Kisah Pengungsi: Tidur di Jalanan London Ketika Hamil Tujuh Bulan

BBC

BBC

Senin, 22 Juni 2020 | 14:29 WIB
Kisah Pengungsi: Tidur di Jalanan London Ketika Hamil Tujuh Bulan
[BBC].

Saya menutup diri saya dengan kain penutup, tetapi tetap merasa kedinginan. Saya khawatir saya akan kehilangan bayi saya.

Beberapa jam kemudian, seorang pejalan kaki memberi tahu kami ada jembatan di dekatnya. Jaraknya hampir lima kilometer dengan jalan kaki.

Beberapa malam berikutnya, kami menghabiskan uang terakhir kami untuk membeli makanan dan minuman, tidur di bawah jembatan dan di stasiun.

Saya tidak pernah membayangkan akan berakhir tunawisma atau tidur di jalanan Inggris. Saya tidak tahu hal-hal seperti itu bisa terjadi.

Saya telah melarikan diri dari Namibia karena saya takut akan keselamatan nyawa saya. Saya melarikan diri dari perkosaan dan penyiksaan yang saya alami sejak usia sembilan tahun.

Dan sekarang saya khawatir akan mati kedinginan, khawatir akan kehilangan bayi saya dan semuanya akan sia-sia.

"Saya dilarikan ke rumah sakit"

Setelah lima malam tidur di jalan, bidan--yang telah disediakan untuk saya dalam dua minggu pertama saya di Inggris--menghubungkan kami dengan badan amal tuna wisma, Crisis.

Mereka menyediakan tempat sementara bagi kami sampai awal Januari dan membantu kami meminta suaka lagi ke Departemen Dalam Negeri Inggris.

baca juga

Kemudian, suatu hari, saya tidak bisa merasakan bayi saya, sehingga saya dilarikan ke rumah sakit.

Pemeriksaan itu menyimpulkan saya dan bayi saya baik-baik saja, tetapi staf rumah sakit tidak akan melepaskan saya sampai mereka tahu saya memiliki tempat yang aman untuk pergi.

Mereka membantu kami menghubungi Departemen Dalam Negeri dan bertanya tentang pengajuan suaka kami, dan, pada hari ketiga saya tinggal di rumah sakit, permintaan suaka kami dikabulkan dan kami ditempatkan di sebuah rumah di Thornton Heath.

Penolakan sebelumnya terjadi karena kesalahan dalam aplikasi.

Itu sangat melegakan.

"Saya merasa gagal menjadi ibu bagi putri saya"

Saya melahirkan pada bulan Februari 2019 dan satu bulan kemudian kami ditempatkan di sebuah rumah di London timur.

Hidup akhirnya mulai bergerak maju lagi.

Saya menjalin pertemanan baru, dan mulai pergi ke Magpie--sebuah badan amal yang membantu para ibu dan anak-anak di tempat akomodasi sementara--di mana saya bisa mendapatkan popok, bersosialisasi dengan ibu-ibu lain dan melakukan banyak kegiatan .

Tapi kemudian virus corona melanda, dan semuanya berhenti.

Magpie menghubungkan saya dengan badan amal lain bernama Beam, yang mengumpulkan uang untuk kursi makan anak dan tablet dengan aplikasi pendidikan untuk putra saya, juga laptop sehingga saya dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan mudah-mudahan mendapatkan pekerjaan segera setelah status saya diberikan.

Laptop akan baik untuk keluar dari isolasi ini.

Dengan sedikitnya aktivitas yang bisa saya lakukan, saya semakin cemas setiap hari, mengkhawatirkan keselamatan putri saya, Beverley.

Saya merasa gagal sebagai seorang ibu, bahwa saya tidak melindunginya, saya egois.

Saya berharap status saya segera diputuskan, karena dengan itu, saya bisa mengajak putri saya bersatu dengan kami.

Saya berharap dia ada di sini bersama kami, sehingga hidup saya akhirnya bisa dimulai.

Departemen Dalam Negeri Inggris mengatakan mereka "berkomitmen untuk memastikan klaim suaka dipertimbangkan tepat waktu" dan bahwa semua keputusan dibuat "berdasarkan bukti yang tersedia pada saat itu".

Seperti yang diceritakan kepada Winnie Agbonlahor

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:02 WIB

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi BFI London Film Festival 2026

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi BFI London Film Festival 2026

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Kebutuhan Dasar Pengungsi Gempa Flores Belum Terpenuhi, BNPB Kejar Tenda hingga Layanan Kesehatan

Kebutuhan Dasar Pengungsi Gempa Flores Belum Terpenuhi, BNPB Kejar Tenda hingga Layanan Kesehatan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:43 WIB

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:00 WIB

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat

Body Shaming Pasca Melahirkan yang Menyamar Jadi Nasihat Sehat

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:51 WIB

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan

Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:38 WIB

×