur pada Monyet

India Mulai Produksi Vaksin Covid-19 yang Baru Terbukti Manjur pada Monyet

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 19:14 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×