Begini Kondisi Pelabuhan Dwikora Pontianak Usai 9 Hari Tutup karena Corona

Bangun Santoso

Rabu, 05 Agustus 2020 | 11:37 WIB
Begini Kondisi Pelabuhan Dwikora Pontianak Usai 9 Hari Tutup karena Corona
Suasana Pelabuhan Dwikora Pontianak usai ditutup 9 hari karena virus corona, Rabu (5/8/2020). (Suara.com/Eko Susanto)

Suara.com - Aktivitas pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (5/8/2020) tampak sepi. Hal itu dikarenakan semenjak pemerintah setempat mengeluarkan perintah agar akses keluar masuk pelabuhan untuk sementara ditutup guna menghindari mata rantai penularan virus Covid-19 di daerah itu.

Kepala Bagian Operasional PELNI, Ismed mengatakan, penutupan akses pelabuhan tersebut hanya berlaku bagi mengangkut penumpang ke semua tujuan yang akan berangkat keluar Kalimantan Barat. Namun, tidak untuk aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu.

"Itu sudah insruksi dari gubernur kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi yang ditutup bagi penumpang, turun tidak boleh, naik pun tidak boleh. Untuk semua tujuan," katanya Ismed saat ditemui Suara.com di pelabuhan Dwikora Pontianak, Rabu (5/8/2020).

Dia menjelaskan, pihak PELNI mengikuti arahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Bahkan penutupan itu akan bejalan hingga 11 Agustus 2020 mendatang.

"Begitu dapat informasi dari provinsi langsung kami infokan di media kapal tidak bisa membawa dan menaikkan penumpang terhitung dari tanggal 28 Juli kemarin sampai tanggal 11 Agustus nanti," terangnya.

Menurut Ismed, untuk hari ini, Rabu (5/8/2020), hanya satu kapal bermuatan kargo yang datang dan akan pergi dengan tujuan Kepulauan Riau.

"Kapal kami hanya satu ini, kapal KM Sabuk Nusantara 80 Laut tujuan Kepri," katanya menambahkan.

Sementara Kadishub Provinsi Kalbar, Manto Saidi mengatakan, penutupan pelabuhan hingga 11 Agustus 2020. Ia mengakui jika pengawasan pelabuhan lebih diperketat karena penutupan dilakukan akibat adanya penumpang yang terkonfirmasi Covid-19 dari luar pulau Kalimantan.

"Sudah 9 hari ditutup, sejauh ini perusahaan kapal penumpang belum ada komplain, kami perketat terus pengawasan pelabuhan," katanya.

baca juga

Sejumlah pedagang di area pelabuhan itu tampak kosong dari pengunjung. Kondisi ini tak terlihat seperti biasanya, karena para penumpang itu hendak berbelanja sejumlah warung yang ada di area pelabuhan Dwikora Pontianak.

Salah satu pedagang angkringan, Ahmad Kasim (43) mengakui terasa sepi pengunjung semenjak diberlakukannya penutupan pelabuhan untuk mengangkut para penumpang. Kondisi ini sudah dirasakannya semenjak minggu ini.

Kasim sapaanya ini berjualan tepat di area pelabuhan Dwikora Pontianak. Ia juga jualan berbagai barang kebutuhan lainnya agar memenuhi kebutuhan penumpang biasanya.

"Sepi kadang yang ramaikan jualan kan penumpang, sebelum berangkat beli kue atau kebutuhan lain yang dibawa ke kapal," katanya, Rabu (5/8/2020).

Dalam sehari Kasim bisa menghasilkan omset berkisar dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Namun ketika kondisi dalam minggu ini sepi, pemasukan nya menurun akibat sepi penumpang yang datang membeli dagangan miliknya.

"Kadang tergantung penumpang dari pelabuhan, biasa dapat Rp 300 ribu dalam sehari, Rp 100 ribu kalau udah sepi, makin kondisinya seperti ini Rp 100 ribu lah dalam sehari bersihnya," ungkapnya.

Kondisi seperti ini kata Kasim, justru malah membuatnya mengantuk.

Justru ketika warung nya ramai, kasim malah bersemangat untuk melayani para pelanggan yang datang.

"Ngantuk lah kalau gini, soalnya sepi nggak ada buat paling nunggu pembeli yang singgah-singgah aja,kalau tutup awal rugi lah," ucap Kasim.

Hal itu juga dirasakan Salim, pemilik motor tambang di sungai kapuas yang tak jauh dari lokasi pelabuhan Dwikora Pontianak.

Sepinya penumpang yang datang maupun keluar Kalbar mempengaruhi aktivitas pekerjaannya. Karena setiap penumpang yang datang, kadang menyewa jasa angkutan transportasi air ini untuk menyebrangi sungai kapuas ke tempat tujuan.

"Biasa ada 3 sampai 5 orang, bawa barang sekarang sepi, ya betunggu tunggu gini lah sampai sore pulang ke rumah," ungkapnya.

Salim bercerita, satu penumpang dihargai Rp 10 ribu. Kadang kata Salim sehari, dia bisa mendapatkan Rp 150 ribu jika dirinya menunggu penumpang menggunakan jasanya dari pagi hingga sore.

"Biasa adalah dapat Rp 150 ribu, karena berbagi penumpang juga sama kawan yang punya tambang lain. Kalau sekarang kadang nunggu warga umum saja yang mau nyebrang, tapi tidak sebanyak seperti biasanya, sepi sekarang," keluhnya.

Mereka berharap, agar pemerintah juga dapat mencarikan jalan solusi supaya tidak berkelamaan untuk menutup pintu masuk pelabuhan itu. Sepinya penumpang justru mempengaruhi perekonomian para pemilik usaha untuk menopang hidup sehari-hari.

Kontributor : Eko Susanto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Jatim Positif Covid Kabur di Pontianak, Terdeteksi Virus Lebih Bahaya

Warga Jatim Positif Covid Kabur di Pontianak, Terdeteksi Virus Lebih Bahaya

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 09:44 WIB

Warga Jombang Positif Corona Kabur di Pontianak, Dinkes: Dia Mungkin Takut

Warga Jombang Positif Corona Kabur di Pontianak, Dinkes: Dia Mungkin Takut

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:24 WIB

Tak Ada Penerbangan ke Pontianak, Penumpang Citilink Terlantar di Juanda

Tak Ada Penerbangan ke Pontianak, Penumpang Citilink Terlantar di Juanda

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:40 WIB

Penerbangan Lion Air dan Citilink Rute Surabaya-Pontianak Setop Sementara

Penerbangan Lion Air dan Citilink Rute Surabaya-Pontianak Setop Sementara

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:21 WIB

Polisi Pontianak Memburu Warga Surabaya Positif Corona Kabur dari Hotel

Polisi Pontianak Memburu Warga Surabaya Positif Corona Kabur dari Hotel

Jatim | Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:37 WIB

Penumpang Maskapai Penerbangan Positif Covid-19 Kabur, Polisi: Masih Dicari

Penumpang Maskapai Penerbangan Positif Covid-19 Kabur, Polisi: Masih Dicari

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:16 WIB

Ada Corona, Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Soetta

Ada Corona, Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Soetta

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:59 WIB

Terkini

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB