Cek Fakta: Benarkah Pelarangan Masker Scuba Bagian dari Politik Perusahaan?

Reza Gunadha, Hernawan

Senin, 21 September 2020 | 18:42 WIB
Cek Fakta: Benarkah Pelarangan Masker Scuba Bagian dari Politik Perusahaan?
[SALAH] Pelarangan Masker Scuba adalah Politik Perusahaan (Turnbackhoax.id).

Suara.com - Di linimasa media sosial, beredar klaim yang mengatakan bahwa larangan pemakaian masker scuba adalah bagian dari politik perusahaan.

Klaim tersebut dikabarkan oleh pemilik akun Facebook Tommy Cen dengan melampirkan foto tayangan televisi media yang terkait dengan larangan masker scuba.

Berikut narasi yang dibuat oleh Tommy Cen:

"Ini politik perusahaan beneran... Dulu awal pandemi masker di save harga di naikkan selangit & keluar lah masker scuba produksi rmhan harga murah jg bisa di cuci pakai lagi... Skrg di larang masker scuba krn masker mereka tdk laku jg mahal... bantu tdk mlh sll nyusahin masyarakat melulu... bila mau membantu stiap rumah di bagi masker 1 kotak/bln scr free n sosialisasi br jlnin larangan itu."

[SALAH] Pelarangan Masker Scuba adalah Politik Perusahaan (Turnbackhoax.id).
[SALAH] Pelarangan Masker Scuba adalah Politik Perusahaan (Turnbackhoax.id).

Lantas benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan suara.com pada Minggu (20/9/2020), klaim yang mengatakan bahwa larangan pemakaian masker scuba lantaran berkaitan dengan politik perusahaan tersebut merupakan klaim yang salah.

Faktanya, pelarangan ini disebabkan lantaran masker scuba dianggap tidak efektif dalam mencegah penyebaran covid-19, bukan karena politik perusahaan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menuturkan bahwa masker scuba dan buff adalah masker dengan satu lapisan, tipis, dan mudah ditarik ke leher. Menurutnya, pengunaan masker scuba dirasa tidak berarti.

baca juga

Sebagai langkah pencegahan, Wiku merekomendasikan masker bedah atau kain yang terdiri atas tiga lapisan kain katun.

Ketua Tim Protokol Tim Mitigas Pengurus Besar IDI, dr Eka Ginanjar mengungkapkan bahwa masker scuba termasuk dalam kategori masker yang proteksinya tidak terlalu kuat. Menurutnya, setiap renggangan yang ditimbulkan, maka pori-pori dari masker scuba akan melebar. Hal ini yang menyebabkan daya tapisnya semakin jauh berkurang.

"Sehingga dalam kondisi yang seperti ini tidak disarankan menggunakan masker scuba karena kondisi infeksi sedang tinggi, hanya satu lapis, bisa merenggang, dan kurang ketat menutup aliran udara," jelas Eka, Jumat (18/9/2020).

Suara.com sendiri pernah mengangkat artikel terkait dengan ini. Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RSA UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THT-KL menyatakan bahwa penggunaan masker scuba dinilai tidak efektif sebagai pencegahan diri terhadap serangan virus covid-19.

"Masker scuba memiliki efektifitas paling kecil hanya sekitar nol sampai lima persen sehingga tidak cukup untuk proteksi," jelasnya.

Artinya, pemakaian masker scuba dinilai kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar penyakit yang disebabkan oleh vierus SARS-CoV-2 tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Minum Kopi Tiga Kali Sehari Bisa Cegah Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah Minum Kopi Tiga Kali Sehari Bisa Cegah Covid-19?

News | Senin, 21 September 2020 | 16:54 WIB

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Sebut Masker Scuba Belum Dilarang

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Sebut Masker Scuba Belum Dilarang

Jabar | Senin, 21 September 2020 | 16:38 WIB

UPDATE! Pengguna KRL Stasiun Rangkasbitung Wajib Pakai Masker 3 Lapis

UPDATE! Pengguna KRL Stasiun Rangkasbitung Wajib Pakai Masker 3 Lapis

Banten | Senin, 21 September 2020 | 13:35 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×