TNI Banyak Tantangan, Polri Banyak Tentengan, Fahri: Mari Kita Ketawa

Siswanto

Rabu, 02 September 2020 | 10:51 WIB
TNI Banyak Tantangan, Polri Banyak Tentengan, Fahri: Mari Kita Ketawa
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sepertinya terhibur dengan ucapan mantan Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayor Jenderal (Purn) Syamsu Djalal.

"Mari kita ketawa...." kata Fahri Hamzah yang dikutip Suara.com dari akun Twitter @Fahrihamzah, Rabu, 2 September 2020. 

Di Indonesia Lawyers Club, tvOne, Selasa, 1 September 2020, Syamsu Djalal bicara tentang kasus penyerangan terhadap Polsek Ciracas yang dilakukan oknum tentara.

Menurut dia kasus perusakan hingga pembakaran Polsek Ciracas tidak sepenuhnya prajurit yang harus disalahkan. Syamsu Djalal mengatakan, pangkal dari masalah tentu ada pada persoalan kesejahteraan.

Mantan Jaksa Agung Intelijen di Kejagung itu mengatakan masyarakat saat ini pun sudah bisa tahu bagaimana pengkotak-kotakan kesejahteraan antara TNI dan Polri.

“Semenjak ABRI dipecah menjadi TNI dan Polri, TNI banyak tantangan, Polri banyak tentengan. Tanya aja ke masyarakat tuh, ada apa sebenarnya?” kata dia yang dilansir Hops -- media jaringan Suara.com.

Dalam sebuah pernyataan, dia juga menyinggung bagaimana candaan soal polisi turut menggema di masyarakat, akibat besarnya pengaruh Polri di masa kekinian.

“Kata masyarakat, polisi tidur saja sudah merepotkan, apalagi polisi bangun nih. Mohon maaf nih. Ini fakta kan ya.”

Dia kemudian bercerita bagaimana dirinya yang pensiunan jenderal bintang dua, namun di masa tua hanya mendapat Rp4 juta per bulan.

baca juga

“Saya penisunan bintang dua, hanya berapa? Rp4 juta Bang Karni. Ini bukan mengeluh ya. Ini fakta.”

Terkait Polri, Syamsu juga menyinggung sejumlah persoalan ketika dia masih menjabat sebagai Danpuspom ABRI. Kata dia, banyak sekali polisi yang dia periksa. Sebab, yang paling banyak melakukan pelanggaran, baik di darat, laut, dan udara, kata Syamsu, itu adalah polisi:

“Polri yang paling banyak melakukan tindak pidana tuh.”

Jangan dipecat, bahaya!

Sementara itu, terkait kasus penyerangan dan pembakaran Polsek Ciracas, Syamsu memang mengapresiasi langkah KASAD dalam menangani persoalan. Namun, dia mempertanyakan, apakah mesti semua prajurit TNI yang terlibat bentrok dengan Polri dan terlibat penyerangan itu harus dipecat?

Sebab dia menilai tidak ada anak buah yang salah 100 persen. Dia justru menyinggung pemimpin mereka, dua tingkat di atasnya untuk turut diperiksa.

Sebab prajurit memang harus selalu mendapat pembinaan yang baik. Di mana ini merupakan tanggung jawab komandan.

Syamsu justru khawatir apabila para oknum prajurit TNI yang terlibat penyerangan dan pembakaran anggota Polri dan Polsek Ciracas dipecat, akan menimbulkan sakit hati di kalangan mereka. Untuk selanjutnya menjadikan negara dalam bahaya.

“Jadi itu memang jiwa korsanya yang salah. Itu harus dihukum, sesuai dengan pelanggaran pidana yang dilakukannya. Itu harus tuntas. Tapi apakah perlu dipecat dia? Ditahan dululah.”

“Sebab kalau itu semua dipecat, nanti itu akan jadi bukan main. Teroris mendekati dia. Sudahlah kamu enggak berguna lagi, mari, kita bergerak. Itu mungkin saja, itu juga harus dipertimbangkan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amankan FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Antisipasi Kerawanan di Stadion hingga Jalur Suporter

Amankan FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Antisipasi Kerawanan di Stadion hingga Jalur Suporter

News | Senin, 21 September 2026 | 11:52 WIB

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:34 WIB

Prabowo Ingin Tambah Batalyon TNI, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisasi Ruang Sipil

Prabowo Ingin Tambah Batalyon TNI, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisasi Ruang Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:04 WIB

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:15 WIB

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:31 WIB

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 18:58 WIB

Bakal Jadi Kapal Induk Pertama RI, Ini Rencana Besar TNI AL Rombak Giuseppe Garibaldi

Bakal Jadi Kapal Induk Pertama RI, Ini Rencana Besar TNI AL Rombak Giuseppe Garibaldi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:27 WIB

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang

Menggiurkan di Awal, Beban di Akhir, Rencana Obligasi Jakarta Harus Ditinjau Ulang

News | Senin, 21 September 2026 | 18:02 WIB

Polisi Segera Panggil Pegawai Kejagung Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

Polisi Segera Panggil Pegawai Kejagung Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo

News | Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB

5 Inspirasi Busana Kerja ala Seo Kang Joon, Tampil Rapi dan Fashionable!

5 Inspirasi Busana Kerja ala Seo Kang Joon, Tampil Rapi dan Fashionable!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB

Penyidik Periksa 3 Pegawai ESDM di Kasus Korupsi Nikel PT CNI

Penyidik Periksa 3 Pegawai ESDM di Kasus Korupsi Nikel PT CNI

News | Senin, 21 September 2026 | 17:54 WIB

Kalijodo Bakal Direvitalisasi, Gubernur Pramono Ingin Warisan Ahok Tetap Terjaga

Kalijodo Bakal Direvitalisasi, Gubernur Pramono Ingin Warisan Ahok Tetap Terjaga

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:50 WIB

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

News | Senin, 21 September 2026 | 17:49 WIB

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 17:48 WIB

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:45 WIB

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 17:42 WIB

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

News | Senin, 21 September 2026 | 17:36 WIB

×