Lupa Matikan Fitur Interaksi, Saluran Youtube Erdogan Dibanjiri Hujatan

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Senin, 29 Juni 2020 | 15:08 WIB
Lupa Matikan Fitur Interaksi, Saluran Youtube Erdogan Dibanjiri Hujatan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [Shutterstock]

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapat serangan hujatan dari anak muda Turki ketika melakukan siaran langsung menjelang ujian masuk universitas di saluran Youtube miliknya.

Menyadur Ahval News pada Senin (29/06/2020), siaran langsung berjalan lancar pada 30 menit pertama. Komentar yang masuk juga bernada positif dengan bunyi-bunyi dukungan pada Erdogan dan partainya, AKP.

Seorang warganet kemudian menyadari live streaming itu tak mematikan fitur interaksi langsung. Ia lantas menyarankan staf untuk memperbaiki pengaturannya.

"Anda lupa mematikan (fitur) interaksi langsung. Saya menyarankan Anda untuk melakukannya," tulisnya.

Benar saja, pada menit ke-33, ada warganet memberikan hujatan pada Erdogan dan menulis 'Oy moy yok' yang artinya 'tak ada suara untukmu'. Setelah itu, komentar kasar langsung membanjiri saluran Youtube Erdgogan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris pada 15 Mei kemarin. [AFP/Matt Durham]
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris pada 15 Mei kemarin. [AFP/Matt Durham]

Ada yang mengkritik pemerintah dengan mengunggah nilai tukar mata uang euro dengan dollar. ada juga yang terang-terangan menyindir pengeluaran harian istana presiden Erdogan bisa memberi makan lebih dari 100.000 penerima upah minimum.

Pada menit ke-39, staf Erdogan langsung mematikan fitur tersebut tapi komentar hujatan terakhir yang berbunyi 'tak ada suara untukmu' masih terlihat ketika tayangan itu diputar ulang empat jam kemudian.

Dalam acara bincang-bincang itu, Erdogan sempat membahas pentingnya media sosial dalam pemerintahan kala pandemi berlangsung. Ia juga menekankan posisinya sebagai orang dengan pengikut terbanyak di Twitter.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]

"Kami tidak akan menggunakan media sosial secara luas dan efektif jika kami membencinya. Saya ingin mengingatkan Anda bahwa saya adalah orang yang paling banyak diikuti di Twitter di negara kita, dengan sekitar 16,2 juta pengikut," ungkap Erdogan.

Partai yang mengusung Erdogan, AKP lantas menuding orang yang menentang presiden Turki selama obrolan langsung sebagai 'musuh'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutup Kolom Komentar Saat Posting Jokowi, Baim Wong: Takut Dosa

Tutup Kolom Komentar Saat Posting Jokowi, Baim Wong: Takut Dosa

Entertainment | Senin, 29 Juni 2020 | 12:39 WIB

YouTube Siapkan Fitur Mirip TikTok

YouTube Siapkan Fitur Mirip TikTok

Tekno | Senin, 29 Juni 2020 | 12:00 WIB

Lukisan Sultan Ottoman Laku Rp 14 Miliar

Lukisan Sultan Ottoman Laku Rp 14 Miliar

Video | Senin, 29 Juni 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:53 WIB

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:35 WIB

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:34 WIB

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:21 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB