Pemerintah Disebut Lebih Tunggu Vaksin daripada Tingkatkan Testing Covid-19

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 02 September 2020 | 05:15 WIB
Pemerintah Disebut Lebih Tunggu Vaksin daripada Tingkatkan Testing Covid-19
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom senior Faisal Basri sempat menyentil pengendalian virus Corona Covid-19) yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Faisal menganggap saat ini pemerintah malah lebih menunggu vaksin selesai diuji klinis ketimbang memikirkan strategi testing dan tracing Covid-19.

Faisal mengkhawatirkan cara pemerintah Indonesia untuk menangani penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Hubei, China. Sebab, ia tidak melihat upaya pemerintah untuk melakukan testing agar bisa mengetahui penularan virus di tengah masyarakat.

"Strategi testing, strategi untuk kontak tracing tidak ada, nah jadi sekarang keliatan pemerintah ingin jump, 'sudah deh tunggu vaksinnya saja'. Nah, ini yang saya khawatirkan," kata Faisal dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (1/9/2020).

Dalam satu sisi, Faisal sangat setuju apabila roda perekonomian harus tetap jalan di tengah pandemi Covid-19. Akan tetapi menurutnya, menyelematkan jiwa manusia itu sama dengan menyelamatkan perekonomian.

Dengan artian, pemerintah juga harus serius dalam menangani penularan Covid-19. Namun dalam pengamatannya, kurva kasus yang ada di Indonesia per harinya itu kian meningkat.

"Jadi sadarilah bahwa kita masih jauh untuk bisa dikatakan mengendalikan virus," ujarnya.

Faisal mencontohkan pada penularan kasus yang terjadi di Iran. Di sana, penularan pernah menaik tajam namun sempat landai dan dikelengahan itu, kasus positif pun kembali melonjak tajam.

Iran sendiri akan memasuki gelombang III. Sedangkan di Indonesia masih bertahan pada gelombang pertama.

baca juga

Hal tersebut tentu membuatnya khawatir karena terlihat jelas bahwa pemerintah belum bisa menangani kasus Covid-19.

"Ini bayangkan oleh teman-teman sekarang ini yang dirawat sudah 40 ribu sekian, kalau sampai 70 ribu, sudah collapse rumah sakit kita, artinya ICU sudah tidak terpenuhi lagi. Mudah-mudahan tidak terjadi," tuturnya.

"Tapi kita tidak melihat upaya-upaya maksimum untuk melakukan ini semua."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saraswati Minta Pemkot Tangsel Cepat Atasi Limbah Medis di Sungai Cisadane

Saraswati Minta Pemkot Tangsel Cepat Atasi Limbah Medis di Sungai Cisadane

Jakarta | Selasa, 01 September 2020 | 23:09 WIB

Resmikan Tugu Peringatan Covid-19, Anies: Semoga Kita Bisa Lebih Waspada

Resmikan Tugu Peringatan Covid-19, Anies: Semoga Kita Bisa Lebih Waspada

Jakarta | Selasa, 01 September 2020 | 22:29 WIB

Angka Corona Makin Tinggi, Anies Bakal Terapkan Pembatasan Berskala Lokal

Angka Corona Makin Tinggi, Anies Bakal Terapkan Pembatasan Berskala Lokal

News | Selasa, 01 September 2020 | 22:20 WIB

ICW: Pengadaan Alat Kesehatan di RSKI Pulau Galang Tidak Transparan

ICW: Pengadaan Alat Kesehatan di RSKI Pulau Galang Tidak Transparan

News | Selasa, 01 September 2020 | 22:13 WIB

Terkini

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:11 WIB

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:07 WIB

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:02 WIB

Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah

Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:00 WIB

Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan

Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:50 WIB

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:49 WIB

Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya

Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:45 WIB

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:33 WIB

Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat

Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:27 WIB

Mawar Kuning dan Tangis Haru Nadiem Makarim Jelang Sidang Vonis

Mawar Kuning dan Tangis Haru Nadiem Makarim Jelang Sidang Vonis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:19 WIB

×