Butuh Uang Buat Nyabu, Pegawai Honorer LHK jadi Penjambret

Agung Sandy Lesmana
Butuh Uang Buat Nyabu, Pegawai Honorer LHK jadi Penjambret
Ilustrasi pelaku jambret. (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Iya, uangnya juga untuk saya beli sabu-sabu."

Suara.com - Petugas Kepolisian Sektor Pagutan, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang pegawai honorer berinisial MN (25) yang melakukan aksi penjambretan di Jalan Lingkar Selatan.

Kapolsek Pagutan Iptu I Ketut Artana, mengatakan, pelaku ditangkap berkat bantuan masyarakat yang melihat aksi melarikan diri dari pengejaran korban.

"Jadi beruntung tim operasional lapangan cepat datang dan melakukan pengamanan karena pelaku sempat dihakimi warga yang lebih dulu mengamankannya," kata Artana seperti dilaporkan Antara, Jumat (7/8/2020).

Setelah diamankan, pelaku diangkut ke Mapolsek Pagutan.

Barang bukti berupa tas korban yang dibuang pelaku saat mengetahui aksinya akan gagal turut diamankan. Begitu juga dengan kendaraan roda dua yang digunakannya dalam beraksi.

Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan di hadapan penyidik, MN mengaku masih aktif sebagai pegawai honorer di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Mataram.

"Sepuluh tahun lamanya dia sudah menjadi pegawai honorer di Dinas LHK Kota Mataram," ujarnya.

Namun MN mengaku honor bekerja di dinas masih belum cukup untuk menutupi utang. Belakangan dia pun mengatakan beberapa kalinya melakukan aksi jambret untuk memenuhi nafsunya mengonsumsi sabu-sabu.

"Iya, uangnya juga untuk saya beli sabu-sabu," kata MN ketika diinterogasi Kapolsek Pagutan dalam konferensi persnya.

Berkaitan dengan candunya dengan sabu, MN dari hasil pemeriksaan juga tercatat sebagai seorang residivis kasus narkoba.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS