Muncul Tembok Besar Palsu di China Senilai Rp 216 Miliar Picu Perdebatan

Bangun Santoso

Kamis, 10 September 2020 | 06:58 WIB
Muncul Tembok Besar Palsu di China Senilai Rp 216 Miliar Picu Perdebatan
Tembok besar palsu di China picu perdebatan. (ANTARA/HO-GT)

Suara.com - Replika Tembok Besar di Taman Ekologi Xixiaguaishiling, Kota Nanchang, yang dibangun dengan biaya sebesar 100 juta yuan atau sekitar Rp 216,5 miliar memicu perdebatan sengit antarwarganet di China.

"Tembok Besar Palsu" seperti nama yang disematkan para wisatawan, situs tiruan di Ibu Kota Provinsi Jiangxi tersebut berupa jalan setapak yang membentang sepanjang 4 kilometer di atas perbukitan dengan dilengkapi menara pengawas persis seperti aslinya di Beijing.

"Membuang-buang uang saja untuk benda tiruan buruk itu. Kita sudah punya Tembok Besar," demikian komentar seorang warganet yang menamakan dirinya, Niu, Rabu (9/9/2020).

"Berapa Tembok Besar di pelosok negeri ini yang benar-benar peninggalan purbakala? Apakah kalian tahu Tembok Besar di China itulah sejarah yang sebenarnya? Apa yang ada di Nanchang memudahkan masyarakat setempat merasakan pengalaman Tembok Besar tanpa harus meninggalkan kotanya," timpal Xiaolizi, warganet lainnya.

Bahkan beberapa netizen lainnya mengkhawatirkan pembangunan replika tersebut merusak ekologi.

"Ini akan merusak ekologi dan berdampak pada satwa liar di sekitarnya," komentar netizen Chaishenjie.

"Tembok Besar Palsu" itu dibangun untuk mencegah kebakaran hutan, demikian Yu selaku penanggung jawab pemasaran objek wisata tersebut.

"Sekitar 70 persen area hutan. Untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan, kami putuskan membangun pagar pembatas kebakaran hutan itu menyerupai Tembok Besar," kata Yu dikutip media resmi setempat.

Ia menyebutkan pembangunan "Tembok Besar Palsu" dimulai pada 2013 dan rampung pada 2018 dengan menghabiskan biaya 100 juta yuan.

baca juga

"Kami tidak pernah mempromosikan bangunan ini sebagai Tembok Besar. Nama itu keluar dari mulut para wisatawan. Sebagian besar wisatawan tertarik karena mereka sangat menikmatinya tanpa harus ke Beijing," ujar Yu.

Memang Tembok Besar di Beijing selalu dipadati pengunjung sehingga sebagian besar merasa kurang nyaman menyusuri peninggalan bersejarah tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Berlalu, Tembok Besar China Dibuka Kembali

Pandemi Covid-19 Berlalu, Tembok Besar China Dibuka Kembali

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2020 | 06:14 WIB

2 Bulan Usai Ditutup karena Corona, Tembok Besar China Kembali Dibuka

2 Bulan Usai Ditutup karena Corona, Tembok Besar China Kembali Dibuka

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 06:12 WIB

HUT ke-74 Kemerdekaan RI Turut Dirayakan di Tembok Besar China

HUT ke-74 Kemerdekaan RI Turut Dirayakan di Tembok Besar China

News | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Kunjungan Wisatawan di Tembok Besar China Lampaui Populasi Austria

Kunjungan Wisatawan di Tembok Besar China Lampaui Populasi Austria

Lifestyle | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:00 WIB

Mulai 1 Juni Jumlah Pengunjung Harian Tembok Raksasa China Dibatasi

Mulai 1 Juni Jumlah Pengunjung Harian Tembok Raksasa China Dibatasi

Lifestyle | Kamis, 30 Mei 2019 | 07:25 WIB

Kelewat Menawan, 5 Destinasi Wisata di China Ini Malah Jarang Dibicarakan

Kelewat Menawan, 5 Destinasi Wisata di China Ini Malah Jarang Dibicarakan

Lifestyle | Kamis, 23 Mei 2019 | 15:50 WIB

Versi Mini Tembok Besar China Ada di Kroasia, Begini Penampakannya

Versi Mini Tembok Besar China Ada di Kroasia, Begini Penampakannya

Lifestyle | Senin, 13 Mei 2019 | 13:05 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

×