Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Petani Empat Kecamatan Alami Gagal Panen

Chandra Iswinarno

Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:36 WIB
Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Petani Empat Kecamatan Alami Gagal Panen
Kondisi ladang warga di Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo, Sumatera Utara tertutup abu erupsi Gunung Sinabung. [Istimewa]

Suara.com - Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak Sabtu (8/8/2020) menyebabkan empat kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) tertutup abu vulkanik. Akibatnya, ratusan ladang milik petani gagal panen.

Salah satunya dialami Warga Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Jon Printis yang mengeluhkan gagal panen akibat ladang cabai miliknya tertutup abu vulkanik.

"Gagal panen lah. Ini masih kami pilih mana yang masih bisa diambil, kami ambil, tapi sudah tertutup debu semua tanaman cabai kami," kata Jon, Selasa (11/8/2020).

Dijelaskan Jon, abu yang menutupi ladang miliknya berasal dari erupsi yang terjadi pada Seni (10/8/2020) pagi.

Tidak hanya ladang yang menjadi sumber mata pencaharian, rumah yang mereka tempati di Desa Sukatepu juga dihujani abu.

"Setelah erupsi itu langit gelap kali, seperti malam hari. Rumah kami sudah tertutup abu semua," ungkapnya.

Dirinya berharap, saat masa pandemi Covid-19 dan di tengah gagalnya panen warga, pemerintah dapat memperhatikan nasib mereka.

Menurut Jon, akibat gagal panen dampak dari erupsi Gunung Sinabung, jangankan untuk berharap keuntungan hasil ladang, balik modal saja Jon dan warga lainnya sudah sangat bersyukur.

"Kalau sudah begini, syukur-syukur bisa balik modal. Tapi sepertinya memang gagal total, paling kalau ada hanya bisa untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

baca juga

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, ada empat kecamatan yang sangat terdampak akibat erupsi Gunung Sinabung.

Empat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Namanteran, Kecamatan Merdeka, Dolat Rayat dan Kecamatan Berastagi.

"Empat kecamatan ini yang paling terdampak. Dari empat itu, Namanteran dan Merdeka merupakan yang paling parah tertutup abu vulkanik," kata Kepala BPBD Karo, Natanael Perangin-angin saat dikonfirmasi.

Dikatakan Natanael untuk Kecamatan Namanteran sekitar 907 hektare lahan pertanian warga terdampak hingga gagal panen.

Tanaman pertanian gagal panen akibat tebalnya abu vulkanik yang menyelimuti wilayah tersebut.

"Saat ini masih terus kita lakukan upaya pembersihan. Kalau di Namanteran itu paling terdampak, hasil pertanian seperti kentang, cabai, tomat dan kubis, banyak tertutup abu dan gagal panen," katanya.

Kontributor : Muhlis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Sinabung Erupsi, BPBD Karo Larang Warga Masuki Zona Merah

Gunung Sinabung Erupsi, BPBD Karo Larang Warga Masuki Zona Merah

News | Selasa, 11 Agustus 2020 | 03:05 WIB

Hingga Agustus 2020, 348 Tenaga Kesehatan di Sumut Terpapar Corona

Hingga Agustus 2020, 348 Tenaga Kesehatan di Sumut Terpapar Corona

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 23:06 WIB

Suasana Mencekam Gunung Sinabung Erupsi, 15 Menit Langit Gelap Gulita

Suasana Mencekam Gunung Sinabung Erupsi, 15 Menit Langit Gelap Gulita

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 12:15 WIB

Terkini

Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata

Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:48 WIB

Gelar Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Sukses Diraih BRI

Gelar Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Sukses Diraih BRI

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 11:47 WIB

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Kenali Karakter Shio Ayam Pria vs Wanita : Siapa yang Lebih Mendominasi dan Keras Kepala?

Kenali Karakter Shio Ayam Pria vs Wanita : Siapa yang Lebih Mendominasi dan Keras Kepala?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Profil dan Rekam Jejak Arif Sugiyanto, Eks Bupati Kebumen dan Mantan Polisi yang Terjaring OTT KPK

Profil dan Rekam Jejak Arif Sugiyanto, Eks Bupati Kebumen dan Mantan Polisi yang Terjaring OTT KPK

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:45 WIB

Jor-joran Biayai Program Prabowo, S&P Peringatkan Potensi Bahaya Bayangi Bank Himbara

Jor-joran Biayai Program Prabowo, S&P Peringatkan Potensi Bahaya Bayangi Bank Himbara

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:44 WIB

bank bjb dan KAI Commuter Dorong Integrasi Perbankan Digital dengan Transportasi Publik

bank bjb dan KAI Commuter Dorong Integrasi Perbankan Digital dengan Transportasi Publik

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:42 WIB

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Sumbar | Rabu, 16 September 2026 | 11:40 WIB

Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier

Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:40 WIB

Arab Saudi Klaim Makkah Diserang Drone, Houthi Bantah: Itu Kebohongan Besar!

Arab Saudi Klaim Makkah Diserang Drone, Houthi Bantah: Itu Kebohongan Besar!

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:38 WIB

×