8 Bandara Berpotensi Jadi Hub dan Super Hub, Ini Kata Alvin Lie

Erick Tanjung | Yosea Arga Pramudita
8 Bandara Berpotensi Jadi Hub dan Super Hub, Ini Kata Alvin Lie
Ilustrasi. Petugas melintas di samping layar informasi penerbangan di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (24/3/2020). [Antara]

Pengamat penerbangan, Alvin Lie mendukung dikembalikannya rute penerbangan internasional di beberapa bandara besar. Tentunya, bandara yang sudah berstatus internasional.

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengatakan ada delapan bandara yang berpotensi menjadi hub dan super hub bagi industri penerbangan dan pariwisata. Bandara dengan label internasional tersebut adalah Bandara Soekarno - Hatta, Ngurah Rai, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hassanudin, Sam Ratulangi, dan Juanda.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie mendukung dikembalikannya rute penerbangan internasional di beberapa bandara besar. Tentunya, bandara yang sudah berstatus internasional.

"Saya mendukung dikembalikannya untuk rute-rute internasional. Ada beberapa bandara besar yang diberikan status internasional dan jangan di obrak-obrak lagi seperti sekarang," kata Alvin Lie kepada Suara.com, Kamis (6/8/2020).

Alvin menilai, penerbangan di Indonesia sudah menggunakan pola jaringan hub and spoke. Dalam hal ini, hub adalah pusat (central) dan spoke adalah pengumpan.

Dia menyarankan sebaiknya rute penerbangan internasional memakan sistem yang tersentralisasi dengan hub sejumlah bandara besar. Sebab, sejumlah bandara dengan label internasional tersebut mempunyai kaitan dengan beberapa faktor, misalnya daya tarik wisata, industri, hingga perdagangan.

"Yang sekarang sudah kelihatan jadi itu Soekarno-Hatta, Despasar yakni Ngurah Rai, Kualamamu, Makassar dan beberapa lainnya yang ada kaitannya dengan visibility, ada daya tarik wisata, industri, perdagangan. Sehingga itu betul-betul visibel untuk penerbangan internasional," terangnya.

Sedangkan, bandara lain nantinya bisa menjadi pengumpan atau spoke. Sistem ini sudah berjalan lama, namun pada era pemerintahan Presiden Jokowi dibuat sebanyak mungkin bandara dengan label internasional.

"Sebetulnya sistemnya itu sudah tertata lama, tapi di pemerintahan Jokowi inilah, Pak Jokowi yang mendobrak. Dibuat sebanyak mungkin bandara internasional," tuturnya.

Bahkan, ada sejumlah bandara yang tidak masuk secara kategori, namun justru dijadikan bandara internasional. Contohnya bandara Banyuwangi, Silangit, hingga Bandar Lampung.

"Bahkan yang secara perhitungan tidak masuk pun dipaksakan internasional. Semuanya mengejar status internasional seperti Banyuwangi, Silangit, bahkan Bandar Lampung pun internasional," ucap Alvin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS