Koar-koar Isu PKI Bangkit, Gatot Nurmantyo Kena Skakmat Putra DN Aidit

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Jum'at, 25 September 2020 | 13:26 WIB
Koar-koar Isu PKI Bangkit, Gatot Nurmantyo Kena Skakmat Putra DN Aidit
Gatot Nurmantyo (kiri) dan Ilham Aidit (kanan). [Suara.com]

Suara.com - Ilham Aidit, putra keempat Ketua CC PKI almarhum DN Aidit, buka suara terkait isu kebangkitan partai komunis yang pada bulan September 2020 kembali dikoar-koarkan sejumlah pihak.

Isu tersebut mencuat seusai Gatot Nurmantyo mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI.

Gatot mengklaim, dirinya dicopot dari jabatan panglima TNI karena menginstruksikan jajarannya memutar kembali film Pengkhianatan G30SPKI yang kontroversial.

Ilham Aidit mengakui tak heran isu kebangkitan PKI kembali mencuat. Ia menuturkan, isu itu selalu dikoar-koarkan oleh pihak tertentu setiap tahunnya, khususnya ketika memasuki bulan September.

"Bayangkan, sekarang sudah lebih dari 50 tahun itu dibangkit-bangkitkan lagi dan sebagainya. Memang tahun-tahun yang tidak pernah berakhir, buat kami-kami ini tahu bahwa ini nggak akan berakhir. Mungkin reda sedikit karena ada isu lain, tapi kemudian nanti akan muncul lagi, muncul lagi," kata Ilham Aidit saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2020).

Ilham Aidit berpendapat, semua yang terjadi itu bukan tanpa sebab. Dia menilai hal itu ialah dampak dari begitu luar biasanya propaganda rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun.

Salah satu propaganda tersebut, yakni melalui film dokudrama propaganda berjudul “Pengkhianatan G30SPKI” karya Arifin C Noer, yang ketika itu diwajibkan ditonton bagi siswa-siswi di bangku sekolah.

Film Pengkhianatan G30SPKI pada era 80-an hingga 90-an, menjadi modal bagi Soeharto memberikan penjelasan tentang tragedi 65 versinya sendiri. Film tersebut disponsori pemerintah Orba dengan anggaran Rp 800 juta.

"Sehingga ada satu setengah generasi lah kira-kira yang berhasil dindoktrinasi atau dipaparkan soal beginian. Itu perlu terapi yang juga lama," ujar Ilham Aidit.

baca juga

Kepada Suara.com, Ilham Aidit sebelumnya juga pernah mengaku kesal kepada Gatot Nurmantyo.

Khususnya, saat menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot pernah menginstruksikan prajuritnya untuk wajib menonton kembali film Pengkhianatan G30SPKI.

Padahal, menurut dia, dengan mewajibkan menonton film tersebut hanya akan menanamkan kebodohan kepada generasi bangsa, perihal sejarah yang telah direkayasa Orde Baru.

"Tetapi, sebagian besar masyarakat saya yakin sudah jauh lebih pintar dan kritis," ucap Ilham Aidit.

Siapa di belakang Gatot?

Ilham Aidit menilai, pernyataan Gatot Nurmantyo yang belakangan mengungkapkan alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI karena menginstruksikan prajuritnya untuk menonton film Pengkhianatan G30SPKI hanyalah omong kosong.

Sebab, menurut Ilham Aidit, semua orang pun telah mengetahui Gatot dicopot lantaran masa baktinya memang telah habis.

Di lain sisi, Ilham Aidit justru menilai pengungkapan Gatot tersebut sarat muatan politis.

"Seratus persen itu agenda politik, dia menjajakan pandangan politik dia, dan mudah juga dibaca di belakang itu siapa," ucap Ilham Aidit.

Menurut Ilham Aidit, apa yang dilakukan oleh Gatot sebagai sosok yang memiliki ambisi untuk maju menjadi calon presiden tak lebih sebagai penjajaan diri untuk menggalang basis masa pendukung di Pilpres 2024.

Dia menyebut, apa yang dilakukan Gatot dengan memunculkan isu PKI adalah menduplikasi cara rezim Orde Baru dalam memuncaki kejayaannya.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa rezim Orde Baru pada masanya mampu berkuasa hingga puluhan tahun tidak lain dengan menggunakan narasi propaganda patriotisme dengan alih-alih menyelamatkan NKRI dan Pancasila dari PKI.

Padahal, Ilham Aidit sendiri meragukan ihwal adannya kebangkitan PKI di era kekinian.

"Ini mereka mencoba menduplikasi kalau menurut saya, menduplikasi kejayaan itu (rezim Orde Baru). Walaupun itu saya bilang justru tidak strategis, karena semua orang sudah mulai pintar dan tahu bahwa soal PKI adalah pelaku kudeta penuh tanda tanya besar," katanya.

"Kedua juga orang sudah melek bahwa kekisruhan yang selama ini muncul juga bukan karena ada neo-PKI, tapi lebih ke intoleran, radikalisme, dan sebagainya," imbuh Ilham Aidit.

Ia berpendapat bahwa paham komunisme sendiri kekinian menurutnya tidak lagi memunyai ruang di dunia. Meski, masih ada beberapa negara di Eropa yang menganut paham tersebut.

"Berbeda di tahun 50an, 60an di mana sepertiga dunia itu menganut komunisme, paham itu. Berbeda sekali, enggak ada ruang," ujarnya.

Terlebih, Ilham Aidit mengemukakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling khawatir akan adanya partai komunis.

Berbeda dengan negara-negara lain yang tidak begitu takut atau khawatir lantaran mereka meyakini bahwa partai komunis kekinian tidak lagi laku atau memiliki tempat.

"Tetapi di Indonesia, begitu ada niatan, begitu mereka mulai berkumpul untuk membuat partai (komunis) udah pasti lumat itu," katanya menambahkan.

Barisan orang kalah

Tak hanya itu, Ilham Aidit menilai pengungkapan eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengaku bergabung dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) lantaran adanya kebangkitan PKI gaya baru di Indonesia, adalah omong kosong.

Sebab, menurut Ilham Aidit, paham komunisme sejati tidak lagi memiliki ruang di dunia, termasuk di Indonesia.

Ilham Aidit menyoroti ihwal narasi Gatot yang kerap berkoar-koar ingin 'menyelamatkan' Indonesia.

Dia justru menduga kalau Gatot dan kawan-kawannya yang tergabung di KAMI justru memiliki niatan politikus lain di balik koar-koarnya tersebut.

"Ini KAMI ini aliansi untuk menyelamatkan Indonesia. Kebayang nggak sih orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan menyelamatkan Indonesia hanya terdiri dari 30-40 orang?" kata Ilham Aidit.

"Padahal sebuah negara yang besar itu ketika harus selamat itu butuh sebuah lembaga, badan-badan, departemen yang mengatur itu semua. Jadi saya bilang ini omong kosong besar," Ilham menambahkan.

Terlebih, menurut Ilham Aidit, Gatot Cs yang tergabung di dalam KAMI tidak lain hanyalah segelintir orang 'kalah'.

Sebab, sebagian besar dari tokoh-tokoh yang tergabung di dalam KAMI merupakan lawan politik Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat Pilpres 2020.

"Sebetulnya notabenenya mereka adalah orang-orang yang kalah. Siapa sih yang enggak tahu, Rizal Ramli, Din Syamsuddin, kemudian Rocky Gerung, itu orang-orang yang udah terlempar dari pusaran politik," ujar Ilham Aidit.

Lebih lanjut, Ilham Aidit juga menilai apa yang dilakukan Gatot Cs tidak lain hanya untuk mengaktualisasikan diri di panggung elite. Padahal, mereka menurutnya tidak lain hanyalah orang-orang yang 'kalah'.

Untuk itu, Ilham Aidit, justru menyarankan Gatot Cs alangkah baiknya mendirikan sebuah partai.

Bukan justru koar-koar ingin menyelamatkan Indonesia dari PKI persis menduplikasi propaganda rezim orde baru alias Orba masa kepemimpinan Presiden Soeharto.

"Dan seandainya mereka mengatakan kami akan mengaspirasikan ya boleh-boleh saja. Tapi ambil aspirasi yang melalui jalur yang benar. Kalau mereka berani bikin lah partai dan bertarung di parlemen. Itu pengecut banget mau disebut hebat tapi bertarungnya enggak mau."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putra DN Aidit Sarankan Gatot Nurmantyo Cs untuk Bikin Partai Politik

Putra DN Aidit Sarankan Gatot Nurmantyo Cs untuk Bikin Partai Politik

News | Jum'at, 25 September 2020 | 13:04 WIB

Putra DN Aidit soal KAMI: Gatot Cs Hanya Sekumpulan Orang-orang Kalah

Putra DN Aidit soal KAMI: Gatot Cs Hanya Sekumpulan Orang-orang Kalah

News | Jum'at, 25 September 2020 | 12:30 WIB

Gatot Nurmantyo Sebut PKI Bangkit, Putra DN Aidit: Masyarakat Sudah Pintar

Gatot Nurmantyo Sebut PKI Bangkit, Putra DN Aidit: Masyarakat Sudah Pintar

Jabar | Jum'at, 25 September 2020 | 12:03 WIB

Pembodohan, Anak DN Aidit Pernah Kesal dengan Gatot Serukan Nobar Film PKI

Pembodohan, Anak DN Aidit Pernah Kesal dengan Gatot Serukan Nobar Film PKI

News | Jum'at, 25 September 2020 | 11:36 WIB

Cerita Gatot Nurmantyo Minta Ketua DPR Sobek-sobek Surat Panglima TNI

Cerita Gatot Nurmantyo Minta Ketua DPR Sobek-sobek Surat Panglima TNI

Jogja | Jum'at, 25 September 2020 | 11:19 WIB

Ilham Aidit : Gatot Nurmantyo Koar-Koar Isu PKI, Duplikasi Cara Orba

Ilham Aidit : Gatot Nurmantyo Koar-Koar Isu PKI, Duplikasi Cara Orba

Sumsel | Jum'at, 25 September 2020 | 11:14 WIB

Sindir Gatot Nurmantyo Soal Video, Ilham Aidit: 100 Persen Agenda Politik!

Sindir Gatot Nurmantyo Soal Video, Ilham Aidit: 100 Persen Agenda Politik!

Jatim | Jum'at, 25 September 2020 | 09:47 WIB

Gatot Nurmantyo dan Film PKI, Ilham Aidit: 100% Itu Agenda Politik

Gatot Nurmantyo dan Film PKI, Ilham Aidit: 100% Itu Agenda Politik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2020 | 09:25 WIB

Terkini

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:31 WIB

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Menjajal Masakan Modern Nusantara Antarasa: Ada Kepiting Soka Saus Padang hingga Rahang Tuna Bakar

Menjajal Masakan Modern Nusantara Antarasa: Ada Kepiting Soka Saus Padang hingga Rahang Tuna Bakar

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×