Sebut Patung Yesus Simbol Rasis, Aktivis BLM Dapat Ancaman Pembunuhan

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:49 WIB
Sebut Patung Yesus Simbol Rasis, Aktivis BLM Dapat Ancaman Pembunuhan
Aktivis Black Lives Matter (BLM), Shaun King. (Twitter)

Suara.com - Aktivis Black Lives Matter (BLM), Shaun King, mengaku mendapat ancaman pembunuhan oleh eks petugas polisi Long Beach, setelah sebelumnya menyebut patung Yesus sebagai simbol rasis.

Menyadur Daily Mail, nama Shaun King jadi perbincangan hangat setelah menyerukan demonstran untuk memberangus patung, foto, dan gambar-gambar Yesus beserta Bunda Maria dan pengikutnya.

Yesus yang sejak dulu digambarkan sebagai pria kulit putih, disebut Shaun termasuk ke dalam simbol rasis dan tanda supermasi kulit putih.

"Ya, saya pikir patung-patung orang Eropa putih yang mereka klaim adalah Yesus juga harus turun," tulis King di Twitter pada Jumat (26/6/2020).

"Mereka adalah bentuk supremasi kulit putih. Selalu begitu."

"Dalam Alkitab, ketika keluarga Yesus ingin bersembunyi, dan berbaur, tebak ke mana mereka pergi? MESIR! Bukan Denmark. Hancurkan mereka."

Poster Black Lives Matter di depan kedutaan besar AS di Seoul. (Twitter/@usembassyseoul)
Poster Black Lives Matter di depan kedutaan besar AS di Seoul. (Twitter/@usembassyseoul)

Gerakan menghancurkan simbol-simbol yang dianggap mengandung rasisme dan perbudakan telah berlangsung di berbagai wilayah Amerika Serikat usai meletusnya demonstrasi akibat kematian pria kulit hitam, George Floyd.

Patung Jenderal Konfederasi Robert E. Lee, kolonialis Christopher Columbus dan advokat perbudakan John C. Calhoun, kekinian telah diturunkan oleh demonstran.

Setelah membuat postingan kontroversial perihal Yesus, Shaun King beberapa waktu setelahnya mengklaim mendapat ancaman pembunuhan dari anggota kepolisian Long Beach.

baca juga

Hal itu dia ungkapkan lewat sebauh tulisan di platform Medium.

'Saya menerima ancaman pembunuhan setiap hari. Tetapi mereka, terutama yang menggunakan identitas anonim, tampaknya merancang untuk mengintimidasi saya dan keluarga," tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Manekin Berunjuk Rasa Tolak RUU Cipta Kerja

Puluhan Manekin Berunjuk Rasa Tolak RUU Cipta Kerja

Foto | Senin, 29 Juni 2020 | 15:25 WIB

Pria Tembak Mati Pendemo Antirasis Louisville, Korban Ternyata Fotografer

Pria Tembak Mati Pendemo Antirasis Louisville, Korban Ternyata Fotografer

News | Senin, 29 Juni 2020 | 10:50 WIB

Dukung Black Lives Matter, Kosmetik L'Oreal Hapus Kata Fair dan Whitening

Dukung Black Lives Matter, Kosmetik L'Oreal Hapus Kata Fair dan Whitening

News | Minggu, 28 Juni 2020 | 20:01 WIB

Kejahatan Rasial, Wajah Mahasiswi AS Dibakar

Kejahatan Rasial, Wajah Mahasiswi AS Dibakar

News | Sabtu, 27 Juni 2020 | 12:37 WIB

DPR AS Sahkan RUU Reformasi Kepolisian Usulan Partai Demokrat

DPR AS Sahkan RUU Reformasi Kepolisian Usulan Partai Demokrat

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:05 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×