Warga Portugal Boleh Kunjungi Klub Malam, Tapi Tak Boleh Joget

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 31 Juli 2020 | 12:09 WIB
Warga Portugal Boleh Kunjungi Klub Malam, Tapi Tak Boleh Joget
Ilustrasi Klub Malam. (Pixabay/mayenco)

Suara.com - Portugal memperbolehkan klub malam dan bar buka kembali mulai 1 Agustus mendatang, namun tanpa bagian lantai dansa.

Menyadur Channel News Asia, dibukanya kembali klub malam dan bar tapi tanpa lantai dansa ini berarti warga harus menunggu sedikit lebih lama untuk bisa berjoget di tempat tersebut.

Pembukaan kembali hiburan malam ini juga dibarengi dengan aturan yang diterapkan di kedai kopi dan toko roti, yakni harus tutup pada jam 8 malam di Lisbon dan jam 1 pagi di kota-kota lain.

Menteri Urusan Kabinet Portugal Mariana Vieira da Silva mengatakan tidak ada pilihan untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi bagi bisnis klub malam lantaran ancaman tingginya risiko penularan.

"Ada kemungkinan untuk membuka bar seperti toko roti atau kafe," ujar da Silva, Kamis (30/7). 

Ilustrasi Lantai Dansa. (Pixabay/Kreulebeule)
Ilustrasi Lantai Dansa. (Pixabay/Kreulebeule)

Sebagai gantinya, pemilik klub atau bar dianjurkan menyulap lantai dansa sebagai ruang tambahan untuk meja dan kursi pengunjung dengan catatan menerapkan jaga jarak sosial.

Kendati diperbolehkan kembali buka, namun sejumlah pelaku bisnis bar di Portugal mengaku kurang puas dengan keputusan ini.

Dengan kondisi pandemi, sejumlah aturan seperti jam tutup dirasa kurang masuk akal dan mengancam masa depan sektor ini.

"Ini tidak mungkin benar," ujar Hugo Cardoso, presiden asosiasi klub malam dan bar di seluruh negeri.

"Klub malam yang tutup jam 8 malam? Klub malam sebelum orang datang?" ujar Cardoso mempertanyakan aturan pemerintah soal pembukaan kembali.

Senada, Antonio Fonseca, presiden asosiasi klub malam di Porto, kota terbesar kedua di Portugal, mengatakan keputusan pemerintah ini sebagai hal yang konyol.

"Itu tidak masuk akal," katanya.

Bisnis klub malam dan bar di Portugal telah ditutup semenjak Maret lalu, ketika wabah virus corona mulai merebak di negara ini.

Negara ini awalnya mendapat pujian atas responnya yang cepat terkait pandemi virus corona.

Namun belakangan, kasus infeksi harian yang stabil berada di angka ratusan dalam dua bulan terakhir, membuat otoritas berwenang cukup khawatir dengan laju kasus.

Berdasarkan data dari Worldometers per Jumat (31/7), jumlah kasus infeksi virus corona di Portugal mencapai 50.868 dengan 1.727 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota DPRD Sumut Gebuki 2 Polisi di Klub Malam, 4 Orang Ditangkap

Anggota DPRD Sumut Gebuki 2 Polisi di Klub Malam, 4 Orang Ditangkap

News | Senin, 20 Juli 2020 | 16:24 WIB

Kronologi Grup Band Positif Corona Manggung di Klub Malam Terkenal

Kronologi Grup Band Positif Corona Manggung di Klub Malam Terkenal

News | Senin, 13 Juli 2020 | 13:46 WIB

Masuki Fase Ketiga Pembatasan, Portugal Bolehkan Bioskop dan Teater Buka

Masuki Fase Ketiga Pembatasan, Portugal Bolehkan Bioskop dan Teater Buka

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:55 WIB

Terkini

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:20 WIB

Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:09 WIB

Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!

Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:04 WIB

Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita

Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:46 WIB