Musni Umar: Tidak Benar Kalau Komunis Sudah Mati dan Tidak Diminati

Siswanto

Minggu, 27 September 2020 | 06:40 WIB
Musni Umar: Tidak Benar Kalau Komunis Sudah Mati dan Tidak Diminati
Ilustrasi: Nobar film G30SPKI di Cijantung. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Bulan September ibarat bulan komunis atau Partai Komunis Indonesia. Sebab, setiap memasuki bulan tersebut, selalu diramaikan dengan perbincangan publik tentang G30S/PKI.

Bulan September 2020 lebih ramai karena mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan informasi bahwa dia diganti dari Panglima TNI pada akhir 2017 karena ngotot memerintahkan jajarannya untuk mennonton film Pengkhianatan G30S/PKI 1965.

Disaat banyak pihak menegaskan mustahil PKI bangkit dan komunis tidak akan diminati generasi sekarang, sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Musni Umar, justru punya pendapat yang berbeda. 

"Tidak benar kalau komunis sudah mati dan tidak diminati. Contohnya RRC negara komunis, sedang maju dan akan menjadi rujukan bagi kaum komunis di dunia termasuk di Indonesia," kata Musni Umar.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain beberapa kali melalui media sosial menantang pembela PKI untuk mengaku "aku PKI komunis."

"Kaum kapitalis bangga dengan kapitalisnya. Kaum sekuler bangga dengan sekulerismenya. Kaum liberalis bangga dengan liberalnya. Kaum pluralis bangga dengan pluralismenya. Giliran kaum komunis di Indonesia, kenapa tidak berani menmpakkan komunismenya, ya? Ngumpet semua. Tanya kenapa... Hehe," kata Tengku.

Sehabis itu dia memberikan beberapa alasan kenapa komunis mesti diwaspadai.

"Kenapa kaum Muslimin perlu mewaspadai komunis? Pertama, mereka anti agama. Kedua, mereka memusuhi umat Islam. Ketiga, mereka meng-coup kekuasaan secara canggih, meski pakai pemilu, mereka Menghalalkan segala bentuk kecurangan. Dalam kamus mereka tidak ada halal-haram. Keempat, mereka tidak jantan muncul, tapi infiltrasi," kata Tengku.

Sebelum itu, Tengku mengingatkan kembali tentang potongan sejarah gerakan komunis di Indonesia.

baca juga

Dia mengatakan Wakil Presiden pertama Muhammad Hatta difitnah oleh DN Aidit sebagai gembong PKI, sebagai "dalang" masalah PKI Madiun 1948.

Kemudian, kata dia, Presiden Soeharto ketika itu juga difitnah sebagai anak cucu PKI, sebagai "dalang" G30S/PKI tahun 1965.

"Kaum muslimin sudah faham polanya PKI...? Cerdaslah wahai kaumku..." kata Tengku.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menambahkan informasi yang sebelumnya disampaikan Tengku di media sosial, Bung Hatta dulu merupakan target utama PKI karena kudeta mereka gagal di tahun 1948. Ketika itu, PKI menyebut “Teror Putih Hatta.”

"Makanya hampir tak ada orang PKI yang suka dengan Hatta. Pak Harto juga diframe dengan istilah “Kudeta Merangkak.” PKI tak suka karena Pak Harto gagalkan kudeta PKI 1965 dan bubarkan PKI 1966," kata pendiri Fadly Zon Library.

Sehabis itu, Tengku menyebut kalangan yang resisten dengan upaya untuk mengingatkan kembali sejarah PKI sebagai pengecut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melawan Lupa, Menepis Stigma: Membaca Luka yang Tertinggal di Prahara 1965

Melawan Lupa, Menepis Stigma: Membaca Luka yang Tertinggal di Prahara 1965

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Nonton Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI Karya Arifin C Noer Malam Ini di Trans TV

Nonton Lagi Film Pengkhianatan G30S/PKI Karya Arifin C Noer Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 15:23 WIB

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 18:05 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Rayakan Hari Literasi Sedunia dengan Mengenal 5 Buku yang Pernah Dilarang

Rayakan Hari Literasi Sedunia dengan Mengenal 5 Buku yang Pernah Dilarang

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 13:20 WIB

Eks Anggota DPR Divonis Hukuman Mati karena Terima Suap Rp 1,9 Miliar di China

Eks Anggota DPR Divonis Hukuman Mati karena Terima Suap Rp 1,9 Miliar di China

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Rahasia Manjali, Mitos Jawa, dan Bayang-Bayang 1965

Rahasia Manjali, Mitos Jawa, dan Bayang-Bayang 1965

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Porprov Jateng 2026: Futsal Solo Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Wonogiri

Porprov Jateng 2026: Futsal Solo Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Wonogiri

Surakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:43 WIB

13 Korporasi Sawit Disidik soal Karhutla di Kalsel, Polisi Telusuri Keterlibatan Asing

13 Korporasi Sawit Disidik soal Karhutla di Kalsel, Polisi Telusuri Keterlibatan Asing

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda

Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Apresiasi Program Magang Nasional di BRI, Buka Jalan Karier Talenta Muda

Menteri Ketenagakerjaan Apresiasi Program Magang Nasional di BRI, Buka Jalan Karier Talenta Muda

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Sempat Vakum Setahun, Ravi Andika Kembali dengan Bulan Biru yang Bikin Mewek

Sempat Vakum Setahun, Ravi Andika Kembali dengan Bulan Biru yang Bikin Mewek

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Klub Belgia: Reno Munz Berhak Bela Timnas Indonesia

Klub Belgia: Reno Munz Berhak Bela Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:32 WIB

Lewat Tembang Pangkur, Warga Pracimantoro Merawat Perjuangan Lawan Tambang

Lewat Tembang Pangkur, Warga Pracimantoro Merawat Perjuangan Lawan Tambang

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Selundupkan 54 Ton Batu Tembaga dan 320 Kg Sisik Trenggiling, 7 Orang Jadi Tersangka

Selundupkan 54 Ton Batu Tembaga dan 320 Kg Sisik Trenggiling, 7 Orang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Diskusi Film Karst: Petani Pracimantoro Soroti Ancaman Tambang Semen

Diskusi Film Karst: Petani Pracimantoro Soroti Ancaman Tambang Semen

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:27 WIB

AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto sebagai Kapolres Bogor

AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto sebagai Kapolres Bogor

Bogor | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:25 WIB

×