TikTok Bantah Bagikan Data Penggunanya di India ke Pemerintah China

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 01 Juli 2020 | 16:33 WIB
TikTok Bantah Bagikan Data Penggunanya di India ke Pemerintah China
Ilustrasi aplikasi TikTok. (pixabay.com/antonbe/13 images)

Suara.com - Pihak TikTok membantah telah berbagi data penggunanya di India kepada pemerintah China, setelah pihak New Delhi melarang aplikasi tersebut sebagai buntut ketegangan dengan Beijing.

"TikTok terus mematuhi semua persyaratan privasi dan keamanan data menurut hukum India dan belum membagikan informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing, termasuk pemerintah China," jelas pimpinan TikTok India Nikhil Gandhi dikutip dari Channel News Asia pada Rabu (1/7/2020).

"Lebih jauh jika kami diminta di kemudian hari, kami tidak akan melakukannya. Kami menempatkan kepentingan tertinggi pada privasi dan integritas pengguna," katanya.

Gandhi juga menambahkan bahwa pihaknya telah diundang pertemuan dengan pemerintah India untuk menanggapi dan mengirimkan klarifikasi perihal aturan pelarangan.

TikTok merupakan aplikasi buatan perusahaan China bernama ByteDance dan merupakan salah satu dari 59 aplikasi China yang dilarang oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pada Senin (29/6).

Diperkirakan ada sekitar 120 juta pengguna TikTok di India, menjadikan negara dengan 1,3 miliar penduduk ini sebagai pasar aplikasi internasional terbesar.

Kementerian Teknologi Informasi India mengatakan bahwa aplikasi dari China tersebut "terlibat dalam kegiatan ... merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum".

Pengumuman tersebut muncul setelah 20 tentara India terbunuh pada 15 Juni dalam bentrokan dengan pasukan China di perbatasan Himalaya yang disengketakan dalam 45 tahun.

Di tengah saling tuduh, raksasa Asia yang bersenjata nuklir telah memperkuat perbatasan antara wilayah Ladakh dan Tibet dengan mengirimkan ribuan pasukan tambahan, pesawat terbang dan persenjataan.

baca juga

Gesekan tersebut memicu kemarahan warga India dengan menyerukan untuk memboikot barang-barang China, bahkan ada yang membakar bendera China saat aksi protes di jalanan.

Pekan lalu, salah satu asosiasi hotel utama Delhi mengatakan bahwa anggotanya melarang tamu China dan akan berhenti menggunakan produk buatan China.

Menurut laporan media lokal, barang-barang buatan China, termasuk beberapa bahan baku penting bagi perusahaan farmasi India, juga mulai menumpuk di pelabuhan dan bandara India karena pemeriksaan pabean yang lebih ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, TikTok dan 50 Aplikasi iPhone Disebut Memata-matai Anda

Ngeri, TikTok dan 50 Aplikasi iPhone Disebut Memata-matai Anda

Tekno | Rabu, 01 Juli 2020 | 10:45 WIB

Diingatkan Pakai Masker, Seorang Pejabat Malah Ngamuk-ngamuk

Diingatkan Pakai Masker, Seorang Pejabat Malah Ngamuk-ngamuk

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 08:33 WIB

Lagi! Demo Tolak TKA China di Konawe Utara Hingga Jadi Tontonan Warga

Lagi! Demo Tolak TKA China di Konawe Utara Hingga Jadi Tontonan Warga

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 06:54 WIB

Terkini

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:17 WIB

Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo

Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB

Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB

Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan

Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB

5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor

5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB

Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos

Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:13 WIB

Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ

Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB

Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB

Kenapa Muka Jadi Abu-Abu setelah Pakai Cushion? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Muka Jadi Abu-Abu setelah Pakai Cushion? Begini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:05 WIB

Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027

Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:05 WIB

×