Muncul Gerakan Donasi Internet Gratis Bagi Siswa Miskin di Masa Pandemi

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:41 WIB
Muncul Gerakan Donasi Internet Gratis Bagi Siswa Miskin di Masa Pandemi
Tangkap layar penggalangan dana untuk pelajar miskin agar bisa belajar online di masa pandemi Corona. (kitabisa.com).

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung membuat pola seluruh aktivitas berubah. Salah satunya dari sektor pendidikan.

Para pelajar baik itu tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi terpaksa belajar dengan metode jarak jauh atau dalam bentuk daring.

Tentunya hal ini berimbas bagi mereka yang harus mendapat fasilitas pendidikan di negeri ini - yang paling subtil adalah kuota internet. Di sisi lain, kondisi perekonomian masyarakat tidak seragam.

Pada kenyataanya, banyak pelajar dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah mengalami hambatan dalam proses belajarnya. Berkaitan dengan itu, seorang warga bernama Wahyu Wiwoho menggalang dana bertajuk "Internet Gratis Untuk Pelajar Kurang Mampu" di laman kitabisa.com.

"Inilah yang membuat saya tergerak untuk membantu sesama dengan kekuatan yang kita miliki masing-masing," tulis dia dalam laman isebagaimana dilansir Suara.com, Selasa (4/8/2020).

Wahyu mengatakan, berapapun nominal yang disumbangkan oleh segenap pihak yang melihat kampanye ini, bukan jadi soal. Kata dia, yang paling penting adalah kerja kolektif masyarakat Indonesia sehingga gerakan ini menjadi besar.

"Berapapun nominal yang teman-teman keluarkan tidak menjadi masalah, karena yang dibutuhkan adalah kolektivitas agar gerakan ini bisa menjadi besar sehingga dampaknya akan bisa segera terasa bagi pelajar yang membutuhkan," lanjut dia.

Wahyu menambahakan, dalam kondisi pandemi virus corona --yang membikin sulit secara ekonomi-- menghilangkan hak rakyat Indonesia untuk mengakses pendidikan.

Dia berujar, sejatinya pendidikan mampu mengentaskan kemiskinan.

"Jangan sampai kondisi pandemi dan kesulitan ekonomi menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan, karena sejatinya hanyalah pendidikan yang dapat mengentaskan mereka dari kemiskinan," bebernya.

Nantinya, donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membeli modem dan kuota internet bagi seribu pelajar dengan latar belakang kurang mampu.

Dalam hal ini, bantuan ini akan menyasar kepada pelajar yang berada di Jabodetabek dan daerah lainnya.

"Namun tidak tertutup kemungkinan juga bisa untuk mereka yang tinggal di daerah lain," tutup Wahyu.

Hingga pukul 17.00 WIB, donasi yang terkumpul mencapai Rp 7.501.307. Sementara itu, dana yang dibutuhkan dalam kampanye internet gratis ini adalah Rp 200.000.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkait Kasus Korupsi Google Cloud, KPK Periksa Nadiem Makarim selama 9 Jam

Terkait Kasus Korupsi Google Cloud, KPK Periksa Nadiem Makarim selama 9 Jam

Foto | Kamis, 07 Agustus 2025 | 19:27 WIB

Terkini

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB