Hingga Agustus 2020, IDI Sumut Kehilangan 9 Dokter Akibat Terpapar Covid-19

Chandra Iswinarno

Minggu, 02 Agustus 2020 | 22:19 WIB
Hingga Agustus 2020, IDI Sumut Kehilangan 9 Dokter Akibat Terpapar Covid-19
Ilustrasi pemakaman kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat ada sembilan dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona atau Covid-19.

Teranyar, seorang dokter muda spesialis paru gugur setelah 14 hari dirawat.

Ketua IDI Wilayah Sumut Dokter Edy Ardiansyah mengatakan, meninggalnya dokter Andhika Kesuma Putra menambah jumlah dokter di Sumatera Utara yang gugur akibat terpapar Corona.

"Hingga saat ini sembilan dokter yang telah mendahului kita, enam dokter spesialis dan tiga dokter umum," kata Edy Ardiansyah, Minggu (2/8/2020).

Edy menjelaskan, dokter Andhika adalah anggota IDI Cabang Medan. Dia ditugaskan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut di Rumah Sakit GL Tobing. Selain itu, ia juga bertugas di Rumah Sakit Colombia Asia menangani pasien Corona.

Andhika sempat menjalani perawatan ditempatnya bertugas selama 14 hari. Setelah beberapa hari dirawat, pada Sabtu (1/8/2020) ia meninggal dunia.

"Benar apa adanya, bahwa kondisinya menurun setelah dirawat beberapa hari. Kekuatan tubuh yang tidak optimal hingga beliau meninggal dunia," ujarnya.

Menurut Edy, para dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Corona setelah menangani pasien di sejumlah rumah sakit.

Dokter ke-9 yang gugur akibat ganasnya virus Corona adalah Adhika Kesuma Putra, dokter spesialis paru yang bertugas di Rumah Sakit Colombia Asia, Medan.

baca juga

"Kalau berbicara berapa yang terpapar, kami baru dapat data beberapa. Namun secara otentik kami tidak bisa sebutkan, silakan tanya ke gugus tugas," ungkapnya.

IDI Sumut mengimbau kepada tenaga medis maupun paramedis yang menangani pasien Corona agat dapat melindungi diri secara maksimal.

Pemerintah dan manajemen rumah sakit diminta untuk menjamin dan memperhatikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) para tenaga medis yang bertugas.

"Untuk para dokter yang menangani pasien Covid-19, harus memiliki kekuatan tubuh yang sehat. Melayani pasien Covid-19 bukan latihan, tapi pertandingan," ucapnya.

Edy membeberkan hingga saat ini masih banyak dokter, tenaga medis, paramedis yang masih dirawat maupun menjalani isolasi akibat terpapar Corona.

Mereka ada yang melakukan isolasi dan dirawat di rumah sakit dan ada pula yang melakukan isolasi mandiri.

Berdasarkan data yang dihimpun, sembilan dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Corona, yakni lima dokter anggota IDI Cabang Medan, dan empat lainnya anggota IDI Cabang Kisaran, Cabang Padang Sidempuan, Cabang Labuhan Batu Utara, dan Cabang Langkat.

Kontributor : Muhlis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 379 Pasien Saat Idul Adha, Positif Corona di DKI Capai 21.954 Kasus

Tambah 379 Pasien Saat Idul Adha, Positif Corona di DKI Capai 21.954 Kasus

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 21:01 WIB

Dokter Muda Spesialis Paru di Medan Meninggal karena Corona

Dokter Muda Spesialis Paru di Medan Meninggal karena Corona

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 12:59 WIB

Dokter Andika Meninggal, Jansen PD: Sudah Tepatkah Penanganan Corona Kita?

Dokter Andika Meninggal, Jansen PD: Sudah Tepatkah Penanganan Corona Kita?

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:43 WIB

Terkini

Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan

Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:10 WIB

Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi

Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:04 WIB

Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata

Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti

Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:58 WIB

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:49 WIB

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:47 WIB

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:45 WIB

×