alexametrics

Dokter Ceraikan Suaminya: Dia Gila Seks hingga Saya Tak Bisa Mandi

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Dokter Ceraikan Suaminya: Dia Gila Seks hingga Saya Tak Bisa Mandi
Ilustrasi gila seks. (Shutterstock)

Suaminya semakin gila seks semenjak ia melahirkan anak pertama.

Suara.com - Seorang dokter asal Rusia berinisial YI menggugat cerai suaminya, inisial AAW karena gila seks. YI mengaku tak kuat menghadapi AAW hingga ia tak punya waktu untuk mandi.

Menyadur Daily Record pada Selasa (04/08/2020), YI mengatakan dampak lain dari sikap obsesif suaminya atas seks, yaitu merusak kepercayaan diri dan terlalu mengendalikan segalanya.

Ia sangat kewalahan dengan semua sikap AAW yang minta berhubungan seks tiga kali sehari, termasuk ketika ia sedang menyusui anaknya.

"Seks, seks terus menerus. Ketika saya menyusui, semua yang dia inginkan hanyalah seks, bahkan saya tak bisa mandi karenanya."

Baca Juga: Predator Seks Fetish Kain Jarik, Gilang Ada di Kapuas Kalimantan Tengah

Ilustrasi pengadilan. (Shutterstock)
Ilustrasi sidang cerai. (Shutterstock)

AAW juga memanggil dirinya sendiri sebagai 'friendly rapist' alias pemerkosa yang ramah dan YI mendapati AAW memesan pelacur untuk putranya yang berusia 16 tahun dan kemudian berkata bahwa itu bukan urusan YI.

AAW tak mengizinkan YI untuk kembali ke Rusia bahkan ketika ibunya dalam keadaan sekarat. AAW berusaha menahan YI dengan alasan putra mereka yang masih kecil.

YI yang bekerja sebagai dokter ini menemukan foto seorang gadis berusia pertengahan 20-an dan menduga suaminya sudah memasuki dunia pelacur.

Hakim mengabulkan permintaan YI, terlebih karena AAW mengakui dirinya terobsesi dengan seks. "Dia siap menerima banyak perilaku tidak menyenangkan."

Ilustrasi seksual (Shutterstock).
Ilustrasi wanita korban gila seks. (Shutterstock).

YI juga terlihat sangat geram kala AAW menyangkal sebutan friendly rapist dan berkata bahwa itu hanya bualan dari istrinya semata.

Baca Juga: Predator Seks Fetish Gilang Masih Hilang, Keluarga Minta Maaf ke UNAIR

"Wajahnya jadi sangat merah ketika AAW menyangkal sebutan dirinya sebagai 'pemerkosa yang ramah' dan kemudian muncul untuk mengakuinya tetapi mengatakan bahwa istrinya telah menghasut istilah itu."

"Pandangannya tentang masalah apa pun benar-benar diabaikan dan bahwa pembela HAM memandangnya layak sebagai objek tuntutan seksualnya yang berlebihan," jelas hakim.

YI dan AAW pertama kali bertemu melalui aplikasi kencan online di Dubai. Mereka kemudian menghabiskan tahun baru di Praha dan menikah lalu menetap di Dubai.

Kehidupan rumah tangga pasangan ini awalnya biasanya saja tapi AAW membuatnya buruk dengan hasrat seksualnya setelah YI melahirkan anak pertama mereka.

Komentar