Anak Muda Ikut Nimbrung Dalam Politik Dinasti Pilkada Serentak 2020

Bimo Aria Fundrika, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 03:10 WIB
Anak Muda Ikut Nimbrung Dalam Politik Dinasti Pilkada Serentak 2020
Ilustrasi Pilkada. (Antara)

Suara.com - Anak-anak muda ternyata juga menjadi bagian politik dinasti pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Setidaknya ada enam orang dari bakal calon yang berstatus sebagai anak pejabat dan usianya merepresentasikan generasi milenial. 

Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Arfianto Purbolaksono mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil pengamatan di media massa dari 10 hingga 14 Agustus 2020.

"Terdapat enam orang dari 23 orang bakal calon yang berstatus anak, berusia di bawah 30 tahun atau merepresentasikan kelompok milenial," kata Anto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2020).

Keikutsertaan anak muda sebagai bagian politik dinasti menurut Anto menjadi temuan yang menarik tengah gencarnya arus dorongan untuk anak muda diberikan kesempatan yang lebih luas dalam kancah politik. 

Seorang petugas memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (22/72020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang petugas memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (22/72020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Akan tetapi, stigma negatif pun tetap melekat terhadap anak-anak muda tersebut mengingat mereka masih memiliki hubungan dengan pejabat. 

"Mereka dibayangi dengan stigma yang melekat bahwa mereka menjadi alat untuk tetap mengokohkan dinasti politiknya," ujarnya. 

Anto menilai kalau anak mudanya tersebut memiliki kompetensi, maka akan dinilai layak untuk maju sebagai calon petarung di Pilkada. Dengan begitu ia berharap kalau munculnya pemimpin-pemimpin mudah bisa mengubah wajah politik tanah air. 

"Jika partai politik mendorong pemimpin muda, seharusnya bukan karena si A anak siapa, atau si B menantu siapa, tetapi lebih kepada kompetensi para bakal calon," kata Anto.

Kemudian, menurutnya pemilih muda cenderung kritis terhadap kondisi negara hari ini, termasuk di dalamnya perilaku elit politik yang tengah berkompetisi saat ini.

baca juga

"Karena memiliki kecenderungan evaluatif, maka orientasi pemilih anak muda tidak memiliki ikatan terhadap partai politik maupun kandidat," tuturnya. 

Anto mengungkapkan tidak mengherankan kalau perilaku memilih anak muda merupakan bagian dari 'swing voters' dalam setiap pemilu.

Dengan begitu, ia mengingatkan kepada partai politik untuk membuka ruang yang lebih luas kepada anak muda yang memiliki kompetensi untuk berkiprah di dunia politik, tanpa melihat embel-embel kekerabatan, jika tidak ingin ditinggal pemilihnya di masa yang akan datang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paman Kandung Bobby Nasution Maju Pilkada Tapsel, Doli Bantah Faktor Istana

Paman Kandung Bobby Nasution Maju Pilkada Tapsel, Doli Bantah Faktor Istana

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:07 WIB

Ditanya Nama Cawali Surabaya, Wali Kota Risma Jawab Ini

Ditanya Nama Cawali Surabaya, Wali Kota Risma Jawab Ini

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 18:15 WIB

Ditinggal Deklarasi PPP Gerindra dan PKB, Golkar Sleman: Ya Sudah

Ditinggal Deklarasi PPP Gerindra dan PKB, Golkar Sleman: Ya Sudah

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 20:05 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×