Ditegur Main HP di Pesawat, Mumtaz Rais Sebut Nawawi KPK Pahlawan Kesiangan

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 10:22 WIB
Ditegur Main HP di Pesawat, Mumtaz Rais Sebut Nawawi KPK Pahlawan Kesiangan
Mumtaz Rais dan Nawawi Pamolango. (IG/DPR)

Suara.com - Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango angkat bicara terkait insiden cekcok mulut dirinya dengan putra Amien Rais yakni Mumtaz Rais saat berada dalam penerbangan pesawat Garuda GA 643 Rute Gorontalo - Makasar - Jakarta.

Nawawi mengaku hanya ingin mengingatkan putra Amien Rais itu, agar tak berkomunikasi menggunakan telepon genggamnya ketika pesawat transit di Makasar untuk mengisi bahan bakar.

Di mana awak kabin sudah berulang kali melalui pengeras suara maupun peneguran secara langsung agar Mumtaz mematikan percakapannya itu.

Namun, peringatan berulang itu tak ditanggapi dengan itikad baik Mumtaz Rais. Dirinya tak mengindahkan permintaan awak kabin, malah terus melakukan percakapan melalui telepon.

Nawawi menyebut dirinya duduk satu deretan di pesawat dengan anak mantan Ketua Umum PAN itu.

Mumtaz duduk kursi nomor 6A, sementara Nawawi nomor 6K, dan tidak ada orang lain lagi di barisan kursi. Sementara percakapan Mumtaz di telepon semakin keras dan cukup menganggu.

"Cara yang bersangkutan (Mumtaz Rais) berkomunikasi dengan suara yang keras, telah sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya saya peroleh sebagai sesama penumpang," ungkap Nawawi kepada Suara.com, Sabtu (15/8/2020).

Nawawi akhirnya, menegur Mumtaz dengan cara yang baik dan sopan.

"Kalimat awal yang saya ucapkan untuk ikut mengingatkan yang bersangkutan hanyalah: 'mas, tolong dipatuhi aja aturannya' ," ucap Nawawi pertama menegur kepada Mumtaz.

Baca Juga: Penjelasan KPK Soal Ribut Mumtaz Rais dengan Nawawi Pamolango di Pesawat

Namun, Mumtaz Rais malah bersikap arogan kepada Nawawi hingga berujung cekcok mulut dan kemudian ditenangkan awak kabin.

Menurut Nawawi, ucapan Mumtaz Rais dianggap seperti 'pahlawan kesiangan' dengan meminta Mumtaz untuk mematikan telepon di atas pesawat.

"Bahkan (Mumtaz) meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya, masih terus mengucapkan kata, 'pahlawan kesiangan' , dan saya hanya menyampaikan, saya akan meneruskan urusannya ke pihak berwenang di bandara," tegas Nawawi.

Ketika turun pesawat pun, Mumtaz tak sama sekali mempunyai itikad baik untuk meminta maaf.

Namun, kata Nawawi, ada salah satu rekan Mumtaz yang menyampaikan permintaan maaf.

"Ada pihak lain yang merupakan teman yang bersangkutan, yang saat hendak turun pesawat mengucapkan permohonan maaf, tapi yang bersangkutan (Mumtaz) sendiri telah buru-buru turun tanpa tegur sapa apapun," imbuh Nawawi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI