Deklarasi Koalisi Aksi, Analis: Mungkin Ancer-ancer Menuju Pilpres

Siswanto

Selasa, 18 Agustus 2020 | 18:13 WIB
Deklarasi Koalisi Aksi, Analis: Mungkin Ancer-ancer Menuju Pilpres
Mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin, (Suara.com/Angga Budhiyanto)

Suara.com - Siang tadi, sejumlah tokoh kumpul di Tugu Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat,  untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Koalisi yang digagas oleh Din Syamsuddin dan kawan-kawannya ini sebagai respon atas kondisi sosial dan ekonomi Indonesia akhir-akhir ini.

Analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim menyebut koalisi tersebut kental dengan nuansa gerakan politik.

"Mungkin ancer-ancer atau persiapan menuju pilpres 2024. Mungkin ada tokoh-tokoh yang ingin mulai perkenalkan diri sebagai bakal capres dan ada pendukung-pendukungnya," kata Rustam Ibrahi melalui akun Twitter.

Soal isu koalisi dibentuk untuk tujuan menyelamatkan Indonesia, menurut Rustam Ibrahim, "mustahillah dilakukan beberapa orang."

Untuk menyelamatkan Indonesia, menurut Rustam Ibrahim, Presiden Joko Widodo jauh lebih punya kemampuan untuk itu.

"79 persen rakyat Indonesia percaya Jokowi mampu membawa Indonesia keluar dari krisis. Jokowi punya seluruh aparatur negara untuk melaksanakan perintahnya dan mayoritas rakyat yang mendukungnya," kata Rustam Ibrahim.

Dalam deklarasi siang tadi, koalisi aksi menyampaikan delapan poin. Di antaranya, menuntut penyelenggara negara, khususnya pemerintah, DPR, DPD, dan MPR untuk tidak memberi peluang bangkitnya komunisme, ideologi anti Pancasila lainnya, separatisme serta menghentikan stigmatisasi kelompok keagamaan dengan isu intoleransi, radikalisme, ekstremisme serta upaya memecah belah masyarakat.

Mereka juga mendesak pemerintah menegakkan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri bebas aktif, dengan tidak condong bertekuk lutut kepada negara tertentu.

Koalisi menuntut pemerintah mengusut secara sungguh-sungguh dan tuntas terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang.

baca juga

Menurut sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, besarnya dukungan publik terhadap koalisi aksi yang terhimpun dalam waktu singkat terjadi karena didorong beberapa faktor.

Di antaranya, karena faktor ketokohan. Inisiator koalisi terdiri dari tokoh-tokoh yang kredibel, dikenal secara luas, punya jaringan internasional, dan lintas agama.

"Untuk dukungan, tidak saya ragukan, sangat luas. Terbukti, ini kan belum sebulan, sudah berdiri di berbagai daerah. dan hari ini, mereka akan joint declaration," kata Musni kepada Suara.com.

Selain faktor ketokohan, besarnya dukungan publik juga dipengaruhi oleh kesamaan pandangan dalam melihat dampak dari kemerosotan perekonomian nasional.

"Apa yang mereka lihat, (di antaranya) pengangguran banyak. Memang, ini diakibatkan (antara lain) pandemi Covid-19, tetapi sebelum pandemi sudah terjadi, ini (semenjak pandemi) semakin besar. Jadi, mereka terpanggil bergabung organisai baru karena memberikan harapan," katanya.

Faktor selanjutnya yaitu kondisi kemiskinan. Situasi sosial lainnya yang mendorong bertambahnya dukungan terhadap koalisi yaitu publik kehilangan harapan ke parlemen karena lembaga legislatif sudah dikuasai oleh pemerintah.

Istana sudah menanggapi pembentukan KAMI. Sesaat setelah terbentuk, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menekankan bahwa hal itu tidak menjadi masalah karena negeri ini menganut demokrasi.

Menurut Musni memang seharusnya tidak perlu takut merespon pembentukan KAMI karena kelahirannya sendiri merupakan bagian dari proses demokrasi.

"Tentu keadaan ini juga kita harus hati-hati. Maksudnya, tidak usah terlalu khawatir dampak dari organisasi ini, karena juga pandangan mereka akan disampaikan ke Presiden. juga ke DPR, MPR," katanya.

Pembentukan koalisi, menurut Musni, mestilah menjadi pelajaran berharga.

"Kenapa ini terjadi karena parlemen kita tidak sebagaimana yang diharapkan oleh rakyat. Karena dikooptasi oleh kekuasaan. Itu pernah terjadi di Orban, kekuasaan tunggal oleh Golkar. Rakyat tidak bisa berdaya. Akhrinya cari kanal baru lewat reformasi," kata Musni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumpa Pers di Istana Negara, Satgas Covid-19 Tegur Acara Deklarasi KAMI

Jumpa Pers di Istana Negara, Satgas Covid-19 Tegur Acara Deklarasi KAMI

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:44 WIB

Ada Peran Koalisi Anti-Susi Pudjiastuti di Kabinet Jokowi Periode Kedua

Ada Peran Koalisi Anti-Susi Pudjiastuti di Kabinet Jokowi Periode Kedua

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:27 WIB

KAMI Tuntut Sidang Istimewa, Kapitra PDIP: Itu Tindakan Makar

KAMI Tuntut Sidang Istimewa, Kapitra PDIP: Itu Tindakan Makar

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:33 WIB

Penjelasan Kenapa Koalisi Aksi yang Digagas Din Banyak Dukungan

Penjelasan Kenapa Koalisi Aksi yang Digagas Din Banyak Dukungan

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 09:18 WIB

Profil Din Syamsuddin Terlengkap

Profil Din Syamsuddin Terlengkap

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 16:14 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×