Amien Rais Beri Pilihan ke Jokowi Lewat Buku Baru: Mundur atau Terus

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Senin, 28 September 2020 | 16:20 WIB
Amien Rais Beri Pilihan ke Jokowi Lewat Buku Baru: Mundur atau Terus
Amien Rais saat meluncurkan buku baru berjudul 'Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus'. (YouTube/Amien Rais Official)

Suara.com - Politisi senior Amien Rais meluncurkan sebuah buku bertema politik berjudul 'Pilihan untuk Pak Jokowi, Mundur atau Terus'.

Peluncuran buku itu dilakukan secara virtual dan disiarkan lewat kanal Youtube Amien Rais Official, Jumat (25/9/2020).

Amien Rais menjelaskan bahwa buku itu terdiri atas 13 bab yang berisi risalah kebangsaan, terutama soal masalah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dari 13 bab itu, Amien mengklaim bahwa tulisannya disertai dengan dukungan fakta dan bukti riset yang valid yang mungkin bisa tidak diterima oleh pendukung Jokowi.

"13 bab yang saya angkat memang, maaf, pada mereka yang mungkin sudah ambil posisi lebih dulu mungkin enggak terima. Tapi pertama, saya lihat, rezim Pak Jokowi sesungguhnya telah melakukan pemecahan bangsa kita, dibelah. Jadi terasa sekali bangsa kita dibelah," kata Amien dikutip Suara.com dari Makassar.terkini.id.

Lebih lanjut, beberapa poin yang ditegaskan Amien Rais dalam buku itu tak lepas dari isu komunisme yang berkembang.

Mantan ketua MPR RI in mengatakan komunisme di era Jokowi diberi tempat dan mendapat angin kencang.

"Saya melihat komunisme itu diberi angin yang sangat kencang dalam kepemimpinan Pak Jokowi,"

"Jadi antara bagaimana komunisme yang nampak sekali tidak diapa-apakan, itu memang ada kaitannya dengan semakin dekatnya Jakarta-Beijing ini, karena itu lantas ditangkap oleh sebagian bangsa indonesia yang memang sudah menjadi PKI malam atau PKI siang, saya tidak tahu, itu mendapat seperti angin buritan," kata politisi 76 tahun ini.

Selain isu komunisme, Amien juga menyinggung soal demokrasi yang terkikis dan digantikan dengan otoriterisme.

Ia juga menyebut jika istilah reformasi sudah tidak cocok lagi di era sekarang.

"Bahwa masalah kita sudah berbeda. Masalah kita adalah bahwa inti masalah negeri kita ini sudah enggak dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Jadi saya blak-blakan aja, bahwa pemerintah sekarang merupakan MTC directed and dominated goverment. Pemerintah yang didikte, didominasi oleh MTC, mafia taipan cukong. Itu kenyataannya,” ucap Amien.

Mantan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyimpulkan jika buku yang ia beri judul "Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus" ini berisi pencapaian yang diraih presiden. 

"Saya memotret 13 butir masalah yang saya angkat itu merupakan pencapaian negatif Pak Jokowi," kata dia.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa buku yang ia luncurkan berisi kegagalan yang telah dicetak Jokowi selama menjabat sebagai presiden.

"Lewat argumen saya ke kesimpulan bahwa yang terjadi leadership failure, kegagalan kepemimpinan, kenapa? Karena memang, maaf Pak Jokowi, menurut saya tidak punya kompetensi. Setelah diuji 5 tahun sesungguhnya enggak berhasil,” kata Amien.

Kendati demikian Amien mengaku masih punya harapan agar Indonesia tidak hancur.

“Tapi saya tetap masih ada punya pengharapan, sesungguhnya sejak awal saya katakan bahwa Pak Jokowi itu sudah membawa portofolio of failure, from day one tak kompeten. Makanya maaf, betul kata Pak Jusuf Kalla, sebaiknya jadi gubernur sampai selesai, anggota DPR-MPR, karena tak bisa kepala negara uji coba, hancur negara kita,” jelasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Serukan Terapkan Mini Lockdown, Efektif?

Jokowi Serukan Terapkan Mini Lockdown, Efektif?

Video | Senin, 28 September 2020 | 15:15 WIB

2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat, Keluarga Korban Penculikan Protes Jokowi

2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat, Keluarga Korban Penculikan Protes Jokowi

News | Senin, 28 September 2020 | 13:48 WIB

Dr Tirta Sebut Covid-19 Ditunggangi Politik Risma: Jokowi Gak Tau Apa-apa

Dr Tirta Sebut Covid-19 Ditunggangi Politik Risma: Jokowi Gak Tau Apa-apa

News | Senin, 28 September 2020 | 12:28 WIB

Jokowi: Perencanaan Suntik Vaksin Covid-19 Mesti Matang dalam 2 Pekan

Jokowi: Perencanaan Suntik Vaksin Covid-19 Mesti Matang dalam 2 Pekan

News | Senin, 28 September 2020 | 11:58 WIB

Fahri Hamzah Sebut Pemerintah Jokowi Bijak, Karena Gelar Pilkada

Fahri Hamzah Sebut Pemerintah Jokowi Bijak, Karena Gelar Pilkada

Sulsel | Senin, 28 September 2020 | 11:50 WIB

Seruan Jokowi: RT/RW, Kantor hingga Pesantren Wajib Terapkan Mini Lockdown

Seruan Jokowi: RT/RW, Kantor hingga Pesantren Wajib Terapkan Mini Lockdown

News | Senin, 28 September 2020 | 10:36 WIB

Terkini

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 08:55 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB