Bertambah 1.447 Kasus, Pasien Positif Corona RI Melesat Jadi 62.142 Orang

Agung Sandy Lesmana, Erick Tanjung

Sabtu, 04 Juli 2020 | 16:30 WIB
Bertambah 1.447 Kasus, Pasien Positif Corona RI Melesat Jadi 62.142 Orang
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah, Achmad Yurianto menyampaikan spesimen yang diperiksa untuk mengkonfirmasi pasien yang positif Covid-19 melalui PCR di laboratorium seluruh Indonesia hari ini 22.992 spesimen.

Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa adalah sebanyak 894.428 spesimen.

Dari pemeriksaan itu, kata dia, terdapat penambahan sebenyak 1.447 pasien baru Covid-19. 

"Sehingga dari hasil pemeriksaan itu kita dapatkan kasus konfirmasi positif baru 1.447. Sehingga total kasus positif adalah 62.142," kata Achmad Yurianto dalam konfrensi pers, Sabtu (4/7/2020).

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang hampir mencapai 1.500 kasus itu tersebar di sejumlah Provinsi. Yang paling tinggi angkanya adalah di Provinsi Jatim, yakni sebanyak 413 kasus baru dengan 100 sembuh.

Kemudian DKI Jakarta terdapat 223 kasus baru dengan 268 sembuh. Sulawesi Selatan 195 kasus baru dengan 41 sembuh, Jawa Tengah 110 kasus baru dengan 50 sembuh, Bali 91 kasus baru dengan 24 sembuh.

Sementara itu, kasus orang dalam pemantauan (ODP) 38.890 kasus, Psien Dalam Pengawasan (PDP) 14.205 kasus. Sedangkan kasus pasien positif yang meninggal hari ini ada 53 jiwa, sehingga total pasien yang meninggal 3.089 orang. Kasus Covid-19 tersebar di 34 Provinsi dan 453 Kab/Kota.

Yuri begitu ia akrab disapa, menyebutkan, ada 20 Provinsi hari ini yang melaporkan penambahan kasus kurang dari 10 kasus, bahkan ada 6 Provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru sama sekali. Bahkan provinsi yang melaporkan sembuh lebih banyak dari kasus baru.

"Penambahan 1.447 kasus baru ini tidak dimaknai bahwa seluruhnya masuk ke RS, karena sebagian kasus baru ini kita dapatkan dari hasil contact tracing. Kemudian kita lakukan pemeriksaan spesimen secara lebih masif," tuturnya.

baca juga

Sementara itu, tempt tidur di RS di seluruh Indonesia saat ini hanya terisi 53,50 persen. Artinya masih ada setengahnya tempat tidur lain yang belum diisi.

Dia menambahkan, kasus baru dalam dua hari terakhir, sebagaian besar ditemukan kasusnya dengan keluhan klinis yang minimalis. Sehingga tidak dirawat di rumah sakit dan diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah.

"Ini lah yang penting, karena kepatuhan dan kedisiplinan akan berpengaruh terhadap penularan kasus yang baru," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Tunjuk Abdul Kadir Jadi Ketua Dewan Pengawas Gantikan almarhum Acmad Yurianto

Jokowi Tunjuk Abdul Kadir Jadi Ketua Dewan Pengawas Gantikan almarhum Acmad Yurianto

News | Senin, 18 Juli 2022 | 15:38 WIB

Terkini

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 07:37 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:32 WIB

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:30 WIB

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 07:27 WIB

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:20 WIB

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

News | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

Riau | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:14 WIB

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB

×