Anak Bunuh Ibu Kandung karena Cemburu, Rekam saat Eksekusi

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 31 Juli 2020 | 13:39 WIB
Anak Bunuh Ibu Kandung karena Cemburu, Rekam saat Eksekusi
Ilustrasi [Suara.com/Anang Firmansyah]

Suara.com - Pemuda di India yang didera rasa cemburu nekat membunuh ibu kandungnya dengan cara digorok. Kemudian, membuang mayatnya ke hutan.

Menyadur Gulf News, Jumat (31/7/2020), Dhirendra Pandey merasa ibunya, Savitri Pandey, lebih sayang kepada saudara lelakinya ketimbang dengan dirinya.

Dari situ, pria berusia 24 tahun ini memutuskan untuk mengakhiri hidup sang ibu dengan tangannya sendiri.

Kepolisian menyebutkan Savitri ditemukan di dalam belantara dalam keadaan tak bernyawa dengan luka sayatan di leher pada Minggu (26/7) lalu.

"Seorang warga desa Khatika, Krispashankar Pandey, suami dari Savitri, korban tewas, memberi tahu kantor polisi pada Minggu (26/7) bwah seseorang telah membunuh Savitri Pandey dengan senjata tajam dan tubuhnya dilemparkan ke hutan terdekat," ujar pengawas polisi Rewa, Rakesh Singh.

Ilustrasi seorang penjahat lelaki mengandalkan senjata pisau untuk melumpuhkan korbannya. [shutterstock]
Ilustrasi seorang penjahat lelaki mengandalkan senjata pisau untuk melumpuhkan korbannya. [shutterstock]

Pelaku pembunuhan terungkap setelah polisi mengetahui Dhirendra menganggap ibunya pilih kasih, membuat pria ini sering mengancam akan membunuh Savitri.

"Dhirendra berkali-kali mengancam akan membunuh Savitri. Pernyataan ayah terdakwa kepada polisi memunculkan kecurigaan bahwa Dhirendra mungkin terlibat dalam pembunuhan itu," sambungnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyebut Savitri mengalami gangguan mental usai putra sulungnya meninggal dunia tahun lalu.

Sementara, Dhirendra yang menganggur, merasa ibunya lebih perhatian kepada putra sulungnya. Hal ini yang memicu rasa amarah dalam diri pria asal negara bagian Madhya Pradesh.

Disebutkan polisi, Dhirendra merekam proses pembunuhan ibu kandungnya itu. Adapun ponsel yang digunakan untuk mengambil video telah disita.

Pelaku yang ditangkap di kediamannya pada Selasa (28/8) telah mengakui perbuatannya dan membenarkan dirinya lah yang merekam video tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Tuanya Meninggal Kena Corona, Pria Ini Tanggung Biaya RS Rp 781 Juta

Orang Tuanya Meninggal Kena Corona, Pria Ini Tanggung Biaya RS Rp 781 Juta

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 22:21 WIB

Gegara Tak Pakai Helm, Polisi Tancapkan Kunci ke Dahi Pengendara Motor

Gegara Tak Pakai Helm, Polisi Tancapkan Kunci ke Dahi Pengendara Motor

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 19:01 WIB

Dibakar Api Cemburu, Pemuda Ini Gigit Punggung Hingga Injak Tubuh Pacarnya

Dibakar Api Cemburu, Pemuda Ini Gigit Punggung Hingga Injak Tubuh Pacarnya

Jogja | Kamis, 30 Juli 2020 | 17:27 WIB

Terkini

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:32 WIB