Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi

Rifan Aditya

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:21 WIB
Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi
Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi (Twitter)

Suara.com - Beredar video viral seorang siswa menyampaikan kritik terkait proses belajar daring atau online yang tengah diterapkan di Indonesia.

Ia pun menceritakan nasib siswa lain di berbagai pelosok Indonesia yang kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Rekaman itu diunggah oleh akun Twitter @bintangwirayasa pada, Minggu (9/8/2020).

Siswa yang tidak disebutkan namanya ini, mengaku kerap mengikuti kegiatan tingkat nasional. Dari sana, ia memiliki banyak teman dari pelosok daerah.

Berdasarkan cerita teman-temannya dari berbagai daerah, mereka semua memiliki keluhan yang sama.

"Dan ternyata yang dari Gorontalo, dari Lampung mereka itu memiliki keluhan yang sama. Mereka ada kendala gadget, kuota, sinyal dan di sana sering mati lampu," ucap siswa tersebut.

"Kita beruntung kita di Jakarta, kalau menurut saya," imbuhnya.

Menurut penuturan siswa itu, pihak sekolah di daerah hanya memberikan subsidi pulsa Rp 25 ribu untuk anak-anak.

"Sedangkan di sana kuota mahal. Mereka di pelosok kuota itu mahal, enggak kayak di Jakarta kita bisa dapat barang yang seperti itu dengan murah," ujar siswa yang berdiri di hadapan banyak orang dewasa tersebut.

Ia pun menyebut metode belajar daring kurang efektif dibandingkan dengan bertatap muka langsung. Sebab, belajar di sekolah siswa akan langsung dipantau oleh guru.

"Karena di sini ada yang habis absen tidur lagi. Karena seperti itu bu. Kita kurang efektif tidak seperti di sekolah," kata siswa itu dengan tegas.

Anak itu juga khawatir ketika membaca berita terkait wacana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dilaksanakan permanen.

"Kalau kita belajar cuma mau pintar, mah Google lebih pinter daripada sekolah, menurut saya," kritik siswa tersebut.

Baginya, semua informasi dan pengetahuan ada di Google. Sehingga siswa yang hanya ingin pintar bisa belajar dari internet saja.

Ia menambahkan, "Guru sejarah ya sejarah aja, ditanya matematika ya ke guru Matematika. Tapi kalau Google tahu semua dia".

Meskipun begitu, siswa tersebut merasa guru memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Google dan penting untuk perkembangan siswa.

"Jadi, kelebihan guru itu dia memiliki perasaan terhadap siswa. Mereka mendidik, mengajar. Mereka membentuk karakter kita, siswa-siswa Indonesia," pungkasnya.

Video tersebut memperoleh banyak respon dari warganet. Hingga Senin (10/8) siang, rekaman berdurasi 2.17 menit itu telah disaksikan lebih dari 600 ribu kali.

Bahkan warganet memberikan 20 ribu retweet, 49 ribu like dan hampir 700 komentar. Ada netizen yang setuju dengan pernyataan siswa tersebut, tapi sebagian yang lain tidak sependapat.

"Setuju. Lihat adik SD sekolahnya cuma dikasih tugas, disuruh baca buku, disuruh ngerjain kegiatan ini itu, terus divideo dikirim sama gurunya. Emang cukup buat bangun karakter? Selama dirumah juga ku lihat dia jarang interaksi (online) sama teman-temannya. Lebih khawatir aja sama perkembangan dia," kata @mochimaw.

"Sekarang, pelajar hanya mengeluh tanpa ada solusi. Mengeluh internet susah. IG lancar, youtube terus. Jadi yang terpenting apa? Semua tinggal prioritas kan? Ngomong internet mahal, motor sekeluarga masing-masing punya. Ya, penting juga motor, lalu prioaritas mana motor dan pendidikan," komentar @penulistintalid.

Video selengkapnya dapat disaksikan di sini.

Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi (Twitter)
Viral Siswa Kritik Belajar Online: Ada yang Habis Absen Tidur Lagi (Twitter)

Sebagaimana kita ketahui, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan oleh pemerintah untuk tetap dapat mendidik anak-anak di tengah masa pandemi virus corona atau COVID-19. Namun langkah ini menuai pro kontra.

Menanggapi hal ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa kementeriannya tengah mempersiapkan kurikulum darurat yang akan segera dirilis dalam waktu dekat.

Ia mengklaim bahwa kurikulum ini lebih sederhana daripada kurikulum sebelumnya.

Pengumuman itu ia paparkan pada Rabu (5/8/2020). Ia mengatakan bahwa kemeteriannya dituntut untuk bisa menyusun kurikulum dalam waktu singkat demi mengatasi permasalahan pemebelajaran selama pandemi.

"Kita ditantang untuk merevisi kurikulum yang biasanya minimal untuk merubah itu tiga tahun. Kita dipaksa untuk melakukannya dalam waktu 2-4 bulan. Alhamdulillah beberapa hari ke depan kami akan meluncurkan kurikulum covid, kurikulum darurat," kata Nadiem dalam acara Mata Najwa, Rabu (5/8/2020).

Kendati demikian, ia masih belum mengatakan nama dan waktu peluncuran kurikulum darurat itu.

Nadiem hanya menjelakan bahwa kurikulum itu akan membantu para tenaga pendidik dalam menjalankan kewajibannya mengajar.

Kurikulum baru itu nantinya akan menuntut fokus para guru untuk mengerjakan tugas yang lebih pokok sebagai pengajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilecehkan Driver Ojol, Pelanggan Dimintai Foto Tanpa Busana

Dilecehkan Driver Ojol, Pelanggan Dimintai Foto Tanpa Busana

Jogja | Senin, 10 Agustus 2020 | 10:46 WIB

Catur Feriyanto, Siswa Grobogan Jadi Kuli Bangunan Buat Belajar Online

Catur Feriyanto, Siswa Grobogan Jadi Kuli Bangunan Buat Belajar Online

Jabar | Senin, 10 Agustus 2020 | 10:02 WIB

Oknum Ojol Mesum Bikin Penumpang Ilfil, Minta Foto Telanjang via WhatsApp

Oknum Ojol Mesum Bikin Penumpang Ilfil, Minta Foto Telanjang via WhatsApp

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2020 | 10:02 WIB

Terkini

Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu

Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG

Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:03 WIB

Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional

Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:55 WIB

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:51 WIB

DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh

DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:46 WIB

KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan

KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:44 WIB

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:42 WIB

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:41 WIB

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:34 WIB

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:33 WIB