DPR AS Sahkan RUU Reformasi Kepolisian Usulan Partai Demokrat

Syaiful Rachman
DPR AS Sahkan RUU Reformasi Kepolisian Usulan Partai Demokrat
Anggota kepolisian New York mengawasi aksi unjuk rasa antirasis pada 19 Juni 2020. [AFP]

RUU tersebut kini sudah digulirkan ke Senat, yang saat ini dikuasai dan dipimpin partai Republik.

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020) waktu setempat menyetujui rancangan undang-undang (RUU) kontroversial yang diajukan Partai Demokrat soal reformasi kepolisian.

RUU tersebut saat ini sudah digulirkan ke Senat. RUU itu sendiri ditentang oleh Presiden Donald Trump dan sekutu-sekutunya dari Partai Republik di Kongres.

DPR AS, yang dikontrol Partai Demokrat, mengesahkan rancangan undang-undang reformasi kepolisian melalui pemungutan suara, dengan hasil 236 anggota Dewan mendukung dan 181 menolak.

Namun, RUU reformasi kepolisian yang diusulkan Demokrat tersebut, yang mengamanatkan perubahan konkret dalam hukum dan kebijakan untuk mengendalikan kesalahan polisi, diperkirakan tidak akan diloloskan Senat --yang dipimpin perwakilan Partai Republik.

Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd. (Anadolu Agency)
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd. (Anadolu Agency)

RUU reformasi kepolisian tersebut diajukan menyusul kematian warga AS kulit hitam bernama George Floyd. George Floyd tewas setelah lehernya ditekan dengan lutut oleh anggota polisi Minneapolis, Minnesota, berkulit putih bernama Derek Chauvin pada 25 Mei 2020.

Derek Chauvin sendiri telah dipecat dari kesatuannya dan saat ini tengah menjalani proses hukum.

Kematian George Floyd memicu protes besar-besaran, bahkan memicu bentrok dan kerusuhan di sejumlah lokasi di AS. Aksi yang kemudian menjadi gerakan 'Black Lives Matter' saat ini tidak hanya mengguncang Amerika Serikat, akan tetapi juga beberapa negara di dunia. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS