Ingatkan untuk Social Distancing, Seorang Pria di AS Malah Ditodong Pistol

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Ingatkan untuk Social Distancing, Seorang Pria di AS Malah Ditodong Pistol
Seorang pria todongkan pistol setelah diperingatkan untuk social distancing.[Twitter/@Dj__Torney]

Seorang pria berkulit hitam di AS ditodong pistol setelah ingatkan pengunjung bar untuk social distancing.

Suara.com - Seorang pemilik bar di Philadelphia menodongkan pistol ke seorang pria berkulit hitam setelah ia coba memperingatkan pengunjung untuk menjaga jarak sosial atau social distancing.

Menyadur The New York Post, insiden tersebut terjadi pada hari Minggu (5/7), berawal dari seorang pejalan kaki yang tidak dikenal menghentikan sepedanya di dekat Nick's Roast Beef dan mulai memanggil pelanggan yang sedang makan di luar.

Menurut saksi bernama Liz Krieger (34), yang saat itu sedang duduk di restoran, mengatakan bahwa pria tersebut berteriak "Social distancing! Tidak ada yang memakai masker!"

Mendengar teriakan pria tadi, pelanggan berusaha untuk mengusirnya hingga Jamie Atlig, pemilik Infusion Lounge terdekat menghampirinya. Pria kulit hitam dan Atlig pun terlibat adu mulut yang cukup panas.

Atlig kemudian menodongkan pistol ke arah pria berkulit hitam tersebut, mendorong beberapa pelanggan, termasuk Krieger untuk menjauh.

Melihat pertengkaran tersebut, seorang wanita berusaha untuk meleraikan dan memerintahkan Atlig untuk meletakan senjatanya.

"Letakkan senjata itu, dia tidak melakukan apa-apa. Dia tidak melakukan apa-apa." teriak seorang wanita kepada Atlig.

Jamie Atlig, pemilik Infusion Lounge AS yang menodongkan pistol.[Twitter/@Dj__Torney]
Jamie Atlig, pemilik Infusion Lounge AS yang menodongkan pistol.[Twitter/@Dj__Torney]

Setelah diteriaki oleh wanita tersebut, Atlig kemudian meletakkan senjatanya. Krieger mengatakan kepada The Philadelphia Inquirer bahwa pelanggan lain meneriaki lelaki berkulit hitam itu untuk menjauh.

Robert Gamburg, seorang pengacara Atlig, mengatakan kepada Philadelphia Inquirer bahwa kliennya diizinkan membawa senjata dan mengeluarkannya setelah lelaki itu "meraih punggungnya untuk mendapatkan sebuah benda."

"Dia pemilik bisnis dan dia diancam. Atlig melucuti senjatanya yang berlisensi, menjinakkan situasi, dan duduk kembali." jelas Robert Gamburg.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS