Baru 35 Hari Melaut, Kapal Kembali Merapat karena Kru Kena Virus Corona

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 14 Juli 2020 | 16:48 WIB
Baru 35 Hari Melaut, Kapal Kembali Merapat karena Kru Kena Virus Corona
Ilustrasi Kapal. (Pixabay/Anestiev)

Suara.com - Kapal penangkap ikan Argentina, Echizen Maru merapat setelah 35 hari melaut. Menyadur Buenos Aires Times pada Selasa (14/07/2020), kapal kembali dan berlabuh di Ushuaia karena puluhan kru kapal terinfeksi virus corona.

Berdasarkan informasi Departemen Kesehatan Provinsi Tierra del Fuego, 57 dari 61 kru dinyatakan positif corona.

Meskipun merapat, semua kru kapal langsung dikarantina ditempat dan tak diizinkan meninggalkan kapal. Mereka diisolasi, hanya petugas medis yang mendapat akses keluar-masuk kapal.

Kasus ini membuat pejabat kesehatan bingung karena semua kru sudah menjalani prosedur ketat sebelum masuk kapal. Mereka dikarantina selama 14 hari dan hanya kru yang dinyatakan negatif yang diberi izin untuk berlayar.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

"Sulit untuk menentukan bagaimana penularan kru ini, karena dalam 35 hari ini mereka belum pernah turun ke daratan dan pasokan dibuat hanya ketika meninggalkan pelabuhan Ushuaia," kata Alejandra Alfaro, direktur perawatan kesehatan primer di Tierra del Fuego.

Sebuah tim kini ditugaskan untuk menyelidiki riwayat gejala kru kapal agar kronologi penularannya bisa terpecahkan.

Kepala departemen penyakit menular di Rumah Sakit Regional Ushuaia, Leandro Ballatore mengatakan kasus ini tak sesuai dari semua deskripsi tentang virus corona.

Menurutnya, periode inkubasi dalam kasus ini sangat panjang dan belum pernah dijelaskan sebelumnya.Il

[Unsplash/Markus Spiske]
Ilustrasi virus corona. [Unsplash/Markus Spiske]

Kapal ikan Echizen Maru kembali ke daratan karena seorang kru menunjukkan gejala Covid-19. Protokoler darurat langsung dilakukan dan kru tersebut langsung diisolasi di ruangan yang sudah disiapkan sebelumnya.

baca juga

"Kami belum bisa menjelaskan bagaimana gejalanya muncul. Ini agak membingungkan, tapi kami sedang mendalami lima hipotesis yang harus diselesaikan untuk menentukan apa yang terjadi," kata Ballatore.

Lebih dari 100 ribu kasus virus corona terjadi di Argentina dengan angka kematian hingga 1.859 jiwa. Sekitar 95% infeksi terjadi di Buenos Aires, dengan populasi 14 juta dari total 44 juta penduduk Argentina.

Pariwisata domestik dibuka kembali di Tierra del Fuego pada akhir Juni, setelah lebih dari sebulan tidak ada kasus baru. Sejak pandemi, provinsi ini hanya mencatat 141 kasus dan satu kematian. Hingga Jumat pekan lalu, hanya lima orang yang dinyatakan positif corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dekati Brasil, Argentina Laporkan 100.000 Kasus Virus Corona

Dekati Brasil, Argentina Laporkan 100.000 Kasus Virus Corona

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 16:07 WIB

Gubernur Jateng Ganjar Ngamuk Solo Disebut Zona Hitam Virus Corona

Gubernur Jateng Ganjar Ngamuk Solo Disebut Zona Hitam Virus Corona

Jawa Tengah | Selasa, 14 Juli 2020 | 16:01 WIB

Gelombang Kedua Virus Corona Bisa Bunuh 120 Ribu Orang, Ini Saran Ahli!

Gelombang Kedua Virus Corona Bisa Bunuh 120 Ribu Orang, Ini Saran Ahli!

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Review Atonement: Saat Perang Usai, Rasa Bersalah Berubah Jadi Medan Tempur

Review Atonement: Saat Perang Usai, Rasa Bersalah Berubah Jadi Medan Tempur

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:15 WIB

7 Cara Menentukan Shio untuk Orang yang Lahir Bulan Januari dan Februari sebelum Imlek

7 Cara Menentukan Shio untuk Orang yang Lahir Bulan Januari dan Februari sebelum Imlek

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Warga Sakit hingga Lansia Terancam Terusir dari Rusun, DPRD DKI Soroti Penertiban Tak Humanis

Warga Sakit hingga Lansia Terancam Terusir dari Rusun, DPRD DKI Soroti Penertiban Tak Humanis

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Geger Penemuan Mayat Pria Terikat Borgol di Bekas Bangunan SPPG

Geger Penemuan Mayat Pria Terikat Borgol di Bekas Bangunan SPPG

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:13 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Manfaatnya Harus Dirasakan Pekerja

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Manfaatnya Harus Dirasakan Pekerja

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Moisturizer Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutannya agar Hasil Maksimal

Moisturizer Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutannya agar Hasil Maksimal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Lagu 'Haters' Kotak Mengajarkan Cara Terbaik Menikmati Hidup Tanpa Beban

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

Update RUU Perampasan Aset, Komjak: Illicit Enrichment dari PBB Itu Bersifat Imbauan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

×