Anies Baswedan Kena Kritik karena PSBB Total, ini Respons Tengku Zulkarnain

Reza Gunadha, Hernawan

Jum'at, 11 September 2020 | 16:09 WIB
Anies Baswedan Kena Kritik karena PSBB Total, ini Respons Tengku Zulkarnain
Wakil Sekjend MUI, Tengku Zulkarnain menolak rencana sertifikasi penceramah yang menjadi program Kemenag RI.

Suara.com - Program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat yang kembali diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menuai pro dan kontra.

Pasalnya, kebijakannya ini ditentang oleh sejumlah pihak dan mengundang sejumlah pihak untuk menyalahkan Anies Baswedan.

Sikap orang-orang terhadap Anies Baswedan direspons oleh sejumlah tokoh publik, salah satunya Tengku Zulkarnain.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini tampak menyinggung sejumlah pihak yang dianggap membully Anies Baswedan.

Ia juga tampak heran kenapa justru Gubernur DKI Jakarta yang disalahkan, padahal tidak seluruhnya korban covid-19 adalah warga Jakarta.

Tangkapan Layar Cuitan Tengku Zulkarnain (Twitter/@ustadtengkuzul).
Tangkapan Layar Cuitan Tengku Zulkarnain (Twitter/@ustadtengkuzul).

"Korban terpapar covid-19 di Indonesia melewati angka 200.000 jiwa. Dan yang dibully dianggap bersalah Gubernur DKI Jakarta. Memangnya 200.000-an korban itu semuanya warga Jakarta?" tulis Tengku lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (11/9/2020).

Lebih lanjut lagi, Tengku Zulkarnain tampak disinis dan menyebut apakah Gubernur DKI Jakarta merangkap jadi Presiden Indonesia lantaran sepanjang ini, Anies terlihat selalu dibully.

"Terus Gubernur Jakarta itu merangkap Presiden RI kah?" sambung Tengku.

Terakhir, Tengku Zul bertanya kemana Jokowi dan kenapa tidak dibully.

baca juga

"Lha, presidennya kemana, tidak mereka bully?" pungkas Tengku.

Cuitan Wasekjed MUI ini mengundang berbagai reaksi dari warganet. Bahkan, respons Tengku Zul ini telah menembus 535 retweets dan disukai oleh 2.000 pengguna Twitter.

Sejumlah warganet tampak sepakat dengan respons dari Tengku Zul. Beberapa dari mereka mengakui jika serangan yang mengarah kepada Anies tersebut tidak seharusnya terjadi.

"200.000 jiwa dari seluruh Indonesia tetapi yang diserang Pak Anies. Secara tidak langsung kapasitas seseorang Gubernur sudah seperti Presiden," timpal seorang warganet.

Namun, sebagian warganet lainnya merasa tidak perlu saling menyalahkan, sebab hal yang paling penting sekarang adalah tahu porsi tanggung jawab masing-masing.

"Bukan masalah salah gubernur Jakarta atau salah presiden, harusnya masing-masing tahu porsi tanggung jawabnya. Jadi tidak perlu ribut-ribut melulu," ungkap warganet lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petugas Pencatat Meteran Listrik PLN Pakai APD saat PSBB Nanti

Petugas Pencatat Meteran Listrik PLN Pakai APD saat PSBB Nanti

Bisnis | Jum'at, 11 September 2020 | 15:08 WIB

Banten Kembali Terapkan PSBB

Banten Kembali Terapkan PSBB

Foto | Jum'at, 11 September 2020 | 14:48 WIB

Suasana Salat Jumat Jelang PSBB Total di Jakarta

Suasana Salat Jumat Jelang PSBB Total di Jakarta

Foto | Jum'at, 11 September 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×