Peneliti Sukses Membuat 'Bir Sehat', Bahannya dari Durian

Dany Garjito | Hikmawan Muhamad Firdaus
Peneliti Sukses Membuat 'Bir Sehat', Bahannya dari Durian
Ilustrasi durian. (Pixabay/Thruthseeker08)

"Jadi saya pikir, mengapa tidak minum bir yang mengandung probiotik?"

Suara.com - Kriza Calumba, seorang instruktur teknologi makanan dan sains dari Universitas Filipina-Mindanao, menciptakan ramuan yang terbuat dari bir namun sehat.

"Kita sudah tahu betapa bagusnya probiotik bagi tubuh tetapi makanan atau minuman yang memilikinya biasanya berbasis susu," kata Calumba, yang bekerja di , dikutip dari South China Morning Post, Minggu (5/7/2020).

"Jadi saya pikir, mengapa tidak minum bir yang mengandung probiotik? Ini bisa menjadi cara lain bagi mereka yang mungkin tidak toleran laktosa, dan itu bisa menjadi pilihan yang lebih sehat bagi mereka yang ingin menikmati bir," ujar wanita asal Davao, Filipina tersebut.

Calumba meneliti kemungkinan bir probiotik saat menyusun tesis untuk menyelesaikan program pascasarjananya di Louisiana State University (LSU).

Ketika Calumba tiba di LSU, departemen ilmu makanan sudah meneliti produk yang dapat mendukung probiotik. Tetapi kemungkinan menggunakan minuman beralkohol belum dilakukan.

Bertahun-tahun Calumba tumbuh di Davao yang memberinya wawasan unik. Provinsi asalnya - tempat Presiden Rodrigo Duterte menjabat sebagai Wali Kota Davao selama lebih dari 20 tahun - dikenal sebagai "ibu kota durian" di Filipina. Pada 2016, Davao memanen 71.000 ton buah, yang merupakan 75 persen dari total panen nasional.

Setelah membuat bir, Calumba menggunakan produk khas Davao untuk merancang metode unik yang mendukung mikroorganisme laktobasilus probiotik.

"Saya belajar bahwa kulit durian memiliki khasiat yang membantu melestarikan bakteri bahkan di hadapan alkohol," katanya.

"Saya bahkan tidak suka makan buah durian tetapi saya tahu bahwa provinsi kami memiliki banyak produk olahan durian. Dengan cara ini, dengan menggabungkan studi saya dengan durian, mungkin dapat bermanfaat di masa depan khususnya untuk kulit durian yang diproduksi oleh provinsi kami," jelas Calumba.

Calumba dan para peneliti lain melakukan percobaan pada temuannya selama hampir satu tahu, sebelum akhirnya diselesaikan tahun lalu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS