Makan Marmut, Remaja Tewas Terinfeksi Virus Bubonic

Rendy Adrikni Sadikin | Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 16 Juli 2020 | 09:47 WIB
Makan Marmut, Remaja Tewas Terinfeksi Virus Bubonic
Ilustrasi marmut. (Pixabay)

Suara.com - Remaja berusia 15 tahun asal Mongolia meninggal dunia akibat terinfeksi wabah bubonic atau pes. Dia terinfeksi setelah berburu dan makan marmut.

Menyadur CNN, juru bicara Kementerian Kesehatan Mongolia, Dorj Narangerel mengatakan bocah yang tidak disebutkan namanya itu meninggal pada Minggu (12/7/2020).

Kekinian, pemerintah Mongolia telah memberlakukan karantina wilayah di distrik Tugrug di provinsi Gobi-Altai.

Karantina yang berlangsung sejak Minggu (12/7/2020) akan berjalan hingga Sabtu (18/7/2020).

15 orang yang berkontak langsung dengan remaja tersebut telah diisolasi dan untuk sementara dalam kondisi sehat.

Marmut hutan adalah tupai tanah besar, yang merupakan hewan pengerat. Secara historis, hewan itu kerap dikaitkan dengan wabah pes.

Ilustrasi Black Death. [Shutterstock]
Ilustrasi Black Death. [Shutterstock]

CNN melaporkan Mongolia telah mencatatkan 692 kasus wabah dari marmut dalam periode 1928 hingga 2018.

Dari jumlah tersebut, 513 meninggal karena penyakit pes, setara dengan angka kematian lebih dari 74 persen.

Awal bulan ini, dua orang lainnya dinyatakan positif terkena penyakit pes di provinsi tetangga Khovd, yang memicu peringatan dari para pejabat di Rusia.

Wabah pes merupakan salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah. Pada abat ke-14, wabah yang disebut Black Death itu tercatat membunuh 50 juta orang di Eropa.

Kekinian, antibiotik modern dapat mencegah komplikasi dan kematian dari wabah pes jika diberikan dengan cukup cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:28 WIB

Awas, Tupai Bisa Sebarkan Wabah Pes Ke Manusia

Awas, Tupai Bisa Sebarkan Wabah Pes Ke Manusia

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 12:10 WIB

Ini Penampakan Ular Piton Diduga Lilit Seorang Remaja Tangsel hingga Tewas

Ini Penampakan Ular Piton Diduga Lilit Seorang Remaja Tangsel hingga Tewas

Banten | Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:05 WIB

Remaja Tewas Gantung Diri, Diduga Pemicunya karena Kuota Internet Habis

Remaja Tewas Gantung Diri, Diduga Pemicunya karena Kuota Internet Habis

Jogja | Kamis, 09 Juli 2020 | 18:01 WIB

Wabah Pes Kembali Ditemukan, WHO Bilang Tidak Usah Khawatir

Wabah Pes Kembali Ditemukan, WHO Bilang Tidak Usah Khawatir

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 16:35 WIB

Terkini

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:11 WIB

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:48 WIB