Teddy PKPI Mengaku Pernah Hajar Gatot Nurmantyo saat Masih Panglima TNI

Rifan Aditya , Farah Nabilla

Minggu, 27 September 2020 | 14:43 WIB
Teddy PKPI Mengaku Pernah Hajar Gatot Nurmantyo saat Masih Panglima TNI
Teddy Gusnaidi. [Twitter]

Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi kembali melontarkan komentarnya dengan menyinggung Gatot Nurmantyo. Kali ini ia mengaku sudah pernah 'menghajar' sang mantan Panglima.

Melalui cuitan balasan yang ditujukan kepada seorang pengguna Twitter, pengakuan itu diceritakan Teddy kala Gatot Nurmantyo masih menjadi Panglima TNI.

Kendati tak menyebut secara spesifik aksi 'hajar' yang ia maksud untuk menyinggung Gatot Nurmantyo, namun Teddy bahkan bersumpah demi NKRI telah melakukan aksi tersebut kepada deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu.

"Demi NKRI, saat masih menjabat Panglima TNI sudah saya "hajar" dia, apalagi sekarang yang sudah bukan siapa-siapa," tulis Teddy sambil mencantumkan akun Twitter milik Gatot Nurmantyo.

Cuitan Teddy Gusnaidi mengaku pernah hajar Gatot Nurmantyo. (Twitter/@TeddyGusnaidi)
Cuitan Teddy Gusnaidi mengaku pernah hajar Gatot Nurmantyo. (Twitter/@TeddyGusnaidi)

Bukan kali ini saja Teddy menyerang Gatot lewat cuitan. Sebelumnya, Teddy juga menantang Gatot agar menyatakan bahwa mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Pak Gatot, kalau Anda benar-benar lelaki, saya tantang anda untuk menyatakan secara terbuka bahwa Gus Dur adalah PKI," kata Teddy.

Teddy juga mengatakan apabila Gatot Nurmantyo berhasil memenuhi tantangan tersebut, ia akan mencabut anggapannya yang mengatakan bahwa Mantan Panglima TNI tersebut pengecut.

"Jika Anda lakukan, saya cabut anggapan saya bahwa anda seorang pengecut," tegas Teddy sembari menandai akun Twitter Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya, melalui saluran Youtube Hersubeno Point, Gatot Nurmantyo mengatakan, kebangkitan PKI memang tidak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Itulah mengapa, sejak 12 tahun lalu, dia sudah mewaspadai hal tersebut.

baca juga

“Saya mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru. Ini diawali sejak 2008, setelah saya mendapat informasi-informasi. Sehingga, saya menyatakan, membungkus semua gerakan ini dengan proxy war,” terang Gatot.

“Gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tapi dirasakan bisa. Contohnya, sejak 2008 itu seluruh sekolah meniadakan pelajaran tentang G30SPKI. Ini suatu hal yang sangat berbahaya,” tambahnya.

Belakangan, Gatot masih terus mengupayakan diri, untuk memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat Indonesia mengenai bahaya PKI. Itulah sebabnya, dia sempat memerintahkan seluruh jajarannya untuk menonton film dokumenter mengenai gerakan tersebut.

“Saya melihat itu semuanya (kebangkitan PKI). Maka saya perintahkan seluruh jajaran saya untuk menonton film G30SPKI. Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai—sebut saja PDI mengatakan untuk menghentikan itu. Saya bilang terima kasih, tapi kemudian saya tetap gagas, karena ini (PKI) benar-benar bahaya,” kata Gatot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pernyataan Refly Soal Pencopotan Gatot, Ferdinand: Terlalu Bodoh

Kritik Pernyataan Refly Soal Pencopotan Gatot, Ferdinand: Terlalu Bodoh

News | Minggu, 27 September 2020 | 12:43 WIB

Musni Umar: Tidak Benar Kalau Komunis Sudah Mati dan Tidak Diminati

Musni Umar: Tidak Benar Kalau Komunis Sudah Mati dan Tidak Diminati

News | Minggu, 27 September 2020 | 06:40 WIB

Teddy Gusnaidi Tantang Gatot Nurmantyo Nyatakan Gus Dur Adalah PKI

Teddy Gusnaidi Tantang Gatot Nurmantyo Nyatakan Gus Dur Adalah PKI

News | Minggu, 27 September 2020 | 10:04 WIB

Isu Kebangkitan 'Hantu' PKI Jelang 30 September, Bagaimana Awal Mulanya?

Isu Kebangkitan 'Hantu' PKI Jelang 30 September, Bagaimana Awal Mulanya?

Jakarta | Sabtu, 26 September 2020 | 10:13 WIB

Anak DN Aidit Sarankan Gatot Nurmantyo dan 4 Berita Lain

Anak DN Aidit Sarankan Gatot Nurmantyo dan 4 Berita Lain

News | Sabtu, 26 September 2020 | 10:00 WIB

Wakil Ketua MPR: Film G30S/PKI Perlu Diputar, Tapi Tidak Harus Diwajibkan

Wakil Ketua MPR: Film G30S/PKI Perlu Diputar, Tapi Tidak Harus Diwajibkan

Jakarta | Jum'at, 25 September 2020 | 19:50 WIB

Terkini

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

×