Gara-gara Delivery, Pedagang Nasi Goreng Keliling Merana, Curhatnya Viral

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Gara-gara Delivery, Pedagang Nasi Goreng Keliling Merana, Curhatnya Viral
Gara-gara Delivery, Pedagang Nasi Goreng Keliling Merana, Curhatnya Viral (Twitter)

Sejak adanya layanan seperti GrabFood dan GoFood omset para pedagang keliling ini jatuh hingga 70 persen.

Suara.com - Pedagang makanan keliling seperti nasi goreng, satai hingga bakso mengalami penurunan pendapatan sejak muncul aplikasi layanan pesan antar atau delivery makanan.

Sebuah utas di Twitter yang membahas nasib para pedagang keliling ini menjadi viral di media sosial. Warganet pun berdebat terkait hal itu.

Unggahan ini dibuat oleh akun Twitter @rrrrrruto pada Jumat (7/8/2020). Ia memperlihatkan curhatan para pedagang makanan keliling yang merupakan postingan dari akun Instagram @novintt.

"Semenjak 5 tahun belakangan kalian ngerasa udah jarang pesen nasgor, sate, bakso gerobakan asongan yang biasa lewat kompleks atau gang di rumah-rumah gak?" tulis @novintt.

Sejak adanya layanan seperti GrabFood dan GoFood omset para pedagang keliling ini jatuh hingga 70 persen, kata @novintt.

Ia pun mencontohkan seorang pedagang ketoprak yang hanya mendapat Rp 8 ribu saja. Padahal abang penjual ketoprak itu memiliki tanggungan istri dan anak-anak.

"Tukang nasgor kemarin yang saya temuin, dia lagi makan timun udah berair sama nasi putihnya yang udah mulai keras punya dia sendiri," tutur @novintt.

"Padahal nasi barunya masih ada, tapi disimpen berharap ada yang beli tapi tahunya dia cuma dapat Rp 6 ribu. Itu juga dari temannya tukang sate yang beli setengah porsi," imbuhnya.

Selain itu ada juga cerita bapak penjual bakso pikulan yang bernama Wagimin. Saat ditemui, dagangannya masih belum laku sama sekali.

"Udah seminggu ini Pak Wagimin mikul dagangan bakso 60 kg pulang-pulang jadi 60,001 kg," kata @novintt.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS