Buku Sejarah Baru, Luka Lama Disangkal: Akankah Generasi Muda Mengingat 1965 dan 1998?

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 01 Juli 2025 | 21:11 WIB
Buku Sejarah Baru, Luka Lama Disangkal: Akankah Generasi Muda Mengingat 1965 dan 1998?
Sejarahwan senior, Asvi Warman Adam. [Suara.com/Pebriansyah Ariefana]

Suara.com - Berbagai pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia diproyeksikan tidak akan masuk dalam penulisan ulang sejarah nasional yang ditulis di Bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Sejarawan senior Asvi Warman Adam menuturkan, dugaan itu bisa dilihat dari pernyataan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon sendiri.

"Saya sangat pesimis. Apalagi karena apa yang dijawab oleh Menteri Kebudayaan bahwa ini bukan buku tentang sejarah HAM tapi secara umum gitu. Seharusnya dia katakan semuanya itu akan ditulis. Walaupun mungkin porsinya itu nanti akan disesuaikan gitu. Tapi dia sudah mengatakan atau membantah," kata Asvi kepada Suara.com dihubungi Selasa (1/7/2025).

Hal lain yang mengecewakan juga, kata Asvi, mengenai pernyataan Fadli Zon mengenai perkosaan massal pada tahun 1998.

Menurut Asvi, kejadian itu sudah seharusnya juga ditulis dalam buku sejarah nasional

"Dia juga menyangkal adanya perkosaan masal tahun '98. Padahal ini sesuatu yang menyakitkan bagi korban, bagi bangsa kita. Bahwa kenapa ini bisa terjadi gitu. Seharusnya itu kan dimuat gitu tapi tidak disangkal seperti sekarang," kritiknya.

Sejarah nasional yang tengah disusun saat ini disebut juga akan membuat generasi muda mendapatkan informasi yang keliru terhadap sejarah.

Padahal, Asvi menekankan kalau generasi muda juga berhak mengenai masa lalu Indonesia sesuai fakta.

"Hal-hal yang terjadi pada masa lalu mestinya diketahui oleh generasi muda. Misalnya pelanggaran HAM berat yang terjadi pada tahun 1965, yang terjadi pada tahun 1968 itu kan harus diketahui oleh generasi muda gitu. Supaya itu tidak terulang lagi," tegasnya.

baca juga

Dihubungi terpisah, sejarawan Asep Kambali juga menegaskan, bila generasi muda hanya disodori sejarah versi tunggal, maka mereka akan tumbuh tanpa kemampuan berpikir kritis dan kehilangan kepekaan terhadap keberagaman narasi masa lalu.

Dia menekankan bahwa sejarah bukan untuk dipuja-puji, melainkan untuk dipahami, dipelajari, dan dijadikan cermin untuk masa depan.

"Tanpa pendekatan akademik yang jujur dan terbuka, sejarah bisa berubah menjadi dogma. Ini membahayakan karena sejarah seharusnya menjadi benteng kesadaran, bukan tembok penjara ingatan," ucapnya.

Sejarawan Asep Kambali (Suara.com/Risna Halidi)
Sejarawan Asep Kambali. Terkait penulisan ulang buku sejarah [Suara.com]

Alih-alih membuat citra negara jadi baik, menurut Asep, menutup sejarah kelam hanya akan membuat bangsa yang tercerabut dari sejarah akan kehilangan arah.

Tak hanya itu, bahkan mudah dimanipulasi atau dikendalikan oleh kekuatan bangsa lain demi membentuk ulang identitas nasional sesuai kepentingannya.

"Untuk menghancurkan suatu bangsa, musnahkan ingatan sejarah generasi mudanya. Jangan sampai Indonesia hancur, karena tidak merawat ingatan sejarah bangsa kita," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Proyek Menbud Tulis Ulang Sejarah, Asvi Warman Adam: Terlalu Membesar-besarkan Jasa Soeharto

Kritik Proyek Menbud Tulis Ulang Sejarah, Asvi Warman Adam: Terlalu Membesar-besarkan Jasa Soeharto

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 15:18 WIB

Penulisan Ulang Sejarah Nasional Kejar Tayang, Sejarawan: Pesanan Menteri

Penulisan Ulang Sejarah Nasional Kejar Tayang, Sejarawan: Pesanan Menteri

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 13:49 WIB

Hakim MK Arief Hidayat Geram: Jangan Sampai Sejarah Ditulis Atas Nama Penguasa!

Hakim MK Arief Hidayat Geram: Jangan Sampai Sejarah Ditulis Atas Nama Penguasa!

News | Senin, 30 Juni 2025 | 20:14 WIB

Terkini

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

×