Suara.com - TAUD mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus yang dinilai sangat terencana. Temuan awal menunjukkan keterlibatan pihak yang sangat terlatih dalam eksekusi teror tersebut.
Perkembangan kasus penyiraman Andrie Yunus
Penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus merupakan "serangan yang terencana, terstruktur, dan sistematis, serta dilakukan aktor yang terlatih."
Hal tersebut dikemukakan Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) dalam konferensi pers kemarin (16/03).
TAUD juga menuntut Presiden Republik Indonesia untuk membentuk Tim Investigasi Independen, dan Kepala Kepolisian RI untuk "menangkap percobaan pembunuhan berencana ini secara transparan dan akuntabel."
Sementara itu, polisi telah membentuk Tim Gabungan Pengungkapan Perkara untuk mengungkap tragedi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Kombes Pol Iman Imaduddin dari Dirreskrimum Polda Metro Jaya mengatakan Polda Metro Jaya bisa menganalisa berdasarkan tangkapan kamera di 86 titik.
"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti korban sejak sebelum kejadian,"ungkapnya.
Tim sepak bola Iran pulang setelah tolak perlindungan Australia
Tim sepak bola perempuan Iran mulai pulang ke tanah air dari Malaysia, setelah lima pemain menarik permohonan perlindungan mereka di Australia.
Kelompok tersebut berangkat dengan penerbangan menuju Oman pada Senin malam (16/03).
Tujuh anggota tim, termasuk seorang pelatih pemain, diberikan visa kemanusiaan oleh pemerintah Australia karena khawatir risiko penganiayaan jika kembali ke Iran.
Namun, lima di antaranya menarik klaim mereka dan memilih untuk kembali ke negara asal.
Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan negara itu "bangga" pada para pemain sepak bola "yang tidak tergoda oleh godaan munafik para pejabat Australia."
Setidaknya 10 orang tewas akibat kebakaran di India
Sedikitnya 10 orang tewas dalam kebakaran di unit perawatan trauma sebuah rumah sakit di negara bagian Odisha, India timur, kemarin (16/03).
Lima orang terluka parah, tetapi belum jelas apakah itu akibat kebakaran atau karena penyakit yang sudah ada.
Kebakaran kemungkinan disebabkan oleh korsleting di pusat trauma, kata Kepala Menteri Mohan Charan Majhi kepada wartawan.
Kumpulan Kuis Menarik
Terkait
Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu
News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:20 WIB
Agar Pelaku Segera Tertangkap, TAUD Minta Polisi Lacak Sinyal di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus
News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:48 WIB
Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Bedah 86 CCTV dan 10 Ribu Menit Rekaman
News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:30 WIB
Terkini
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 23:22 WIB
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 23:20 WIB
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 23:17 WIB
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:28 WIB
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:20 WIB
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:19 WIB
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:47 WIB
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:07 WIB