Cara Klaim Token Listrik Gratis via www.pln.co.id dan WhatsApp Mulai 1 Juli

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 01 Juli 2020 | 11:20 WIB
Cara Klaim Token Listrik Gratis via www.pln.co.id dan WhatsApp Mulai 1 Juli
Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta Pusat, Kamis (28/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - PT PLN (Persero) memberikan subsidi token pulsa gratis bagi para pelanggan. Pelanggan bisa mengklaim token gratis tersebut melalui situs www.pln.co.id dan WhatsApp. Simak cara klaim token listrik gratis via www.pln.co.id dan WhatsApp berikut!

Token listrik gratis bisa diklaim mulai Rabu (1/7/2020) untuk bulan Juli 2020. Subsidi listrik tersebut diberikan bagi pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA.

Untuk pelanggan daya 450 VA akan digratiskan secara penuh 100 persen, sementara pelanggan daya 900 VA akan mendapatkan subsidi 50 persen.

Ada dua cara untuk mengklaim token listrik gratis, yakni melalui situs resmi www.pln.co.id dan melalui WhatsApp.

Cara klaim token listrik gratis via www.pln.co.id

1. Buka situs www.pln.co.id

2. Pilih menu 'Stimulus Covid-19 (Token Gratis/Diskon)

3. Masukkan ID pelanggan atau Nomor Meter

4. Masukkan kode captcha lalu klik 'Cari'

5. Setelah berhasil, nomor token gratis akan ditampilkan di layar

6. Masukkan nomor token gratis tersebut ke kWh meter sesuai dengan ID pelanggan

7. Anda sudah bisa menikmati token gratis dari PLN

Cara klaim token listrik gratis via WhatsApp

1. Buka aplikasi WhatsApp

2. Kirim pesan WhatsApp berisi pesan berupa nomor ID pelanggan ke nomor 08122-123-123

3. Tunggulah beberapa saat hingga mendapatkan balasan otomatis dari PLN. Berikut isi pesan dari PLN:

Halo Electrizen
Ketik 1 untuk Info Listrik Gratis/ Diskon Stimulus Covid19
Ketik 2 untuk Baca Meter Mandiri pemakaian listrik (pascabayar)
Hotline PLN (kode area) 123

4. Balas pesan tersebut dengan mengetik angka 1

5. PLN akan memberikan balasan meminta memasukkan nomor ID pelanggan. Berikut isi pesan balasan PLN:

Halo Electrizen, pemerintah memberikan listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga 450 VA & Diskon 50% untuk pelanggan rumah tangga 900 VA Subsidi (sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan pelanggan Bisnis dan Industri 450 VA. Silakan masukan ID pelanggan/nomor meter Anda ya?

6. Balas pesan tersebut dengan memasukkan nomor ID pelanggan

7. PLN akan memberikan balasan berupa nomor token gratis

7. Masukkan nomor token gratis tersebut ke kWh meter sesuai ID pelanggan

8. Anda sudah bisa menikmati token gratis dari PLN

Itulah cara klaim token listrik gratis via www.pln.co.id dan WhatsApp!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mudah Dapatkan Token Listrik Gratis Bulan Mei, Bisa Lewat WhatsApp

Cara Mudah Dapatkan Token Listrik Gratis Bulan Mei, Bisa Lewat WhatsApp

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:03 WIB

Token Listrik Gratis Bulan Mei Sudah Bisa Didapatkan, Simak Caranya!

Token Listrik Gratis Bulan Mei Sudah Bisa Didapatkan, Simak Caranya!

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 13:07 WIB

Diminta Bebaskan Tagihan Listrik Masjid di Tengah Corona, Ini Jawaban PLN

Diminta Bebaskan Tagihan Listrik Masjid di Tengah Corona, Ini Jawaban PLN

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2020 | 10:56 WIB

Terkini

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB