Gatot Nurmantyo Berat Jadi Calon Presiden, Ini Kata Pengamat Politik

Dany Garjito, Hernawan

Selasa, 29 September 2020 | 12:43 WIB
Gatot Nurmantyo Berat Jadi Calon Presiden, Ini Kata Pengamat Politik
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. [Dok TNI]

Suara.com - Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo belakangan tengah disebut-sebut akan maju dalam pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2024. Sejumlah pihak menuding, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi kendaraannya untuk menuju ke sana.

Pengamat Politik, Muhammad Qodari ikut buka suara menanggapi kabar ini. Ia mengatakan sah-sah saja apabila Gatot Nurmantyo memang berencana untuk ikut dalam konstelasi politik 2024 nanti.

Sebab, keterlibatan tersebut merupakan salah satu haknya sebagai warga negara. Kendati demikian, Qodari mengatakan bahwa untuk maju sebagai peserta pada Pilpres 2024 mendatang, Gatot Nurmantyo perlu memiliki kendaraan politik.

Kendaraan politik tersebut tak lain adalah partai politik yang akan membawa dan mengusungnya. Pasalnya, KAMI yang saat ini digeluti oleh Gatot Nurmantyo disebut hanya untuk melakukan manuver, dinilai tidak cukup ampuh untuk berperang di Pilpres 2024.

"Jalurnya salah, jalurnya itu partai politik. KAMI ini bukan partai politik dan tidak punya kursi. Kalau pun misalnya KAMI ikut Pemilu 2024, itu pun belum bisa digunakan hasilnya untuk maju Pilpres 2024," ujar Qodari dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Senin (28/9/2020).

Qodari juga mengatakan bahwa pada Pilpres 2024 mendatang, pesertanya merupakan penyesuaian dan berkaitan dengan jumlah perolehan kursi pada 2019 silam oleh partai pengusung kandidat tersebut.

Menurut Qodari, Gatot Nurmantyo disarankan untuk tidak membesar-besarkan KAMI.

"Jadi jangan sampai kucing dikira macan. Atau malah membesar-besarkan KAMI," lanjut Qodari.

Lebih lanjut lagi, Pengamat Politik tersebut juga menyinggung jalur 'jalanan' yang digunakan Gatot Nurmantyo untuk menarik simpati publik. Menurutnya, cara semacam ini sudah kuno dan ketinggalan zaman. Cara tersebut pernah dipakai oleh Amien Rais di masa awal reformasi silam.

baca juga

Selain itu, Qodari pun menyebut sejumlah nama yang dirasa pas untuk mengisi label Capres saat ini daripada Gatot Nurmantyo. Salah satunya adalah Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu Calon Presiden dalam Pilpres 2019 lalu.

Tak hanya Prabowo Subianto, Qodari juga mengatakan bahwa sejumlah kepada daerah juga potensial untuk maju ke Pilpres 2024 nanti meskipun ia tidak tergabung dalam partai.

"Hari ini yang paling potensial menjadi presiden itu adalah Pak Prabowo, yang punya partai dan menteri misalnya. Kemudian orang seperti Pak Ridwan Kamil, Pak Anies Baswedan, yang kepala daerah, enggak punya partai tapi Kepala Daerah," ujarnya.

Terakhir, Qodari menyinggung soal penolakan deklarasi KAMI. Ia meminta warga masyarakat yang berbeda pandangan untuk tidak melakukan penolakan dan pengadangan secara anarkis. Sebab, hal tersebut tidak akan mendatangkan manfaat.

Menurutnya, cara yang tepat untuk mengadang adalah dengan memanfaatkan pikiran, bukan fisik dan tenaga semata.

"Jangan diadang dengan fisik, tapi pikiran," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Politik Sebut Pembubaran Deklarasi KAMI di Surabaya Sudah Tepat

Analis Politik Sebut Pembubaran Deklarasi KAMI di Surabaya Sudah Tepat

Jogja | Selasa, 29 September 2020 | 07:32 WIB

Kena Sentil Tengku Zulkarnain, Denny Siregar Beri Respons Menohok

Kena Sentil Tengku Zulkarnain, Denny Siregar Beri Respons Menohok

News | Selasa, 29 September 2020 | 08:11 WIB

Siapa DN Aidit Sesungguhnya? Simak Fakta D.N. Aidit Berikut

Siapa DN Aidit Sesungguhnya? Simak Fakta D.N. Aidit Berikut

News | Selasa, 29 September 2020 | 07:05 WIB

Denny Vs Tengku: Saya Bilang, Untung KAMI Cuma Dibubarkan, HTI Malah Bonyok

Denny Vs Tengku: Saya Bilang, Untung KAMI Cuma Dibubarkan, HTI Malah Bonyok

News | Selasa, 29 September 2020 | 06:57 WIB

Analis: Gatot Pernah Jadi Panglima, Punya Jasa-jasa, Perlu Dihargai Juga

Analis: Gatot Pernah Jadi Panglima, Punya Jasa-jasa, Perlu Dihargai Juga

News | Selasa, 29 September 2020 | 06:30 WIB

6 Fakta Acara Anti Komunis Gatot Nurmantyo di Gedung Juang Diblokir Massa

6 Fakta Acara Anti Komunis Gatot Nurmantyo di Gedung Juang Diblokir Massa

Jakarta | Selasa, 29 September 2020 | 06:45 WIB

Terkini

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:01 WIB

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:16 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB